Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Tuesday, November 6, 2012

Ini Dia Alasan Presiden SBY Beri Gelar Pahlawan Bung Kepada Soekarno-Hatta


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan gelar pahlawan nasional kepada Presiden dan Wakil Presiden pertama RI Soekarno-Hatta. Gelar pahlawan nasional kepada dua bapak proklamator itu dilakukan di Istana Negara, Hari ini, Rabu (7/11/2012). Penghargaan gelar pahlawan ini diterima pihak keluarga Soekarno diwakili Guntur Soekarnoputra, sementara pihak keluarga Muhammad Hatta diwakili oleh Meutia Hatta.

Dalam sambutannya, Presiden SBY memaparkan alasannya memberikan gelar pahlawan nasional kepada dua tokoh bangsa itu.

"Pada hari ini, selaku Presiden dan mewakili atas nama pemerintah dan negara, atas dasar syukur dan hormat menganugerahkan Bapak Soekarno dan Bapak Muhammad Hatta yang lebih lekat di hati kita dengan panggilan Bung Karno dan Bung Hatta. Keduanya adalah putra-putra terbaik bangsa yang telah mendarmabaktikan hidupnya untuk mewujudkan Indonesia merdeka," ujar Presiden Yudhoyono, Rabu, di Istana Negara.

Presiden melanjutkan, sosok Bung Karno dan Bung Hatta adalah lambang dan sumber inspirasi perjuangan seluruh bangsa Indonesia di seluruh pelosok negeri. "Mereka pula adalah tokoh yang membangkitkan dan menyatukan bangsa untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan dengan tetes darah, harta dan jiwa. Perjuangan ini terus terpatri di lubuk hati paling dalam," kata Presiden Yudhoyono.

Selain itu, Presiden juga menyoroti sosok Bung Karno dan Bung Hatta yang berperan penting dalam menciptakan gagasan dan pemikiran bangsa yang akhirnya dijadikan menjadi landasan konsititusional Republik Indonesia yakni Undang-undang Dasar 1945.

"Gagasan tentang Indonesia yang tengah diwujudkan pada banyak pemikiran merupakan pesona yang tidak mudah dibandingkan," ujar Presiden.

Perjuangan Bung Karno dan Bung Hatta, lanjut Presiden, juga mencerminkan cita-cita besar rakyat Indonesia. Keduanya telah mengantarkan bangsa ini memiliki gagasan besar seperti ideologi Indonesia, sistem kerayatan, koperasi, dan lainnya.

"Mereka sumber atas keagungan cita-cita bangsa, yang secara bersama mereka menjadi sumber abadi yang memelihara ingaran kolektif kita sebagai bangsa walaupun berbeda tapi sudah bertekad untuk bersatu dalam sangsaka Merah Putih," ujar Presiden.(Kompas.com)

Saturday, November 3, 2012

Ini Dia Latar Belakang Terjadinya Bentrok Dua Desa di Lampung

gempuranberita.Blogspot.com :Pihak keluarga gadis yang diduga menjadi korban pelecehan sehingga memicu bentrokan antarwarga, justru menyesalkan sampai terjadi bentrok warga Desa Agom, Kalianda dan sekitarnya dengan Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan.

"Kami sangat menyesalkan kejadian ini, urusan yang seharusnya bisa diselesaikan antar keluarga, malah jadi runyam, kita semua dirugikan akibat bentrok ini," kata Rohaimi (60), ayah gadis yang disebut-sebut sebagai korban tindakan pelecehan seksual, saat ditemui Antara kediamannya Desa Agom, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Sabtu.

Peristiwa dialami kedua gadis itu, kemudian menyebarluas sebagai tindak pelecehan seksual, diduga memicu amarah massa sehingga berkumpul dan melakukan penyerangan hingga bentrokan berdarah tak terhindarkan lagi.

Rohaimi mengaku terkejut dengan pemberitaan media massa yang menurutnya justru makin memperuncing keadaan.

Ia menuturkan, awal mula kejadian, anak gadisnya itu bersama keponakannya yang juga wanita, berangkat ke Pasar Desa Patok di Kecamatan Waypanji untuk membeli sesuatu.

"Saat dalam perjalanan, menurut anak saya, ada sekitar 10 pemuda yang menggunakan sepeda mengganggunya hingga dia terjatuh karena satu sepeda menghadang motor yang dinaiki kedua gadis itu," ujar dia.

Selebihnya, karena kondisi korban luka-luka saat dibawa berobat ke bidan kampung setempat, disarankan agar kedua gadis tersebut dirawat di rumah sakit terdekat.

"Yang namanya masuk rumah sakit perlu biaya, jadi saya rundingan sama lurah setempat, untuk menemui pihak keluarga pemuda dari kampung tetangga untuk mempertanggungjawabkan biaya pengobatan anak saya dan keponakan itu," kata dia.

Dia juga menegaskan, tidak ada pengakuan dari anak gadisnya itu bahwa dia telah menjadi korban yang mendapatkan perlakuan pelecehan seksual.

"Saya menyesalkan kejadian ini, mengapa hal sepele seperti itu bisa menjadi besar. Bukan saya gembira, kalau pertanggungjawaban itu sepakat saya sudah senang, tapi kenyataannya menjadi besar seperti ini," kata dia lagi.

Ia mengaku, kini menjadi tidak nyaman menjalankan hari-hari kehidupannya usai konflik antarwarga beberapa desa itu.

Dia semestinya sudah bisa kembali berusaha, menggarap sawah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya, bahkan mencari biaya untuk perawatan anak gadisnya di rumah sakit tersebut.

Namun, justru keadaan menjadi semakin keruh.

"Makanya saya berharap sama media-media ini, terbitkanlah dan mengeluarkan fakta yang sesungguhnya, jangan ditambah-tambah, karena hal itu menambah suasana semakin meruncing," kata dia lagi.

Dia berharap terjalin kembali kerukunan antara warga Balinuraga dan Desa Agom serta daerah sekitarnya seperti sebelumnya.

"Dahulu tidak ada masalah, anak-anak bisa bebas saling melintasi antardesa, bahkan ketika warga dari Balinuraga membeli janur untuk peribadatan mereka, kami mencarikannya, itu tidak ada masalah. Tapi kenapa sekarang seperti ini kejadiannya, sungguh saya sangat menyesalkan," kata dia lagi.( Merdeka.com)

Thursday, November 1, 2012

Ini Dia 10 Inisial Oknum DPR yang diduga Memeras BUMN

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku telah mengantongi sekitar 10 nama Anggota DPR yang pernah meminta ‘upeti’ ke perusahaan plat merah. Namun begitu, Dahlan baru akan membuka identitas mereka jika DPR meminta secara resmi.
‘’Saya punya list-nya, nggak sampai 15, sekitar 10 oranglah,’’ ujar Dahlan saat ditemui di kantor pusat PT Permodalan Nasional Madani (PMN) kemarin.
Setidaknya 10 nama itulah yang diketahui pernah meminta jatah kepada Direksi BUMN. Sayang, Dahlan menolak mengungkapkan nama-nama oknum anggota DPR yang bertindak seperti preman Senayan itu.

Sehari sebelumnya, Dahlan mengaku sudah menanyai satu-persatu Direksi BUMN, dan ternyata banyak yang pernah 'dipalak' oknum anggota DPR. Dia mengaku siap membuka nama-nama oknum anggota DPR itu kalau diminta resmi oleh DPR. ‘’Saya sebut saja itu oknum DPR, meskipun mungkin jumlahnya banyak,’’ katanya sambil tersenyum.

Dia menilai, aksi oknum anggota DPR itu sudah tidak tahu malu karena tega meminta BUMN yang tidak memiliki uang. Lucunya, oknum anggota DPR itu bahkan memberi alternatif lain.
‘’Vendor (rekanan BUMN) saja yang bayar, nanti baru BUMN bayar ke vendor. Jadi oknum itu ngajari Direksi. Itu kan menunjukkan kalau dia ngebet banget dapet uang,’’ cetusnya.
Sementara itu, disaat hubungan BUMN dan DPR memanas, kemarin beredar pesan singkat (SMS) yang berisi inisial nama-nama anggota DPR yang pernah memeras BUMN. Namun Dahlan membantah jika informasi itu datang dari BUMN. ‘’Nggak mungkinlah BUMN yang menyebarkan itu. Nggak usah ditanggapi yang begitu,’’ tegas Dahlan singkat.

