Showing posts with label Iran. Show all posts
Showing posts with label Iran. Show all posts

Wednesday, November 21, 2012

Sanksi Internasional Tak Memberi Efektif Apapun terhadap Iran

Sanksi Internasional Gak Ngaruh untuk Iran
Fasilitas nuklir Iran

BERITA TERKINI, PARIS -- Sanksi terhadap nuklir Iran ternyata tak berimbas apapun kepada Negeri Mullah tersebut. Hal itu dijelaskan Kepala Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Yukiya Amano di Paris, Prancis, Selasa (20/11) kemarin.

"Kami sudah memverifikasi kegiatan nuklir Iran di beberapa tempat di Iran. Sebagaimana kita saksikan, sanksi Internasional itu tidak memberi efek apapun," jelas Amano seperti disitat arabnews.com, Rabu (21/11).

Amerika Serikat, Israel dan antek-anteknya resah atas pergerakan Iran yang terus memperkaya reaktor nuklirnya. Namun, meski terus dikecam Iran tetap meneruskan program nuklirnya.

"Mereka (Iran) memproduksi uranium yang dengan kecepatan lima hingga 20 persen. Kecepatan itu cukup konstan," sebut Amano.

Amano menjelaskan, lima persen uranium murni sudah dapat digunakan sebagai pembangkit listrik, 20 persen bisa dijadikan untuk tujuan medis. Jika terus dilanjutkan dan dikelola lebih baik lagi dengan proses yang relatif mudah, hal tersebut bisa berujung pada pembuatan senjata yang sangat berbahaya.

Enam bulan yang lalu, Dewan Keamanan PBB telah mendesak Iran menghentikan pengayaan semua program nuklirnya. Iran juga telah melewati empat putaran sanksi.

Sumber : Republika.online

Wednesday, November 14, 2012

Iran Uji Coba Hovercraft Peluncur Drone & Rudal Buatan dalam Negeri

Iran Sesumbar Produksi Sendiri Hovercraft Peluncur Drone & Rudal
Hovercraft Iran yang diklaim Teheran diproduksi sendiri negara itu.

BERITA TERKINI, Pernyataan peralatan perang Iran selalu menarik untuk diikuti. Beberapa contoh, beberapa rangkaian latihan militer Iran digelar pekan ini dan para Mullah memamerkan sejumlah hovercraft--kapal berbantalan udara yang bisa meluncurkan misil dan drone, begitulah klaim Teheran.

Hovercraft, dijuluki Tondar (atau Guruh), menjadi sorotan utama latihan yang dilaporkan menghadirkan pula drone, jet tempur dan sekitar 8 ribu tentara untuk disebar di timur negara itu. Menurut kantor berita Iran, hovercraft itu didesain untuk 'dalam operasi penyerangan di misi amfibi jarak menengah' dan pertahanan asimeteris.

Pernyataan itu diucapkan oleh Menteri Pertahanan Iran, Ahmad Vahidi saat mengumumkan keberadaan hovercraft pada Ahad. Selain itu ada versi untuk mengangkut tentara yang masih belum diungkap ke publik. Teheran juga mengklaim seluruh hovercraft asli buatan Iran.

Tak hanya itu, Tehran juga menguji coba sistem antiudara buatan Rusia, S-200, yang menjadi salah satu sasaran AS, jika sewaktu-waktu Presiden Obama menginstruksikan penyerangan terhadap program nuklir Iran.

Kemudian Iran mengetes pula sistem pertahanan rudal, bernama 'Mersad' atau "Sergapan", yang diklaim kantor berita negara dapat mengunci pesawat musuh dalam jarak 80 km dan menghancurkan mereka dari 50 kilometer, bersama dengan dua misil lain termasuk misil altitude rendah bernama "Ya Zahra 3", yang juga disebut sebagai sepenuhnya asli produksi Iran dan didesain untuk memenuhi kebutuhan internal, demikian Farzas Esmaili kepada kantor berita negara.

