Sunday, April 8, 2012

Harapan, Motivasi dan Ambisi Pembalap MotoGP di Musim 2012

Balapan para raja, MotoGP sebentar lagi siap digelar. Beragam harapan, ambisi hingga motivasi untuk membuktikan diri di musim 2012 terucap. Seperti apakah pandangan para pembalap ini?

Casey Stoner Mau Langsung Tancap Gas

Nama Casey Stoner sekali lagi disebut sebagai pesaing utama MotoGP 2012. Stoner bahkan mungkin bisa langsung unjuk gigi dan sulit diredam sedari seri pertama di Losail.

Stoner akan memulai musim baru di MotoGP Qatar pada akhir pekan dengan predikat favorit, setelah mendominasi dan menjuarai musim 2011 lalu. Performa apiknya musim lalu itu berhasil ia lanjutkan bersama Honda RC213V dengan mesin 1.000cc, mengingat rider Repsol Honda itu tampil amat menjanjikan di sesi tes pra-musim.

Daryl Beattie, mantan pebalap 500cc yang pernah membalap untuk Yamaha, Honda, dan Suzuki, sebelumnya sudah menjagokan Stoner. Kini komentar serupa datang dari mantan rekan setim Stoner di Repsol Honda, Andrea Dovizioso.

"Tahun lalu ia memenangi gelar dengan mudah dan ia bisa tangguh lagi musim ini," komentar Dovi yang kini membela Monster Yamaha Tech 3 kepada MCN.

Bukan tidak mungkin pula Stoner akan langsung bisa tancap gas sedari seri perdana MotoGP 2012 di Losail, Minggu (8/4/2012). Ini tidak lepas dari catatan apiknya di sana.

Sejak turun ke kelas MotoGP tahun 2006 lalu hanya dua kali Stoner gagal menjadi pemenang di Losail. Sisanya, empat kali, Stoner setia dengan kemenangan (2007, 2008, 2009, dan 2011)--pada dua musim lainnya, Valentino Rossi tampil jadi pemenang.

"Akan sangat sulit untuk para pebalap lain. Ia sangat cepat, tapi kami akan mencoba," lanjut Dovizioso.

Dani Pedrosa Berharap Bebas Cedera

Cedera beberapa kali sudah menganggu musim Dani Pedrosa di kelas primer. Pebalap Repsol Honda itu pun kini berharap memiliki peruntungan lebih baik di MotoGP 2012.

Musim lalu Pedrosa memulai dengan menjanjikan setelah naik podium di tiga seri awal, yang salah satunya berupa kemenangan.

Sialnya pada seri keempat, di Le Mans, ia justru tak bisa finis dan mendapatkan cedera bahu akibat berduel dengan Marco Simoncelli.

Setelah itu si rider Spanyol pun mesti absen di tiga seri berikutnya. Kegagalan mendulang angka akibat cedera semacam itulah yang kerap mengganggu musim Pedrosa.

Menjelang musim 2012, Pedrosa tampil menjanjikan di sesi tes pra-musim. Terlebih lagi ia juga tidak mengalami cedera. Ia pun berharap Dewi Fortuna terus bersamanya sampai akhir musim.

"Tahun ini aku sudah bekerja sangat keras, aku menjalani pra-musim yang baik dengan motor dan latihan fisik; aku harap kali ini keberuntungan tetap bersamaku sehingga aku bisa menjalani musim dengan baik," lugas Pedrosa di Crash.

Terkait dengan hal itu pula Pedrosa tak mau ambil risiko yang tidak perlu dalam balapan di Losail pada akhir pekan. Ia tak mau sebuah kesalahan kecil menyebabkannya kehilangan peluang mengejar gelar.

"Qatar penting karena itu adalah balapan pertama musim ini, tapi Anda harus memperkecil risiko. Jika Anda tak memenangi balapan ini, Anda masih bisa menjadi juara dunia tapi sebaliknya sebuah kesalahan dapat bikin tahun ini jadi rumit," simpulnya.

'Rossi Masih Sangat Termotivasi'

Laju Valentino Rossi bersama Ducati sejauh ini belum memuaskan. Dengan musim baru sudah ada di depan mata, ia ditegaskan tetap disarati motivasi.