SMS gelap yang beredar tersebut menyebutkan 18 inisial anggota DPR yang dianggap melakukan pemerasan terhadap BUMN. Isi SMS tersebut adalah : ‘’Ini Inisial Anggota DPR RI yang memeras BUMN: AK, IM, SN, NW, BS (Golkar) PM, EV, CK (PDIP) AR, IR, SUR (PKS) FA (HANURA) ALM, NAS, (PAN) JA, SG, MJ (PD) MUZ (GERINDRA) Info: Humas BUMN.’’
Kepala Humas Kementerian BUMN, Faisal Halimi langsung membantah keras SMS yang isinya menyebutkan inisial oknum anggota DPR tersebut.

‘’Humas (BUMN) tidak pernah menyebar inisial nama anggota dewan pemeras BUMN termauk fraksinya. Itu nggak benar, kita nggak pernah menyebarkan SMS,’’ katanya
SMS gelap ini bahkan telah sampai ke Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima, yang langsung menelepon dirinya untuk meminta klarifikasi.
‘’Aria Bima menelepon saya mendapat SMS yang menyampaikan bahwa Humas BUMN mengeluarkan nama dan inisial itu. Kami (Humas BUMN) kaget dan shock. Kita nggak pernah mengeluarkan daftar seperti itu,’’ tukasnya
Humas BUMN, Rudi Rusli menilai SMS itu hanya untuk memperkeruh hubungan dengan DPR. Dia menegaskan bahwa informasi itu tidak benar.

‘’Itu SMS rumor atau SMS gelap. Masak nulisnya Humas BUMN, bukan Humas Kementerian BUMN. Nggak ngerti juga si pembuat SMS gelap itu nama instansi Kementerian BUMN,’’ jelasnya.
Terpisah, Fraksi Partai Demokrat (F-PD) di DPR, mendukung penuh upaya Dahlan Iskan untuk mengungkap oknum DPR pemeras BUMN. Termasuk, tiga orang kader partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu yang diduga terlibat.

Ketua F-PD, Nurhayati Ali Assegaf mengatakan tidak akan melindungi kadernya jika benar-benar terlibat dalam pemerasan. ‘’Kami akan dukung Dahlan Iskan untuk mengungkapkan setuntas-tuntasnya masalah ini. Kalau memang ada oknum dari DPR, sebutkan dan jelaskan,’’ kata Nurhayati kepada wartawan, di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (30/10).
Dia menegaskan, sekarang ini sudah era keterbukaan. Karenanya, Nurhayati mendorong Dahlan Iskan sebutkan saja nama-nama oknum Anggota DPR itu. ‘’Kalau perlu lapor langsung ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),’’ tegasnya.
Dia menambahkan, Dahlan sebagai pembantu presiden tidak perlu berlarut-larut dalam masalah ini. Untuk itu ia berharap Dahlan bisa mengungkap masalah ini supaya tidak menjadi polemik berkepanjangan di publik.

‘’Kasihan masyarakat sudah mendengar yang benar dan yang tidak. Ini sudah menjadi rahasia umum perlu diklarifikasi dengan jelas. Pemerasan (merupakan) tindak pidana harus dilaporkan kepada polisi. Dahlan Iskan harus segera mengungkapkan dan kami mendukung upaya penyehatan dan kebersihan BUMN,’’ ungkap dia.

Saturday, October 27, 2012

Konser NOAH di Makassar, Penjualan Tiket Tembus 95 Persen

Penjualan Tiket NOAH Tembus 95 Persen
Noah Band

BERITA TERKINI, MAKASSAR - Band Noah akan tampil di gedung Celebes Convention Center (CCC), Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad ini. Penjualan tiket menembus angka 95 persen dari tiket yang disiapkan sebanyak 5.500 lembar.

"Penjualan tiket sudah sampai 95 persen. Tetapi, jangan khawatir bagi yang belum mendapatkan tiket. Kami tetap membuka tiket box di venue tempat penyelanggaraan konser," kata Direktur Even Oganizing (EO) Mamex, Endang Palupi, seperti dikutip Antara.

Pihaknya telah menyiapkan tiket 5.500 tiket pada konser Noah dan sudah terjual hingga 95 persen. Selain itu, sebanyak 500 personel kepolisian disiapkan untuk pengamanan.
"Kita mengharapkan agar aman dan terkendali di Makassar seperti konser sebelumnya di kota-kota lainnya. Kita berharap lebih baik," harapnya.

Mengenai persiapan konser, kata dia, penataan tata cahaya atau lighting sudah dipenuhi. Kelengkapan panggung juga telah rampung.

"Kesiapan sudah rampung dan kita harapkan sesuai rencana serta berjalan aman dan terkendali," tambahnya.

Sumber : Republika.online

Monday, October 22, 2012

Shahrukh Khan Bakal Guncang Sentul Convention Center, Bogor Indonesia

Shahrukh Khan Siap Guncang Indonesia
Shahrukh Khan

BERITA TERKINI, JAKARTA  -  Kabar gembira bagi pecinta penggemar aktor Shahrukh Khan (SRK). Bintang film Kuch-kuch Hota Hai itu berencana akan menggelar konser di Sentul Convention Center, Bogor pada 8 Desember mendatang.

SRK kali ini akan akan diboyong oleh MD Entertainment. ''Setelah proses negosiasi yang cukup panjang, akhirnya saya bisa membawa Shahrukh Khan ke Jakarta, Indonesia,'' kata Manoj Punjabi, Produser MD Entertainment saat jumpa wartawan pada Senin (22/10) di studio MD Entertainment di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Manoj megaku tidak mudah untuk mendatangkan artis sekelas SRK ini. ''Apalagi dia bukanlah penyanyi namun aktor. SRK bukan seperti JLo atau Maroon 5. Jadwalnya juga padat sekali. Pagi datang kemudian show dan langsung balik lagi ke India,'' katanya.

Manoj memperkirakan akan terjadi kejutan-kejutan dalam konser SRK itu. ''Melihat dari karakter SRK yang spontan tampaknya akan banyak kejutan,'' katanya.

Pihak MD entertainment sendiri akan menggandeng JAVA Musikindo yang akan bertindak sebagai promotor dalam konser tersebut. ''Ini sebuah tantangan baru buat Java yang selama ini menggelar konser-konser band artis asal Amerika dan Inggris,'' kata CEO Java Musikindo, Adrie Subono.

Seperti konsernya di Indonesia pada 2003 lalu, pemain film 'My Name is Khan' ini kembali akan membawa penyanyi dan artis lain, yakni Prety Zinta dan Bipasha Bashu. Penampilannya juga diprediksi akan semakin semarak dengan kehadiran para penari latar berjumlah sekitar 20 orang.

Konser akan berlangsung sekitar dua hingga dua setengah jam namun Manoj belum bisa memastikan berapa banyak lagu yang akan dinyanyikan oleh SRK. ''Kalau untuk lagu apa saja dan berapa lagu belum diputuskan masih menunggu manajemennya, kata Manoj.

SRK merupakan aktor serbabisa asal India yang telah membintangi sekitar 77 film yang sukses tidak hanya di India tapi juga di dunia. Filmnya yang berjudul 'My Name is Khan' meraih sukses di banyak negara serta berhasil menyabet penghargaan seperti Berlin Film Festival.

Sumber : Republika.online

Friday, October 19, 2012

Kapal Perang AS USS Green Bay Lepas Jangkar di Bali

Kapal Perang AS Lego Jangkar di Bali
Kapal Perang AS USS Howard

BERITA TERKINI, SELAT BADUNG -- Satu kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Green Bay (LPD-20) lepas jangkar di perairan laut Selat Badung, Bali. Kapal tersebut singgah setelah dalam misi pelayarannya di kawasan Asia Tenggara.