Namun satu yang tak pernah diungkap yakni apakah senjata-senjata yang dipamerkan pekan ini benar-benar baru, atau sekedar diperbarui. Militer Iran oleh pengamat luar cenderung dianggap sering sesumbar mengenai perangkat keras militer produksi domestik, meski Tehran, faktanya selama berdekade bergantung kepada peralatan berusia beberapa dekade dari AS dan mengimport senjata dari Rusia dan Cina.

Tapi media Iran secara rutin sesumber mengenai senjata adalah 100 persen produksi dalam negeri.
Teheran, menurut sejumlah media menginginkan dunia percaya negara mampu mencukupi kebutuhan militernya sendiri dan sanksi terhadap nuklir Iran bukanlah hal besar. Pekan lalu juga pilot Iran menembak drone AS, MQ-1 Predator meski luput.

Namun Teheran tetap menggunakan kesempatan itu untuk mengumumkan bahwa negara itu mampu "memberi respon menghancurkan bentuk agresi musuh apa pun dalam waktu singkat dengan pukulan sekuat mungkin,"

Sumber : Republika.online

Iran Gantung Tiga Pelaku Pemerkosaan di Depan Umum

Iran Gantung Tiga Pemerkosa di Depan Umum
Bendera Iran

BERITA TERKINI, TEHERAN - Tiga pemerkosa digantung di depan umum di Kota Arak, Iran tengah. Demikian dilaporkan Kantor Berita setengah resmi, ISNA, Rabu (14/11).

Ketiga terpidana itu telah memperkosa seorang gadis muda setelah membawa dia sebagai penumpang di Arak dan membawanya ke rumah salah seorang pemerkosa.

Mereka digantung di salah satu lapangan di Arak dengan disaksikan oleh banyak orang pada Rabu pagi, kata ISNA sebagaimana dilaporkan Xinhua.

Pelaku kejahatan termasuk penyelundupan narkotika, pembunuhan, zina, perkosaan dan perampokan bersenjata diancam hukuman mati di Iran.

Sumber : Republika.online

Mencari Solusi Konflik Suriah, Iran akan Gelar Dialog dengan Oposisi Suriah

Iran Gelar Dialog dengan Oposisi Suriah
Iran dan suriah

BERITA TERKINI, DUBAI  -  Iran yang selama ini bersekutu dengan rezim Suriah Bashar Al-Assad akan menggelar dialog dengan pihak oposisi Suriah. Negara Syiah tersebut akan menjadi tuan rumah dalam pertemuan dialog nasional Suriah pekan depan.

Kantor Berita Iran, IRNA, mengabarkan, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir Abdollahian, mengumumkan rencana tersebut pada Selasa (13/11). Menurutnya, pertemuan yang digelar selama sehari tersebut bertujuan mencari solusi konflik Suriah.

"Slogan pertemuan ini akan mengusung 'tidak untuk kekerasan, iya untuk demokrasi'," ujarnya.

Beberapa kelompok oposisi akan diundang dalam pertemuan. Pihak pemerintah Assad pun akan turut menggelar dialog.

"Selain perwakilan dari beragam kelompok etnis, partai politik, kelompok minoritas dan oposisi, juga akan ada wakil dari pemerintah pada pertemuan tersebut," kata Abdollahian.

Meskipun demikian, Iran tak menyebutkan rincian pertemuan tersebut. Pertemuan tersebut akan menjadi tugas berat Iran mengingat oposisi Suriah menolak keras dialog dengan Assad.

Terkait Koalisi Nasional Suriah yang baru terbentuk pun pihak Iran tak menyebutkan apakah akan hadir dalam pertemuan di Teheran tersebut atau tidak.

Setelah diminta pihak AS dan Arab, oposisi bersatu membentuk koalisi baru dan menyatukan pandangan serta membangun kekuatan di pengasingan. Koalisi Oposisi Suriah terbentuk dengan pemimpin Mouaz Al-Khatib.

Sebelumnya dikabarkan, Liga Arab menyambut positif terbentuknya koalisi oposisi, namun belum terjadi kesepakatan di dalam internal organisasi.

