Showing posts with label Berita Renungan. Show all posts
Showing posts with label Berita Renungan. Show all posts

Saturday, August 4, 2012

Pesan Terakhir Wafatnya Orang Terkenal Dunia

Berita Aneh - Biasanya sebelum meninggalkan dunia ini, sebagian orang ada yang mengucapkan kata-kata atau juga berupa pesan-pesan terakhir mereka. Berikut ini adalah kumpulan kata-kata atau pesan terakhir dari orang-orang terkenal. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari mereka yang sudah pergi mendahului kita…

"Tahu kamu kalau aku ngomong blak-blakan. Aku yakin akan terjadi perang saudara. Kalau perang dengan bangsa lain, kita bisa membedakan fisiknya. Tapi dengan bangsa sendiri, itu sangat sulit. Lebih baik aku robek diriku sendiri, aku yang mati daripada rakyatku yang perang. Aku tidak sudi minta suaka ke negeri orang."

Bung Karno, dibisikkan kepada Putu Sugianitri ajudannya sebelum ajal.

Tuhanku, Tuhanku ….

Chairil Anwar, Penyair Angkatan 45

Is someone hurt?

(Adakah orang lain yang terluka?)

Robert F. Kennedy kepada istrinya setelah dia tertembak dan sebelum koma

I’ll be in Hell before you start breakfast!

(Saya akan berada di neraka sebelum kamu memulai sarapanmu !)

“Black Jack” Ketchum, perampok kereta api

Don’t worry…it’s not loaded…

(Jangan khawatir … pistol ini belum siap pelurunya …)

Terry Kath, musisi rock Chicago Transit Authority ketika ia membersihkan pistolnya dan menarik pelatuknya

Die, my dear? Why that’s the last thing I’ll do!

(Matikah aku, sayangku ? Mengapa hal itu yang terakhir yang akan kualami.)

Groucho Marx, Komedian Amerika

Go on, get out! Last words are for fools who haven’t said enough!

(Ayolah, semua keluar ! Kata-kata terakhir hanyalah kebodohan bagi siapa saja yang berkata cukup !)

Karl Marx, ketika ditanya oleh pembantunya apa kata-kata terakhirnya.

I have a terrific headache.

(Saya merasa sakit kepala yang luar biasa.)

Franklin Delano Roosevelt, presiden ke-32 USA.

I’d hate to die twice. It’s so boring.

(Saya benci kalau harus mati dua kali. Kematian ternyata begitu membosankan.)

Richard Feynman, Fisikawan Amerika

I have not told half of what I saw.

(Saya belum mengungkapkan separuh dari apa yang kulihat.)

Marco Polo,Penjelajah dunia

Lord help my poor soul

(Tuhan, tolong jiwaku yang malang)

Edgar Allan Poe, penulis Amerika

Thank God. I’m tired of being the funniest person in the room.

(Terimakasih Tuhan. Saya lelah untuk menjadi orang paling lucu di ruangan ini.)

Del Close,komedian Amerika.

I don’t have the passion anymore, and so remember, it’s better to burn out than to fade away. Peace, Love, Empathy. Kurt Cobain.

(Aku sudah tidak bergairah lagi, dan ingatlah, tubuh ini lebih baik dibakar hingga musnah daripada dikuburkan. Damai, cinta, kasih. Dari Kurt Cobain.)

Kurt Cobain, vokalis dan gitaris grup musik Nirvana dalam catatan bunuh dirinya.

It’s very beautiful over there.

(Di sana ternyata begitu indah.)

Thomas Alva Edison,penemu bola lampu listrik.

Don’t worry, relax!

(Jangan khawatir, santai saja!)

Rajiv Gandhi, PM India kepada staf keamanannya beberapa menit sebelum dibunuh oleh bom bunuh diri.

No! I didn’t come here to make a speech. I came here to die.

(Tidak! Saya ke sini bukan mau berpidato. Saya kesini untuk mati.)

Crawford Goldsby a.k.a. Cherokee Bill, ketika ditanya apa yang akan dikatakannya sebelum dia digantung.

I know you’ve come to kill me. Shoot, you are only going to kill a man.

(Saya tahu kamu datang untuk membunuhku. Tembaklah, kamu hanya akan membunuh seorang manusia.)

Che Guevara, Pemimpin Revolusi Marxis Argentina.

I’m tired of fighting.

(Saya dibikin cape oleh pertempuran ini.)

Harry Houdini,pesulap

I see black light.

(Saya melihat cahaya hitam.)

Victor Hugo, penulis Perancis.

Let me go to the Father’s house.

(Lepaskan aku menuju rumah Bapaku.)

Pope John Paul II, Paus ke-263.

I’m bored with it all.

(Saya sedang bosan dengan semua ini.)

Winston Churchill, PM Inggris pada PD II, sebelum koma dan meninggal sembilan hari kemudian.

Jesus, I love you. Jesus, I love you.

(Jesus, aku cinta engkau. Jesus, aku cinta engkau.)

Mother Teresa, suster dari Albania.

Don’t disturb my circles!

(Jangan ganggu lingkaranku !)

Archimedes, ilmuwan Yunani.

I hope the exit is joyful and hope never to return.

(Aku berharap jalan keluar ini penuh dengan kegembiraan dan berharap tidak akan pernah kembali lagi.)

Frida Kahlo, Pelukis Mexico.

They couldn’t hit an elephant at this distance.

(Mereka tidak akan bisa menjatuhkan satu gajah pun pada jarak ini.)

General John Sedgwick, Union Commander dalam U.S. Civil War, yang ditembak beberapa menit setelah mengucapkan ini.

Dying is easy, comedy is hard.

(Mati itu mudah, meluculah yang sulit)

George Bernard Shaw, novelis, kritikus, politikus dll.