"Kami berada di sini mulai Kamis (18/10) sampai Minggu (21/10) setelah melakukan pelayaran dari Hawai dan Timor Leste," kata Komandan Lapangan USS Green Bay, Letkol Robinson, Jumat.

Kapal pengangkut alat berat dan alat penunjang tempur lainnya itu melakukan misi pelayaran latihan dari "home base-nya" di San Diego, California, AS.

Selain alat berat dan alat penunjang tempur, seperti tank, panser, dan helikopter, kapal berbobot mati 28 ribu ton dengan panjang 208,5 meter dan lebar 39 meter itu juga mengangkut sedikitnya 1.000 personel Angkatan Laut AS.

"Setelah dari Timor Leste, kami menawarkan kepada prajurit mengenai tempat singgah. Mereka sepakat memilih Bali. Pulau ini sangat indah dan mereka baru pertama kali mengunjunginya," katanya didampingi Asisten Bidang Informasi Konjen AS di Surabaya, Markus Wisnu Murti.

Waktu tiga hari di Bali dimanfaatkan awak USS Green Bay untuk mengunjungi tempat-tempat eksotis.

Sebagian personel Angkatan Laut AS sempat melakukan pertandingan sepak bola persahabatan dengan personel Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Denpasar, Jumat pagi.

Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (P) I Wayan Suarjaya menyambut baik kedatangan personel Angkatan Laut AS dalam pasukan USS Green Bay itu.

"Setidaknya mereka sudah membuktikan sendiri bahwa Indonesia, khususnya Bali benar-benar aman," katanya setelah mendapat kesempatan mengunjungi kapal itu.

Ia kagum dengan kekuatan formasi pasukan di dalam kapal jenis 'landing platform dock" atau "amphibious transport dock" itu . "Kita hanya berharap bisa memiliki kapal sebesar itu untuk mendukung tugas operasional pengamanan laut kita yang luas ini," kata Suarjaya.   

Sumber : Republika.online

Ahok : Proyek Pembangunan Monorel Jakarta Dilanjutkan

Ahok Tegaskan Pembangunan Monorel Dilanjutkan
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

BERITA TERKINI, JAKARTA - Wakil Gubernur (wagub) DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan proyek pembangunan monorail di Jakarta yang sempat terhenti akan dilanjutkan. "Pemerintah DKI berkomitmen untuk meneruskan program monorel. Diharapkan Jakarta sudah memiliki monorel pada tiga tahun ke depan," kata Basuki ketika ditemui di Balai Kota, Jakarta, Jumat (19/10).

Dalam pembangunannya, lanjut Basuki, pemerintah DKI akan turut mengajak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). "Oleh karena itu, tadi saya sudah bertemu dengan pihak dari PT Adhi Karya untuk membahas komitmen tersebut (pembangunan monorel)," ujar Basuki.

Selain PT Adhi Karya, menurut Basuki, masih ada sejumlah BUMN lain yang diajak serta, yaitu PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) dan PT Industri Kereta Api (INKA). Basuki mengungkapkan pembangunan proyek monorel dilakukan dengan pola kerja sama konsorsium. PT Adhi Karya bersama dengan Pemda DKI bertindak sebagai pemimpin konsorsium dalam membangun dan menyelesaikan proyek monorel tersebut.

"Pemda DKI sengaja mengajak BUMN dan BUMD untuk membangun Jakarta menjadi smart city, sehingga semuanya akan menggunakan produk dalam negeri," kata Basuki.

Menurut rencana, monorel tersebut akan dibagi menjadi tiga jalur, antara lain Cawang Atas-Senen-Ancol, Cawang Atas-Grogol-Monas dan Tanah Abang-Palmerah-Mega Kuningan-Senayan.

Sumber : Republika.online

Wednesday, October 17, 2012

Jokowi Bekali Ahok dengan Tiga Pesan

Tiga Pesan Jokowi untuk Ahok
Joko Widodo (kiri) dan Basuki Tjahaya Purnama (kanan), diambil sumpah jabatan saat dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD DKI Jakarta di Jakarta, Senin (15/10).

BERITA TERKINI, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama, mengatakan Gubernur Joko Widodo ingin mereka langsung bekerja cepat dalam membenahi permasalahan Jakarta. Jokowi pun menitipkan pesan untuk Ahok.

''Beliau mau kerja kami cepat. Pesan beliau sangat jelas bahwa pertama kami harus lakukan penghematan,'' kata Wagub yang akrab disapa Ahok saat meninjau sejumlah ruangan di Balai Kota, Jakarta, Rabu.
Kedua, lanjut Ahok, mereka harus transparan. Ketiga adalah pelayanan harus dengan standar minimum yang jelas.

Ahok hari ini melakukan pemeriksaan ruangan kerja di gedung Balai Kota Jakarta. Dia memantau kondisi kantor yang rencananya digunakan untuk kantor Kepala Dinas Pemprov DKI Jakarta.
Dalam pemeriksaan tersebut, Ahok berkeliling sembari berkenalan dengan sejumlah staf kantor Pemprov DKI Jakarta.

"Kami tadi sudah dari atap melihat keadaan juga. Kami kemudian turun ke bawah untuk memantau semua ruangan," jelas Ahok.

Sumber : Republika.online

Tuesday, October 16, 2012

Liput Jatuhnya Pesawat Tempur Hawk 200, Aparat TNI AU Aniaya Wartawan

Foto penganiayaan terhadap wartawan oleh Oknum TNI saat meliput jatuhnya pesawat Hawk 200
Foto penganiayaan terhadap wartawan oleh Oknum TNI saat meliput jatuhnya pesawat Hawk 200
BERITA TERKINI - JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marskal TNI Imam Sufaat, mengakui, pelarangan liputan di lokasi jatuhnya pesawat Hawk 200 di Kabupaten Kampar, Riau. Ini karena Hawk 200 yang diproduksi tahun 1980 itu merupakan pesawat tempur. Sayangnya, pelarangan tersebut dinodai dengan kekerasan dan perampasan kamera milik jurnalis.

"Iya, kalau untuk pesawat tempur kan rahasia ya. Kalau misalnya bawa bom, nanti kena bom," kata Imam, di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (16/10/2012).

Selain itu, pesawat tempur yang jatuh tidak boleh diliput agar kerahasiaan pesawat tidak terpublikasikan. "Ada kerahasiaannya juga," jelas dia.

Meski demikian, Imam berjanji akan melakukan penyelidikan internal untuk mengungkap pemukulan tersebut.

Seperti diketahui, wartawan yang meliput kecelakaan pesawat mendapat perlakuan kasar oleh seorang oknum TNI AU di lokasi. Pewarta foto Riau Pos, Didik, adalah salah satunya. Didik langsung didatangi oleh seorang oknum perwira TNI AU. Tanpa basa basi, oknum tersebut memukuli Didik dan merampas kameranya.

Warga di lokasi sempat berteriak dan meminta oknum tersebut menghentikan tindakannya. Aksi koboi oknum tersebut juga disesalkan sejumlah anggota DPR. Tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk premanisme.

Sumber : http://news.okezone.com

Monday, October 15, 2012

Jokowi : Ibu PKK Jangan Gemar bermewah-mewahan

Jokowi: Ibu PKK Jangan Pamer Kemewahan
Pelantikan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Senin (15/10).

BERITA TERKINI, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), menghadiri acara pelantikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) DKI Jakarta masa jabatan 2012-2017. Acara digelar di Balai Kota, Jakarta, Senin (15/10).

Jabatan nomor satu dalam organisasi PKK DKI yang sebelumnya diisi oleh istri mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Tati Fauzi Bowo, kini digantikan oleh istri Gubernur DKI Jakarta Jokowi, Iriana Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi sempat memberikan sambutan. Dia berpesan kepada ibu-ibu PKK ketika mereka melakukan tinjauan ke kampung-kampung. Sebaiknya para anggota PKK tidak pamer kemewahan seperti menggunakan barang-barang impor.

"Ketika berkunjung ke kampung-kampung, jangan bawa-bawa produk impor seperti tas dan sebagainya,'' kata Jokowi. ''Saya tidak senang itu. Karena, produk dalam negeri kita juga tidak kalah bagus."