Liga Arab masih ragu-ragu menyatakan dukungan mengingat beberapa negara Arab masih memilih bersekutu dengan rezim Bashar Al-Assad. Negara Arab yang belum mengakui koalisi oposisi tersebut diantaranya Irak dan Aljazair.

Sumber : Republika.online

Monday, November 12, 2012

Tak Mau disalahkan, AS Pernah Larang Ilmuwannya Tinjau Situs Nuklir Iran

AS Pernah Larang Ilmuwannya Kunjungi Situs Nuklir Iran
Bendera Iran

BERITA TERKINI, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) mencegah sekelompok ilmuwannya untuk mengunjungi situs nuklir Iran. Hal itu terkait undangan resmi pemerintah Iran pada 14 tahun yang lalu. Demikian laporan terbaru mengungkapkan Senin (12/11).

The Inter Press Service (IPS) dalam sebuah artikel oleh Gareth Porter menulis pada 1998 dan masa jabatan presiden AS, Bill Clinton, Pentagon melarang delegasi terkemuka spesialis nuklir untuk melakukan perjalanan ke Iran menyelidiki program nuklir negara itu. Undangan itu resmi atas inisiatif pemerintah presiden Iran waktu itu, Mohammad Khatami.

Pentagon bahkan menawarkan opsi untuk menyertakan satu atau lebih ilmuwan pilihannya sendiri. Pentagon menyodorkan Dr Behrad Nakhai, seorang ilmuwan nuklir Iran yang berada di Amerika Serikat dan akan bertugas mengatur kunjungan tersebut.

Nakhai mengunjungi AS setelah menyelesaikan SMA-nya di Iran dan mendapat gelar PhD di bidang teknik nuklir dari Universitas Tennessee pada 1979. Kini dia menjadi ilmuwan peneliti di Oak Ridge National Laboratory.

"Pentagon melarang kunjungan tim ahli nuklir tersebut karena tidak ingin melemahkan argumen AS yang menuduh Iran adalah ancaman," sebut IPS, seperti dilaporkan Islamtimes.

"Tawaran yang diprakarsai Iran adalah inisiatif pemerintah Khatami yang paling menjanjikan untuk mengupayakan mencairnya hubungan AS-Iran," tambah laporan itu.

Pemerintahan Bill Clinton menuduh Iran ingin menciptakan senjata nuklir tanpa didasari data intelijen mengenai program nuklir. Tuduhan itu hanya berdasarkan bahwa Iran akan menggunakan pengayaan uranium untuk senjata nuklir bukan untuk kepentingan sipil.

Undangan Iran itu datang setelah wawancara Khatami dengan CNN, Christiane Amanpour pada Januari 1998. Khatami meminta untuk menghancurkan dinding ketidakpercayaan antara Amerika Serikat dan Iran. Dia juga menyerukan masyarakat AS untuk melakukan pertukaran profesor, penulis, sarjana, seniman, wartawan dan wisatawan.

Permintaan Khatami itu ditolak secara umum oleh Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei.

Meskipun delegasi ilmuwan tidak akan menemukan fakta-fakta pembuatan senjata nuklir, kunjungan itu semestinya bisa mengantisipasi pembangunan fasilitas konversi dan pengayaan uranium. Juga bisa menganalisa apakah program nuklir Iran memang ditujukan untuk kepentingan sipil atau tidak.

Misi pengiriman ilmuwan dan ahli nuklir itu mungkin telah menentang garis pemerintahan Clinton terkait ancaman senjata nuklir Iran. Nakhai percaya Pentagon ingin melindungi garis itu. "Mereka telah mengetahui bahwa program nuklir akan berguna untuk menekan Iran," katanya. "Mereka tidak ingin ada tekanan itu berkurang," tutupnya.