I’m losing.

(Saya sedang kalah.)

Frank Sinatra, penyanyi dan bintang film Amerika.

Crito, I owe a cock to Asclepius. Will you remember to pay the debt?

(Crito, aku berhutang seekor ayam pada Asclepius. Akan ingatkah kamu untuk membayar hutangku itu?)

Socrates, filsuf dari Yunani.

Tuesday, July 31, 2012

6 Tahun Keluarga Ini Tinggal Di Toilet

Berita Aneh - Selama hampir enam tahun seorang pria asal Cina, Zeng Lingjun dan keluarganya tinggal di sebuah toilet di kota Shenyang, Provinsi Liaoning. Melalui kisah ini diharapkan bisa menjadi inpirasi bagi Anda untuk menjalani hidup dimanapun Anda berada.

Kisah Zeng berawal di tahun 1999 ketik dirinya masih berumur 20 tahun yang masuk dalam sekolah penerbangan di provinsi Heilongjiang. Namun keluarganya tidak bisa membayar sebesar 5000 yuan sebagai biaya masuk sekolah untuk awal tahun ajaran baru. Hal tersebut membuat dirinya untuk memutuskan pergi ke Shenyang dengan bermodalkan 50 yuan untuk mencari pekerjaan.

Pada tahun 2006 akhirnya ia menikah dan mencari rumah bagi keluarga kecilnya. Karena sulitnya mencari tempat tinggal di kota metropolitan dengan harga yang tinggi, seorang temannya menyarankan bahwa satu hotel memiliki toilet pria yang sudah tidak pernah digunakan dan mungkin saja pemilik hotel mengijinkan Zeng untuk tinggal disana dengan membayar sewa.

Setelah menyepakati sewa dengan pemilik hotel, keluarga kecil Zeng pindah ke rumah barunya yang berupa sebuah toilet dengan luas 20 meter persegi. Di rumah tersebut selain bersama istrinya, Zeng kini telah dikaruniai seorang anak laki-laki yang berena Zeng Dei, yang mempunyai arti “beruntung” dan diharapkan ia bisa memberikan keberuntungan kepada keluarganya.

Sunday, May 20, 2012

Kisah Nelayan Pemburu Mayat

Berita Aneh - Pekerjaan yang dilakukan seorang nelayan di China ini barangkali paling aneh di dunia. Wei Xinpeng, nama pria itu, biasa berburu mayat di Sungai Kuning. Wei, seperti diungkapkan oleh laman BBC, kerap memulai harinya dengan nongkrong sambil merokok di tepi sungai. Matanya mengamati air Sungai Kuning yang keruh. Dia yakin, sungai itu pasti selalu menyimpan mayat manusia, entah korban kecelakaan, dibunuh, atau pun bunuh diri.


Lelaki 55 tahun itu seperti hapal aliran sungai, dan dia jeli melihat ke mana arus membawa mayat-mayat yang tenggelam di sungai itu. Biasanya, Wei mendayung perahunya ke dekat satu jembatan kecil di hilir. Di sana, biasanya mayat “parkir” sebentar, karena tersangkut di celah besi jembatan. Dalam tujuh tahun terakhir, mencari mayat kini adalah kegiatan rutin Wei. Dia menjual temuannya itu ke kerabat mayat bersangkutan. “Saya memberi penghargaan kepada si mayat,” ujarnya seperti dilansir dari laman BBC, Senin 22 November 2010.


Wei mengaku telah mengumpulkan sebanyak 500 mayat dari dasar sungai. “Orang-orang ini mati dengan cara mengenaskan,” ujar Wei. Dia mengumpulkan mayat temuannya itu di satu teluk kecil yang tak tersentuh arus. Mayat-mayat beragam bentuk itu ditumpuk di sana. BBC melaporkan, di teluk kecil itu ada empat mayat yang tubuhnya telah kaku, dengan kepala tertelungkup ke bawah. Setiap kali berhasil menangguk mayat, Wei mengumumkannya di koran lokal. Dia menyebut ciri fisik mayat itu, sehingga kerabat yang bersangkutan dapat segera mengenalinya. Biasanya, kerabat si mayat akan menelepon Wei, dan meminta diantarkan ke tempat dia menyimpannya.

Wei membawa kerabat si mayat ke teluk kecil itu. Dia memasang sedikit tarif untuk jasa membalikkan tubuh si mayat agar wajahnya dapat terlihat. Jika kerabat mayat ingin membawanya pulang, maka mereka harus membayar uang tebusan sebesar lebih dari US$500, atau sekitar Rp. 4,4 juta. Wei mengatakan, selama ini dia telah menjual sekitar 40 mayat. Tapi terkadang, keluarga mayat enggan membayar, dan pulang tanpa membawa jenazah yang ditemukan Wei. “Satu kali orang tua mencari anaknya. Mereka melihat sebentar, lalu pergi tanpa berkata apa-apa. Mereka tak membawanya pulang,” ujar Wei.

Jika sudah begini, Wei terpaksa harus menguburkan mayatnya secara pantas. Soalnya, pemerintah akan membiarkan mayat temuannya membusuk tanpa melakukan apapun. Wei mengatakan apa yang dia lakukan bukan semata-mata karena uang, tapi karena alasan lebih pribadi. Dia pun berkisah. Pekerjaan ini, kata Wei, bermula dari usahanya untuk mencari anaknya sendiri, yang tenggelam di Sungai Kuning. “Anak saya tenggelam di sungai ini dan saya tidak dapat menemukan mayatnya. Sangat menyakitkan. Itu sebabnya saya melakukan pekerjaan ini,” ujar Wei. Putra Wei sampai sekarang belum ditemukan. (BBC)