Sumber : Republika.online

Jokowi Berpesan Pada Sang Istri

Pesan Jokowi untuk Sang Istri
Gubernur terpilih Joko Widodo didampingi istrinya Riana Joko Widodo dan putrinya Kahiyang Ayu di rumah dinasnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Ahad, (14/10).(Adhi Wicaksono)

BERITA TERKINI, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), menghadiri acara pelantikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) DKI Jakarta masa jabatan 2012-2017 pada Senin.

Jabatan nomor satu dalam organisasi PKK DKI yang sebelumnya diisi oleh istri mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Tati Fauzi Bowo, kini digantikan oleh istri Gubernur DKI Jakarta Jokowi, Iriana Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi sempat memberikan sambutan. Dia menginginkan agar kegiatan PKK lebih difokuskan di kawasan-kawasan miskin dan kumuh.

"Kegiatan PKK ke depannya harus sampai di Bukit Duri, Cakung, atau Tebet. Jangan hanya berfokus di Menteng,'' ujar Jokowi. ''Kegiatan PKK harus dipusatkan di kampung, bukan di daerah perkotaan. Para anggota PKK harus lebih sering turun ke lapangan menemui masyarakat."

Saturday, October 13, 2012

Presiden tak Tegas, Peredaran Narkoba Kian Meluas

Presiden tak Tegas, Peredaran Narkoba Meluas
Petugas menata barang bukti saat pemusnahan barang bukti narkoba di Markas Polres Metro Jakarta Barat, Senin (3/9). (Agung Fatma Putra)

BERITA TERKINI, JAKARTA - Peredaran narkoba di Indonesia kian meluas. Hal itu diketahui dari semakin meningkatnya angka pengkonsumsi barang haram tersebut.

Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat angka pecandu narkoba mencapai 3,5 juta jiwa beberapa tahun lalu. Namun, saat ini sudah mencapai 3,8 juta jiwa. Gerakan Nasional anti Narkotika (Granat) bahkan menegaskan pecandu narkoba mencapai lima juta jiwa.

Meningkatnya korban narkoba dinilai karena tidak tegasnya pemerintah, dalam hal ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam memberikan hukuman kepada gembong narkoba.

Sikap SBY yang plintat-plintut menurut Wakil Sekretaris Jenderal DPP Golkar, Ahmad Doli Kurnia, akan bermuara kepada diragukannya keseriusan SBY dalam memberantas narkoba.

Masyarakat, kata Dolo, sebagai akar rumput semakin merasakan dampaknya sudah ada kartel-kartel kecil yang merajalela mengedarkan narkoba. Tidak heran bila kemudian angka pengkonsumsi narkoba semakin merajalela.

Doli mengatakan hal ini membahayakan jika SBY terus-menerus diam. Menurutnya akan semakin banyak korban konsumsi narkoba akibat tidak tegasnya pemerintah terhadap kejahatan ini. 

Mantan Ketua Umum KNPI ini menyatakan SBY harus memiliki langkah kongkrit memberantas narkoba. Pertama adalah menindak tegas pengedar dan produsen narkoba tanpa pandang bulu. "Ancaman maksimal seperti yang tertulis dalam UU 35/2009 harus direalisasikan," paparnya saat berbincang dengan ROL, Sabtu (13/10).

Ancaman tersebut berupa hukuman mati. "Tidak hanya sampai vonis, tapi juga eksekusinya," tegas Doli.

Sementara Kejaksaan Agung menurut Doli, harus berani mengeksekusi vonis yang sudah dijatuhkan terhadap para terpidana narkoba. Tindakan tegas seperti itu diperlukan untuk memunculkan kesan Indonesia tidak main-main dalam memberantas narkoba.

"Negara-negara lain di dunia sudah tegas melakukan hal ini. Kita harus bisa lebih tegas dari mereka," jelas Doli mengakhiri.

Sumber : Republika.online

PKS : Beri Grasi Kasus Narkoba, SBY Ingkar Janji

PKS: Beri Grasi Gembong Narkoba, Presiden SBY Ingkar
Presiden SBY

BERITA TERKINI, JAKARTA -- Kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang telah memberikan grasi bagi para gembong narkoba disesalkan anggota DPR dari Fraksi PKS, Indra. "Apa pun alasanya seharusnya tidak boleh ada kompromi bagi para bandar/gembong narkoba. Apalagi dalam kasus Deni dan Ola," kata Indra, dalam pesan singkatnya di Jakarta, Ahad (12/10).

Mahkamah Agung (MA) mengungkapkan pembatalan hukuman mati Deni Setia Maharwan alias Rapi Muhammad Majid, sindikat narkoba yang menjadi perantara narkoba golongan satu, karena grasi yang diajukan kepada Presiden dikabulkan.

Grasi oleh Presiden ini juga diberikan kepada kelompoknya Deni yang namanya Melika Pranola alias Ola alias Tania, di mana keduanya dibatalkan dari hukuman mati menjadi hukuman seumur hidup.
Menurut Indra, kebijakan grasi ini seharus memperhatikan pertimbangan dan pendapat MA yang menyatakan tidak terdapat cukup alasan untuk memberikan grasi kepada mereka dan telah mengusulkan agar permohonan grasi itu ditolak.

"Pemberian grasi memang merupakan hak Presiden seperti diatur di dalam UUD 1945 pasal 14 ayat 1. Namun tentunya hak istimewa tersebat harus digunakan secara bijak dan tepat," kata Indra.
Anggota DPR ini juga mempertanyakan alasan Presiden mau memberikan grasi kepada gembong narkoba.

"Dari catatan saya setidak-tidaknya sudah empat gembong narkoba yang mendapatkan grasi dari SBY, yakni Corby, Peter, Deni, dan Ola," ungkapnya.

Indra berharap Presiden sebaiknya memberikan penjelasan kepada publik, mengapa grasi tersebut diberikan kepada gembong narkoba.

"Karena bagaimanapun grasi tersebut tentunya melukai rasa keadilan masyarakat. Bayangkan saja, narkoba yang daya rusaknya lebih berbahaya dari pada korupsi dan terorisme, dan para bandar narkoba tersebut yang jelas-jelas telah merusak jutaan anak bangsa dan generasi penerus bangsa ini diberikan pengampunan (grasi)," katanya.

Indra juga mengatakan bahwa pemberian grasi kepada narapidana kasus narkoba tersebut, merupakan bentuk pengingkaran atau inkonsistensi Presiden SBY atas ucapannya sendiri.

"Saat Presiden memberikan sambutan dalam peringatan Hari Anti-Narkoba Internasional yang diselenggarakan di Istana Negara, pada 2006 silam, SBY menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan mengampuni narapidana kasus narkoba dan tidak akan memberi toleransi kepada para pembuat dan pengedar narkoba. Namun nyatanya SBY setidak-tidaknya telah memberikan grasi kepada empat narapidana kasus narkoba," bebernya.

Sumber : Republika.online

Presiden SBY Dinilai 'Plintat-Plintut' soal Kasus Narkoba

Presiden SBY Dinilai Makin 'Plintat-Plintut'
Pidato Presiden SBY di Sidang Umum PBB

BERITA TERKINI, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) semakin labil alias inkonsisten.

Pernyataan Bambang terkait sikap dan pendirian dalam perang melawan jaringan kejahatan narkoba di dalam negeri yang 'plintat-plintut'. Terbukti sejumlah tahanan berat narkoba menerima grasi.

Padahal dalam pidatonya pada Peringatan Hari Anti Narkoba, SBY menyatakan berkomitmen dan pihaknya bakal berperang melawan narkoba. Bahkan SBY menyebut tidak ada cerita pemberian pengampunan bagi mereka yang terjerat narkoba.

"Anehnya sekarang Presiden ingkari ucapannya," ujarnya saat berbincang dengan ROL, Sabtu (13/10).

Pemberian grasi kepada kepada sejumlah gembong narkoba seperti Schapelle Corby, Deni Setia Maharwan, serta Melika Pranola alias Ola oleh Presiden SBY menimbulkan tanda tanya publik.