Sumber : Republika.online

Ahmadinejad: Keamanan dan Kestabilan adalah Prasyarat Bagi Kemajuan, Kesejahteraan dan Kemakmuran Negara

Ahmadinejad: Iran Pantas Nikmati Kesejahteraan
Mahmoud Ahmadinejad

BERITA TERKINI - Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad, mengatakan negaranya laik menikmati kemajuan, kesejahteraan dan kemakmuran.

Pernyataan itu dilontarkan Ahmadinejad dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Pemerintah Wilayah Kurdistan Irak, Nechirvan Idris Barzani, yang sedang berkunjung ke Teheran.

Seperti disadur dari IRNA-OANA, Ahmadinejad menegaskan keamanan dan kestabilan adalah prasyarat bagi kemajuan nasional. Saat merujuk kepada hubungan bersejarah dan erat antara Iran dan Irak, Ahmadinejad mengatakan kerja sama bilateral dapat lebih ditingkatkan dengan mengaktifkan semua potensi antara kedua negara.

"Iran sepenuhnya mendukung proses kemajuan dan penegakan keamanan di Irak," ujar Ahmadinejad menegaskan.

Dalam pertemuan itu Barzani memuji memuji dukungan Iran bagi kemajuan dan keutuhan wilayah Irak.
Nechirvan Idris Barzani menekankan Baghdad bertekad akan meningkatkan hubungan politiknya dengan Teheran.

Sumber : Republika.online

Sunday, November 11, 2012

Pakar Militer Barat: Israel akan Kehilangan 20% Pesawat Tempurnya jika berani Serang Iran

Pakar Militer Barat: 'Israel tak Mampu Hancurkan Nuklir Iran'
Fasilitas nuklir Iran

BERITA TERKINI, TEHERAN -- Para pakar militer Barat mengatakan serangan konvensional rezim Zionis Israel terhadap fasilitas nuklir Iran akan gagal. Hanya serangan nuklir yang dapat menghancurkan instalasi nuklir negara itu.

Sunday Times mengutip para ahli Barat menyebutkan bahwa fasilitas nuklir Fordow Iran kebal terhadap setiap serangan udara konvensional. Karena, lokasinya jauh di bawah tanah.

Menurut para pakar itu, Israel hanya mempunyai dua opsi untuk menghancurkan instalasi nuklir Fordow. Pertama, Israel dapat melakukannya dengan mengerahkan pasukan khusus. Cara kedua adalah rudal balistik yang dilengkapi dengan hulu ledak nuklir taktis.

Sebelumnya, para ahli telah memperingatkan bahwa Israel akan kehilangan 20 persen dari pesawatnya jika menggelar serangan udara konvensional terhadap fasilitas nuklir Iran.

Pada 4 November, laporan Ynetnews mengungkapkan bahwa serangan Israel terhadap Iran yang direncanakan pada 2010 terpaksa digagalkan. Itu karena keraguan Tel Aviv terkait kemampuan militernya sendiri dan adanya penentangan dari internal.

Sumber : Republika.online

Wednesday, November 7, 2012

Iran : Amerika Serikat Jangan berfikir dapat Memeras Iran di Meja Perundingan

'AS tak Bisa Memeras Iran di Meja Perundingan'
Fasilitas nuklir Iran

BERITA TERKINI, TEHERAN - Kepala Kehakiman Iran, Ayatollah Sadeq Amoli Larijani menegaskan para pejabat AS tidak boleh berpikir bahwa mereka dapat memeras Iran di meja perundingan.

"Tidak mudah menjalin hubungan dengan AS setelah semua tekanan dan kejahatan dilakukan AS pada rakyat Iran. Hubungan tersebut tidak mungkin dibangun dalam tempo semalam," kata Larijani di Teheran, Rabu (7/11), seperti diberitakan Kantor Berita Fars.

"Orang-orang Amerika tidak seharusnya membayangkan bahwa mereka dapat memeras negara kita dengan duduk di meja perundingan dengan Iran," tuturnya.