Musim lalu Rossi menjalani debutnya bersama Ducati dengan mengecewakan. Hanya bisa satu kali naik podium dengan finis ketiga, itu menjadi kali pertama dalam kariernya Rossi tak bisa meraih satu kemenangan pun dalam satu musim.

Harapan baru tak ayal muncul menjelang musim baru, yang juga menjadi awal dari era 1.000cc. Sialnya, dalam sesi tes pra-musim, Rossi juga terlihat belum nyaman benar dengan GP12.

Pun demikian, bos Ducati Vittoriano Guareschi menegaskan kalau hal itu tak menyurutkan semangat Rossi. Juara dunia 7 kali di kelas primer yang kini berusia 33 tahun itu disebutnya masih sangat bersemangat jelang musim baru.

"Ia tak lagi muda seperti ketika tiba di Yamaha tahun 2004 lalu tapi motivasinya sangat tinggi dan saya pikir dengan dukungan yang bagus Valentino bisa mengejar kemenangan-kemenangan. Penting sekali untuk melakukan start dengan baik dan tidak tertinggal terlalu jauh," ujar Guareschi di MCN.

Davide Brivio yang mantan bos Rossi di Yamaha juga sama sekali tidak meragukan semangat dan motivasi si Italiano. Tetapi ia juga menegaskan GP12 mesti segera bisa tampil lebih baik guna menjaga motivasi Rossi tetap tinggi.

"Saya lihat Valentino masih sangat termotivasi tapi sejujurnya saya tak tahu berapa lama ia bisa menjaga motivasi itu tanpa melihat adanya hasil memuaskan. Ia butuh melihat hasil bagus untuk menjaga motivasinya."

"Dalam situasi seperti ini saya tidak yakin berapa lama (motivasinya) itu akan bertahan jika hasil tak kunjung tampak. Ia benar-benar ingin kembali bersaing di papan atas dan kembali merasakan nikmatnya berada di depan," analisis Brivio.

Lorenzo Antusias


Jorge Lorenzo sudah tak sabar untuk segera memulai musim baru yang akan dibuka di Losail, lintasan yang belum pernah ia menangi di kelas MotoGP.

Ketika berlaga di 125 cc dan 250cc, Lorenzo pernah tiga kali berjaya di Losail--satu kali di 125cc (2004) dan dua kali di 250cc (2006 dan 2007).

Akan tetapi, sejak turun di kelas MotoGP sedari tahun 2008, belum satu kalipun rider Yamaha itu menyudahi balapan di Losail di posisi terdepan.

Di Losail musim lalu Lorenzo hanya bisa finis di posisi dua. Itu adalah capaian terbaiknya di MotoGP Qatar, yang mana juga pernah ia raih dua kali sebelumnya (2008 dan 2010).

Saat itu Lorenzo menjadi satu-satunya pebalap Yamaha yang finis di posisi lima besar Losail, yang didominasi Honda. Musim ini pun ia tahu Honda akan kembali tangguh meski Lorenzo tetap antusias untuk membalap di Losail dan memulai musim.

"Aku sangat antusias untuk membalap lagi dan melihat bagaimana posisi kami dibandingkan dengan para rival," ujar Lorenzo di situs MotoGP.

"Tahun lalu Qatar adalah balapan yang bagus buat kami tapi aku pikir musim ini kami akan memiliki motor yang sedikit lebih kompetitif jadi aku mengharapkan hasil bagus," lanjut juara dunia MotoGP 2010 itu.

Lorenzo menutup musim lalu dengan absen di tiga seri terakhir karena cedera. Ini membuatnya kian tak sabar beraksi lagi, terlebih ia mengaku sudah sangat maksimal melakukan persiapan untuk musim ini.

"Karena cedera tanganku, sudah cukup lama sejak aku mengikuti sebuah balapan jadi aku sangat antusias menanti hari Minggu. Aku sudah banyak berlatih untuk musim ini; aku merasa amat baik dan juga sangat senang dengan motornya," simpul Lorenzo yang menyudahi musim lalu sebagai runner-up.

No comments:

Post a Comment