"Presiden ingkar dengan apa yang diucapkannya sendiri," ujar Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia ke-21, Yusril Ihza Mahendra dalam sambungan telepon, Jumat (12/10).

Sumber : Republika.online

Kebijakan Grasi Kasus Narkoba Oleh SBY Dinilai Mengancam Generasi Muda

Presiden Dinilai Mengancam Generasi Muda
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

BERITA TERKINI, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai belum memiliki langkah kongkrit dalam pemberantasan narkoba di Indonesia. Hal ini mengakibatkan semakin leluasanya peredaran gelap narkoba di tanah air.

Karena sikap SBY yang 'plintat-plintut' tersebut, tak sedikit generasi muda bangsa akhirnya menjadi korban narkoba. 

"Kalau dibiarkan maka semakin terlihat SBY mengancam generasi muda bangsa ini," kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP Golkar, Ahmad Doli Kurnia, kepada ROL, Sabtu (13/10).

Dalam dua tahun terakhir SBY memberikan grasi kepada empat narapidana kasus narkoba. Yakni, kepada Merika Pranola alias Ola alias Tania, Deni Setia Maharwan alias Rapi Mohammed Majid, Schapelle Leigh Corby, dan Peter Achim Franz Grobmann.

Grasi kepada Ola diberikan SBY melalui Keppres Nomor 7/G/2012 yang mengubah hukuman mati kepada Deni menjadi hukuman seumur hidup. Keputusan itu ditandatangani pada 25 Januari 2012.

Sebelumnya, Presiden mengabulkan grasi Deni melalui Keppres Nomor 35/G/20122 yang ditandatangani 26 September 2011. Satu lagi grasi yang diberikan SBY kepada narapidana kasus narkoba adalah warga negara Australia, Schapelle Leigh Corby. Grasi diberikan melalui Keppres Nomor 22/G Tahun 2012 yang diterbitkan 15 Mei 2012.

Grasi juga diberikan kepada terpidana kasus narkoba asal Jerman Peter Achim Franz Grobmann (53). Keputusan grasi yang diajukan terpidana kasus pemilikan ganja asal Jerman, Peter tertuang dalam Keputusan Presiden (keppres) soal grasi bernomor 23/G Tahun 2012. Grasi kepada Ola dan Deni baru terungkap sekarang ini melalui Mahkamah Agung. Begitu pun pemberian grasi kepada Corby, awal terungkap bukan melalui istana namun melalui media massa Australia.

Selain pemberian grasi, sudah terjadi juga pergantian vonis mati terhadap pengedar dan produsen narkoba, seperti yang dialami terpidana peredaran gelap narkoba, Hanky Gunawan. Ia divonis 15 tahun pada tingkat PK. Padahal di tingkat kasasi dia divonis hukuman mati. 

"Ini semakin menunjukkan tidak ada komitmen serius memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya," jelas Doli.

Sumber : Republika.online

Monday, October 8, 2012

Pidato Lengkap SBY Soal Konflik KPK vs Polri

tribunnews.com
Presiden SBY angkat bicara terkait kisruh antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri. Sejumlah solusi disampaikan SBY untuk menengahi pertikaian itu agar tidak berlarut-larut.
Berikut ini pidato lengkap SBY pada Senin (8/10/2012):

Bismillahirrahmanirrahim.
Saudara-saudara, seluruh rakyat Indonesia di manapun saudara berada, pada malam hari ini saya ingin memberikan penjelasan yang hari-hari terakhir ini menjadi perhatian masyarakat luas. Yaitu perbedaan pandangan atau perselisihan antara pihak Polri dengan pihak KPK di dalam menjalankan tugas bersamanya, menegakkan hukum utamanya memberantas korupsi.

Kemudian dampaknya telah sama-sama kita rasakan. Oleh karena itu, saya pandang perlu sekali lagi untuk memberikan penjelasan pada malam hari ini. Kita masih ingat bahwa dulu pernah ada perselisihan antara KPK dengan Polri, ketika juga ada perbedaan pendapat antara Pak Susno dan Pak Bibit dan Pak Chandra. Sedangkan hari-hari ini situasnya berkembang ke arah yang tidak sehat.

Penjelasan ini juga saya perlukan agar ketika saya harus kembali turun tangan, rakyat bisa mengerti mengapa saya harus melakukan langkah itu. Kita mengetahui bahwa sebenarnya pihak Polri dan KPK berusaha menyelesaikan perbedaan pandangan itu merujuk pada UU dan Mou, atau nota kesepakatan. Tetapi, tidak bisa dicapai kesepakatan yang bulat. Sungguhpun demikian, saya terus terang sangat berhati-hati jika harus memasuki wilayah di mana KPK sedang bekerja. Mengapa saudara-saudara? Isunya pasti akan menjadi sensitif, dikira presiden mempengaruhi KPK.

Sekaligus pada kesempatan yang baik ini saya ingin meluruskan karena sejumlah SMS yang saya terima 2 hari lalu sampai hari ini ada yang beranggapan KPK itu di bawah presiden. Tidak. KPK adalah wilyah independen. Lima pimpinan KPK dipilih DPR RI, dan calon-calon kpk itu diseleksi oleh tim independen. Ini saya sampaikan agar tidak ada salah pengertian bahwa KPK-Polri di bawah presiden.

Kemarin Mensesneg telah berikan penjelasan. Penjelasan itu diperlukan karena saya mengikuti kegaduhan di sosial media dan SMS yang masuk ke tempat saya yang seolah-olah presiden diam saja, tidak melakukan apa-apa pada dinamika yang berakhir pada minggu ini.

Saya ingin jelaskan hari ini, tanggal 5 Oktober saya memanggil Kapolri untuk memberikan arahan untuk mengatasi perselisihan polri kpk itu. Pertemuan itu tentu sebelum terjadi insiden 5 Oktober malam hari di KPK. Setelah terjadinya insiden apa yang dilakukan Polri terhadap anggota polisi sebagai komisaris KPK Kompol Novel Baswedan, esoknya saya juga bekerja.

Waktu itu lewat Menko Polhukam saya berikan, ada Kapolri bisa bertemu pada pimpinan KPK pada hari Minggunya. Segera bertemu, agar terjadi solusi yang baik. Tapi tidak bertemu karena pimpinan KPK sedang berada di luar kota. Oleh karena itu saya setujui atas permintaan mereka karena ada sejumlah hal yang akan disampaikan kepada saya.

Saya tadi pagi juga setuju atas permintaan KPK agar Mensesneg memfasilitasi pertemuan Kapolri dan KPK. Dan alhamdulilah tadi siang saya sendiri telah bertemu dua pimpinan KPK, Abraham dan Bambang Widjojanto, dengan Kapolri didampingi Mensesneg. Pertemuan harus saya katakan berjalan baik dan konstruktif.

Saudara-saudara, penjelasan yang ingin saya sampaikan malah hari ini, saudara-saudara kami rakyat Indonesia bisa memahami duduk persoalan ini dan bisa memahami apa kebijakan, solusi dan tindakan lebih lanjut yang harapan saya bisa dijalankan bersama-sama oleh kepolisian, KPK dan kita semua. Dengan pengantar itu penjelasan ini akan saya sampaikan dalam 4 hal utama.

1. Saya akan merespons apa yang disuarakan akhir-akhir ini, apa tuntutan masyarakat agar presiden mengambil alih persolan ini.

2. Saya akan jelaskan dan sekaligus nanti solusi apa yang saya tempuh berkaitan masalah Polri dan KPK.

3. Ini kesempatan yang baik untuk sampaikan posisi dan pendapat saya terhadap pemikiran untuk melakukan revisi terhadap UU KPK.

4. Saya tutup penjelasan saya malam hari ini dengan lima kesimpulan utama yang juga merupakan solusi dan langkah ke depan yang harus dilaksanakan.
Pertama, kapan presiden harus ambil alih dalam penegakan hukum. Selama ini saya ambil dalam penegakan hukum. Peran presiden yang paling tepat adalah menengahi dan memediasi agar permasalahan itu bisa diatasi.

Saya pernah menengahi ketika ada perselisihan antara lain KPK dengan MA, itu sekitar tahun 2006, BPK dengan MA tahun 2007, KPK dan Polri tahun 2009. Tetapi Presiden tidak bisa mengintervensi apa yang dilakukan penegak hukum dalam menangani UU yang bukan kewenangan presiden.

Hal yang sama dalam menangani kewenangan penyidik itu juga berlaku bagi Jaksa Agung, KPK, kecuali ada kewenangan yang diatur dalam UU. Saudara tahu bahwa kewenangan yang diberikan presiden ada 4, yaitu pemberian grasi dan amnesti dan abolisi dengan mendengarkan DPR.

Permasalahan ini menyangkut permasalah KPK-Polri merupakan yang kedua kalinya. Saya ingat perselisihan KPK dengan lembaga yang lain dan saya ikut memediasinya. Ini yang ketiga kalinya.
Saya tidak pernah melakukan pembiaran atau melakukan mediasi. Tetapi harus dihindari presiden terlalu sering untuk ursusan penegakan hukum ini.

Lima tahun lalu saya punya inisiatif untuk pemberantasan korupsi, banyak yang kritik saya itu tidak tepat karena itu mencampuri penegakan hukum. Empat tahun lalu saya membuka antara Jaksa Agung, Polri, dan kembali saya disebut memasuki wilyah yang bukan wilayah saya.

Jika menyangkut sinergi dan koordinasi antara Polri dan KPK dan bahkan Kejaksaan Agung, sudah ada UU yang mengatur baik dalam KUHP, KUHAP maupun UU KPK. Juga sudah ada MoU antara KPK dan Polri dan juga Kejaksaan Agung. Jika MoU yang ada sekarang ini kurang memadai dan kurang tegas, silakan diperbaharui, utamanya mengenai penyidikan dan KPK mengambil alih dan bagaimana caranya mengambil alih itu. Semuanya harus mengarlir dalam UU KPK yang sekarang ini.

Saya ingin masuk dalam inti permasalahan apa yang terjadi KPK dan Polri serta solusi serperti apa yang harus dijalankan. Ada perbedaan pandangan:

1. Pandangan siapa yang menangani persoalan simulator SIM

2. Penanganan personel penyidik KPK dari Polri

3. Insiden tanggal 5 Oktober seputar rencana elemen Polri untuk menegakkan hukum atas seorang perwira polri yang diduga melanggar hukum beberapa tahun lalu.

Tiga hal itulah yang akan saya respons dan solusi jalan keluarnya.

1. Kasus simulator SIM.
Saya ingin jelaskan setlah ada perselisihan KPK-Polri setelah kasus simulator SIM, kepada saya dilaporkan kepada Polri setelah pertemuan Polri-KPK disepakati bahwa Irjen Djoko Susilo ditangani KPK sedangkan sisanya ditangani Polri. Ternyata sikap pada KPK kepada publik tidak seperti itu.
Itulah sebabnya saat berpuka puasa bersama di Polri dan saya bertemu pimpinan KPK dan Polri kepada beliau berdua, sesuai UU dan MoU bisa lakuan kerja sama yang konstruktif agar kasus simulator itu bisa dilaksanakan dengan efektif dan tuntas.

Pasca pertemuan itu dalam pelaksanaan penuntasan yang melibatkan KPK dan Polri dilibatkan kerja sama sebaik-baiknya termasuk saling membantu satu sama lain. Di luar itu Menko Polhukam juga terus bekerja untuk menengahi perselisihan dalam kasus itu. Dalam menjalankan roda pemerintahan itu ada sistem dan aturannya. Tentu tidak semua ditangani presiden. Ada menteri, ada lembaga kementrian, di daerah ada gubernur dan wali kota dan sebagainya. Mereka juga memiliki tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.

Kembali pada isu ini, tampaknya koordinasi dan sinkronisasi itu tidak berjalan baik. Oleh karena itu solusi yang kita tempuh adalah penanganan korupsi kepada Djoko Susilo ditangani oleh satu lembaga yaitu KPK, karena kalau ada penuntutan pejabat yang melakukan itu akan dituntut bersama. Ini juga sesuai UU 30/2002 tentang KPK pasal 50.

Tetapi kalau ada kasus pengadaan barang di Polri saya dukung diselesaikan di Polri, saya katakan Polri juga akan melakukan penertiban pengadaan barang di Polri. Dalam hal ini saya ucapkan terimakasih kepada Polri yang melakukan penuh dan ini menunjukkan Polri serius menangani kasus ini.

2. Menyangkut perbedaan pandangan antara Polri dan KPK berkaitan dengn penugasan perwira Polri di KPK. Aturan yang berlaku adalah peraturan pemerintah pasal 5 ayat 3 bahwa masa penugasan pegawai negeri paling lama 4 tahun dan dapat diperpanjang 1 kali, saya ketahui penyidik itu harus mengikuti alih penugasan, tour of duty, ini berlaku bagi setiap perwira polri apalagi mereka yang di KPK personel yang baik sehingga tumbuh menjadi pejabat-pejabat di teras Polri.

Di sisi lain, hal itu tidak baik karena hal itu terlau cepat sehingga menghambat tugas-tugas penyidikan. Misalnya akan melakukan alih status menjadi penyidik KPK dalam arti harus berhenti dari Polri itu ada aturannya. Peraturan alih status ini juga berlaku bagi TNI dan penugasan lain. Bahkan alih status untuk perwira tinggi perizinannya hinga tingkat presiden.

Solusi yang ditempuh adalah kita akan keluarkan peraturan baru, bahwa penyidik Polri ke KPK selama 4 tahun dan bisa diperpanjang asal ada persetujuan Kapolri, misalnya. Tetapi jika hal demikian tetap dianggap tetap memutus efektivitas KPK, maka anggota tersebut diberikan kesempatan untuk alih status. Tidak dibenarkan secara sepihak KPK memberhentikan penyidik itu karena mereka terikat UU dan etika kepolisian. Sebaliknya pula Polri tidak menarik penyidik tersebut tanpa persetujuan dari KPK. Oleh karena itu, dalam hal ini saya akan keluarkan peraturan pemerintah yang tepat baik untuk KPK dan baik untuk Polri berkenaan kebijakan tugas personel Polri untuk mengemban tugas bagi penyidik. Itu isu kedua bagi KPK.

3. Solusi penegakan hukum Polri Kombes Novel yang sekarang menjadi penyidik KPK. Insiden itu terjadi pada tanggal 5 Oktober 2012 dan hal itu sangat saya sesalkan. Saya juga menyesalkan berkembangnya berita yang simpang siur demikian sehingga muncul masalah politik yang baru.

Jika KPK dan Polri bisa jelaskan penjelasan yang jujur dan jelas, maka masalahnya tidak menjadi luas seperti ini. Terhadap hal ini saya telah berikan pendapat terhadap pertemuan tadi siang yang saya pimpin.
Tapi saya akan sampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia, agar seluruh situasi diletakkan secara menyeluruh diletakkan dalam konteks yang benar.

Kalau kita merujuk pada UUD 45 semua warga negara sama kedudukannya di dalam hukum. Sehingga bila terbukti ada kejahatan yang terbukti oleh WNI mestilah hukum itu ditegakkan, apakah itu dia presiden, anggota Polri, anggota DPR, anggota KPK, wartawan, TNI dan siapa pun. Kesamaan kedudukannya dalam hukum dengan pemahaman konstitusi maka jika ada anggota KPK melakukan pelanggaran hukum, tidak boleh dikatakan kriminilisasi KPK.

Laporan yang saya terima dugaan pelanggaran hukum terhadap anggota Polri di KPK tidak terkait tugasnya sebagai penyidik KPK, tetapi terjadi 8 tahun yang lalu. Di dalam hukum semuanya harus merujuk secara baik dalam hukum dan UU yang berlaku. Jangan misalnya ada anggota Polri yang melaksanakan tugas untuk melakukan penyidikan kasus SIM tersebut, tidak boleh. Sebaliknya, ada anggota yang divonis dilihat sebagai upaya kriminilisasi KPK.

Menurut pandangan saya sangat tidak tepat kalau ada proses Komisari Polisi Novel Baswedan sekarang ini, timingnya tidak tepat dan pendekatan dan caranya juga tidak tepat. Itu pandangan saya, dan kira-kira solusi menyangkut tiga hal yang juga merupakan perselisihan KPK-Polri.

Berikut ini saya akan sampaikan pendapat saya dan pandangan saya mengenai revisi UU KPK. Saya berpendapat peraturan untuk merevisi UU harus dilandasi niat baik. Jika DPR memiliki pemikiran revisi ini, mesti dijelaskan apa dan mengapa itu harus direvisi.

Terhadap masyarakat dan aktivis, sebaiknya juga bersedia mendengarkan itu jangan itu divonis seolah-olah memperlemah KPK. Setelah mendengarkan DPR, masyarakat luas, dan aktivis bisa menyampaikan pandanganya bisa setuju atau tidak setuju. Namun perlu diketahui bahwa konstitusi diperlukan untuk menyusun UU jika setelah UU itu diterbitkan masih terbuka masyarakat luas menyatakan ketidaksetujuannya, terhadap MK untuk apakah UU itu bertentangan UUD. MK juga tunduk pada aturan lain, bahwa UU itu diuji apakah bertentangan dengan UUD.

Sehubungan dengan itu semua, pandangan saya terhadap DPR untuk revisi UU KPK sebagai berikut, prinsip dasar saya tetap sama pada tahun 2009, saat waktu itu ada wacana peranan KPK. Saya tidak setuju dan menolak setiap upaya untuk memperlemah KPK. Sampai saat ini saya tidak tahu konsep seperti apa DPR mau merevisi UU KPK itu.

Jika revisi itu untuk memperkuat KPK tentu saya sesuai ketentuan UU dalam posisi yang siap untuk membahasnya. Di tengah realitas sulitnya memberantas korupsi saat ini, adalah kita harus tingkatkan intensitas pemberantasan korupsi dan bukan mengendorkannya.

Di satu sisi kita berharap pada KPK untuk menjadi motor KPK dalam pemeberantasan korupsi. Di sisi lain kita juga berharap pada Polri dan kejaksaan. Terhadap rakyat menyangkut pengadilan pemberantasan korupsi ini saya berharap untuk dijadikan cambuk dan semangat untuk penyelesaian pemberantasan korupsi di lembaga masing-masing. Saya mendukung seluruh upaya KPK dan menolak untuk melemahkan KPK.

Harus dikatakan bahwa penyelesaian KPK saat ini kurang tepat ketimbang bekerja sama di dalam. Menurut saya kritik itu perlu didengar, dan jika didengar itu akan meningkatkan kerja KPK yang sudah baik saat ini.
Sebagaimana saya sampaikan pada pidato saya 16 agustus lalu saya sampaikan lagi terima kasih pada KPK dan harapan saya agar seluruh penegak hukum untuk bekerja baik dan tidak bekerja tidak sehat untuk selesaikan kasus korupsi, bukan menghambat dan menutupinya. Banyak yang telah kita capai selama ini, marilah momentum sejarah ini tidak kita sia-siakan. Dan aset negara jangan sampai bocor. Kembali kepada revisi UU KPK atas situasi yang terjadi di Tanah Air, menurut pendapat saya lebih baik kita menggiatkan pemberantasan korupsi dan meningkatkan sinergi lagi agar lebih berhasil lagi upaya kita memberantas korupsi daripada perhatian energi kita terkuras untuk melakukan untuk revisi UU KPK.

Saudara-saudara, dengan penjelasan yang telah saya sampaikan tadi, saya akan akhiri dengan kesimpulan utama yang tentunya juga berupa solusi dan langkah-langkah yang mesti kita laksanakan ke depan.

1. Penanganan hukum dugaan korupsi simulator SIM yang melibatkan Irjen Djoko Susilo agar ditangani KPK dan tidak pecah. Polri menangani kasus-kasus lain yang tidak terkait langsung.

2. Keingingan Polri untuk melakukan proses hukum terhadap Kombes Novel Baswedan saya pandang tidak tepat baik dari segi timing maupun caranya.

3. Perselisihan yang menyangkut waktu penugasan penyidik Polri yang bertugas di KPK perlu diatur kembali dan akan saya tuangkan dalam peraturan pemerintah, saya berharap nantinya teknis pelaksanaan juga diatur dalam MoU antara KPK dan Polri.

4. Rencana revisi UU KPK sepanjang untuk memperkuat dan tidak untuk memperlemah KPK sebenarnya dimungkinkan. Tetapi saya pandang kurang tepat untuk dilakukan sekarang ini. Lebih baik kita tingkatkan sinergi dan intensitas semua upaya pemberantasan korupsi.

5. Saya berharap agar KPK dan Polri dapat memperbarui MoU-nya dan kemudian dipatuhi dan dijalankan serta dilakukan sinergi sehingga peristiwa seperti ini tidak terus berulang di masa depan. Saya mencatat banyak peristiwa di mas lalu yang baik antara Polri dan KPK. Contohnya kerja sama mencari dan menemukan tersangka korupsi yang kabur ke luar negeri berhasil dengan baik sinerginya dan dan kerja samanya.

Sementara Polri juga mencatat prestasi di sejumlah bidang misalnya pemberantasan terorisme, kejatan narkotika dan kejahatan jalanan. Juga prestasi pengamanan dan pengaturan kegiatan nasional mudik Lebaran dan peringatan hari-hari besar yang lain. Semangat, energi dan kinerja seperti ini saya yakini dapat dijadikan modal untuk bersinergi dengan KPK untuk melaksanakan tugas memberantas korupsi.
Ini akan menjadi keputsusan saya dan akan menjadi solusi dalam pertemuan siang tadi. Demikian.

Sumber  : http://news.fimadani.com/read/2012/10/09/pidato-lengkap-presiden-ri-mengenai-konflik-kpk-vs-polri/#.UHNr-mSl4O0.facebook

Sunday, October 7, 2012

Ini Dia Kronologis Kasus Novel Versi KPK

gempuranberita.Blogspot.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membentuk tim investigasi yang menelusuri sejauh mana keterlibatan penyidiknya, Komisaris Novel Baswedan, dalam kasus dugaan penganiayaan berat tersangka pencurian sarang burung walet seperti yang dituduhkan Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu.

Dari penelusuran tim tersebut, KPK menemukan sejumlah fakta mengenai kasus itu yang berbeda dengan kepolisian. Juru Bicara KPK Johan Budi, dalam konferensi pers, Minggu (7/10/2012) malam, mengatakan, hasil investigasi sementara menemukan bahwa peristiwa dugaan penganiayaan seperti yang dituduhkan Polri itu terjadi pada Februari 2004.

Saat kejadian itu, kata Johan, Novel yang ketika itu menjabat Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bengkulu sedang berada di kantornya. "Malam kejadian, sekitar Februari 2004 itu sedang berada di kantor Kasat Reskrim saat itu," jelas Johan.
Malam itu, lanjut Johan, Novel mendapat laporan dari anak buahnya yang mengatakan ada pencurian sarang burung walet di Bengkulu. Novel pun menindaklanjuti informasi tersebut dan mengirim anak buahnya ke tempat kejadian perkara (TKP). "Selaku Kasat, Novel yang bertanggung jawab atas apa yang dilakukan anak buahnya," ujar Johan.
Dari informasi anak buah Novel di TKP, diketahui kalau si pelaku pencurian sarang burung walet itu terjebak di dalam gedung dan hampir diamuk massa. Novel pun, lanjut Johan, memerintahkan anak buahnya untuk mengamankan tersangka itu dari amukan massa tersebut. "Lalu tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolresta Bengkulu," kata Johan.

Kemudian, katanya, dari hasil pemeriksaan sementara terhadap para tersangka, tim yang dibentuk Novel melakukan pengembangan perkara dengan membawa tersangka ke lokasi perkara, di sebuah bangunan di dekat pantai. Pada saat tersangka dibawa ke sana, kata Johan, terjadi kekisruhan. "Kemudian enam tersangka itu mengalami luka tembak," katanya.
Terhadap kejadian itu, Novel pun mendapat laporan dari anak buahnya. Novel kemudian memerintahkan anak buahnya membawa tersangka yang terluka itu ke rumah sakit terdekat. "Keesokan harinya, dari enam ini, ada satu yang meninggal dunia," tambah Johan.

Selanjutnya, peristiwa pencurian sarang burung walet itu dilanjutkan hingga proses persidangan. Sementara terkait insiden kericuhan yang mengakibatkan enam pencuri ini ditembak, penyidik dari Reserse Kriminal Mapolres Bengkulu dan Polda Bengkulu melakukan penyelidikan dan pemeriksaan kode etik terhadap penyidik-penyidik yang diduga melakukan penembakan tersebut.
"Nah, saudara Novel selaku Kasat Serse waktu itu ikut tanggung jawab. Novel juga dilakukan pemeriksaan kode etik karena dia Kasat Reskrim-nya," ucap Johan.
Dari hasil pemeriksaan kode etik tersebut, Novel pun dikenai sanksi berupa teguran. Setelah insiden itu, Novel masih dipercaya sebagai Kasat Reskrim di Polres Bengkulu hingga Oktober 2005. Baru pada 2006 Novel bergabung dengan KPK sebagai penyidik.

"Dia juga diusut dan sudah ada keputusan, dua teguran, sehingga jabatan Kasat Reskrim itu masih dijabat Novel sampai Oktober 2005, bahkan Novel lulus seleksi di pendidikan PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian) Jakarta," ungkap Johan.
"Perlu disampaikan ini hasil investigasi kita terhadap sangkaan yang disampaikan Polri. Tim kita sudah turun beberapa waktu lalu mencari informasi-informasi," tambah Johan.
Namun, lanjutnya, yang terjadi sekarang polisi membuat laporan pengaduan masyarakat terhadap Novel. Laporan tersebut, menurut KPK, dibuat pada 1 Oktober 2012 atau empat hari sebelum Polda Bengkulu menggeruduk Gedung KPK untuk menangkap Novel.
"Baru beberapa waktu lalu laporan terhadap saudara Novel yang terjadi delapan tahun silam, dibuat 1 Oktober dengan nomor laporan 1285/11/2012/SPKT," ungkap Johan. Laporan inilah yang dijadikan Polda Bengkulu sebagai dasar penyidikan kasus Novel.

Direktur Kriminal Umum Polda Bengkulu Komisaris Besar Dedy Irianto sebelumnya mengatakan bahwa kasus delapan tahun yang menimpa Novel itu diusut karena ada laporan masyarakat. "Ada laporan keberatan dari masyarakat. Kapan saja bisa kami proses sepanjang belum kedaluwarsa," katanya, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, Polda Bengkulu menerima laporan dari tersangka yang menjadi korban penembakan delapan tahun silam itu. Kepolisian juga mengklaim telah menerima laporan dari korban tersebut pada Agustus lalu. Sumber : Kompas.com

Thursday, September 27, 2012

Amin Rais : Mahasiswa Contohlah Mahatir-Ahmadinejad

'Mahasiswa Contohlah Mahatir-Ahmadinejad'
Amien Rais

BERITA TERKINI, YOGYAKARTA - Mantan ketua MPR RI Amien Rais meminta mahasiswa untuk lebih berjiwa pemberani. Amien berharap mahasiswa Indonesia bisa mencontoh tokoh-tokoh bangsa yang berani.

"Lihatlah Bung Karno, Bung Hatta, Mahatir Mohammad dan Mahmoud Ahmadinejad mereka tokoh-tokoh bangsa yang berani," ujar Amien dalam Kuliah Umum mahasiswa baru program studi Teknik Lingklungan FTSP Universitas Islam Indonesia (UII), Sleman, Kamis (27/9).

Mahasiswa juga harus memupuk nasionalismenya demi kemerdekaan Indonesia yang sudah diraih. Walaupun kemerdekaan telah diraih dan kedaulatan telah didapatkan, saat ini, Indonesia tetap masih dijajah bangsa lain. Meski formatnya yang berbeda namun menghasilkan masalah yang sama yaitu hilangnya kedaulatan ekonomi.

"Ini dibuktikan dari bangsa ini yang tetap tergantung dan menggantungkan diri pada kekuatan asing," katanya.

Masalah tersebut tidak hanya dapat membuat melemahnya kekuatan ekonomi bangsa Indonesia. "Namun secara tidak langsung mempengaruhi melemahnya kedaulatan politik, diplomatik, pertahanan, dan militer Indonesia,” tukasnya.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/jawa-tengah-diy-nasional/12/09/27/mazugz-mahasiswa-contohlah-mahatirahmadinejad

Wednesday, September 26, 2012

Ini Dia Kronologis Tabrakan Maut Kapal Ferry dengan Tengker di Selat Sunda

Tabrakan maut antara KM Ferry Bahuga Jaya dengan Kapal Tengker.  Humas PT ASDP Indonesia Ferry Mario S Utomo mengatakan, kejadian itu terjadi sekira pukul 04.48 WIB.

“KM Bahuga Jaya saat itu berangkat dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni sekira pukul 03.00 WIB. Lalu kita dapat informasi tabrakan sekira pukul 04.48 WIB di dekat Pulau Rimau Balak, Lampung Selatan,” kata Mario kepada Okezone, Rabu (26/9/2012).

Sekira pukul 05.30, lanjutnya, kapal sudah dalam keadaaan miring. Bala bantuan pun dikirimkan untuk melakukan evakuasi. Mario juga mengatakan diperkirakan kini kapal tersebut sudah tenggelam.

Mario mengatakan, kecelakaan ini murni karena tabrakan. Namun dia belum bisa menyimpulkan adanya dugaan kelalaian faktor manusia. “Dugaannya mungkin karena ada masalah teknis, namun kita belum dapat kabar lagi karena itu hubungannya dengan nahokda,” jelas dia.

Dalam kapal tersebut, tercatat dalam manifesnya 12 orang penumpang dan 78 kendaraan yang meliputi kendaraan roda dua dan roda empat serta truk. Namun untuk korban jiwa masih belum terdata seluruhnya. “Untuk para korban kita masih belum tahu keberadaannya,” jelas dia.

Sumber : Okezone

Thursday, September 20, 2012

Hasil Pilkada DKI Quick Count Jokowi Unggul Sementara

Sejumlah lembaga yang melakukan hitung cepat pasca pemungutan suara dalam pemilihan gubernur Jakarta mengunggulkan posisi pasangan Joko Widodo-Basuki Purnama (Jokowi-Ahok) sebagai pemenang.

 Indobarometer yang menyelenggarakan hitung cepat dengan stasiun televisi Metro TV hingga sekitar pukul 14.15 telah menyelesaikan hitungan untuk 50% suara dengan perolehan masing-masing 45%-54% untuk keunggulan Jokowi-Ahok dari pesaingnya Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara).

 Hitung cepat lain dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia, yang sudah mencapai 61% responden dengan posisi 44%-55% juga untuk keunggulan Jokowi-Ahok. Padahal dalam survei menjelang pemilihan gubernur putaran kedua yang baru diumumkan akhir pekan lalu, posisi dua pasangan kandidat hampir berimbang.

"Penambahan atau pengurangan satu persen suara pemilih saja sudah cukup untuk satu calon mengalahkan rivalnya," kata Direktur LSI, Kuskrido Dodi Ambardi kepada Dewi Safitri dari BBC. Dalam survei yang sama, LSI menyebut hilangnya suara sekitar 10% pemilih yang belum menentukan siapa yang akan dipilih. "Sekitar 10% suara inilah yang akan menentukan siapa yang besok (hari ini) menang," tambah Dodi. Hitung cepat lain dilakukan oleh harian Kompas yang menggunggulkan posisi Jokowi dengan 54% banding 46% untuk kubu Foke. Masing-masing calon telah menyebutkan akan langsung memberi tanggapan terhadap jalannya pemilihan gubernur hari ini petang hari nanti. Hasil resmi penghitungan suara akan diumumkan oleh KPUD Jakarta pada 1 Oktober mendatang.