Sementara, Amoli Larijani mencatat kemungkinan pembicaraan bilateral antara Teheran dan Washington, dan mengatakan perundingan dengan Iran akan menguntungkan AS. "... AS akan jadi bijaksana hanya ketika berhasil memperoleh kepercayaan Iran", tambahnya.

Amerika Serikat dan Iran memutuskan hubungan diplomatik sejak April 1980, setelah mahasiswa Iran merebut pusat spionase Amerika Serikat di kedutaan besarnya di Teheran. Hubungan kedua negara sejak saat itu tegang.

Teheran menghadapi berbagai sanksi Washington setelah Revolusi Islam 1979 berhasil menggulingkan raja boneka AS yang telah lama berkuasa di negara itu.

Hubungan kedua negara kian memburuk menyusul kemajuan Iran di bidang teknologi nuklir sipil. Washington dan sekutu Baratnya menuduh Iran mencoba mengembangkan senjata nuklir dengan kedok program nuklir sipil, sementara mereka tidak pernah menyajikan bukti nyata untuk mendukung tuduhannya.

Iran membantah tuduhan itu dan bersikeras bahwa program nuklirnya adalah untuk tujuan damai. Teheran menekankan bahwa negaranya selalu mengejar jalur sipil untuk menyediakan bahan bakar penduduk Iran yang terus tumbuh karena bahan bakar fosil akhirnya akan habis.

Juga selama peristiwa pasca pemilu terakhir di Iran, para pejabat Iran menemukan sejumlah dokumen serta serangkaian pengakuan yang menunjukkan bahwa AS berupaya menyalakan kerusuhan di negara itu.

Sumber : Republika.online

Iran : Kami Siap Dialog dengan AS, Hingga kedasar Neraka Sekalipun dengan Syarat.!

Iran Siap Diskusi dengan AS, Meski di Neraka Sekalipun
Bendera Iran

BERITA TERKINI, - Iran menyatakan keterbukannya melakukan diskusi dengan Amerika Serikat terkait program nuklir dan hubungan diplomatik keduanya.

Sekretaris Dewan Hak Asasi Manusia Iran, Mohammad Javad Larijani mengatakan, Iran selalu siap dengan negosiasi kapanpun dan dimanapun, bahkan di "bagian paling dasar neraka sekalipun".

Namun begitu, Larijani, yang juga penasihat tertinggi Iran mensyaratkan perundingan harus bebas dari tekanan, keadilan serta saling menghormati satu dengan lainnya.

"Neegosiasi dibawah tekanan dengan AS tidak akan pernah kami terima," kata Larijani, seperti dilaporkan Fars News Agency, dikutip dari al-arabiya.

Ia mengatakan, segala bentuk perundingan dengan Barat juga harus memwakili kepentingan Iran, dan semua perundingan harus mendapat persetujuan dari Ayatollah Seyed Ali Khamenei.

Iran dan Amerika Serikat memutuskan hubungan diplomatik mereka pada April 1980 setelah mahasiswa Iran masuk ke kedutaan AS dan menawan staf diplomatik selama 444 hari.

"Hubungan dengan AS tidak mudah dan setelah semua tekanan AS dan kejahatan terhadap rakyat Iran, hubungan tersebut tidak mungkun (dapat dibangun) dalam satu malam," demikian Larijani.

Sumber : Republika.online

Monday, November 5, 2012

Israel Selalu Batal Serang Iran karena Tak Percaya Diri

Tak 'PD' dengan Kekuatan Militer, Israel Batal Serang Iran
PM Israel Benjamin Netanyahu

BERITA TERKINI, - Satu laporan terbaru menunjukkan bahwa Israel pernah merencanakan serang Iran pada tahun 2010. Namun serangan itu kemudian dibatalkan menyusul keraguan Tel Aviv atas kemampuan militernya.

Laporan itu dibuat oleh seorang jurnalis investigasi, Ilana Dayan, yang ditayangkan di saluran berita Israel. Laporan yang merupakan teaser dari satu film dokumenter milik Dayan itu menyebutkan, pada tahun 2010 Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Menteri Urusan Militer Ehud Mubarak dan beberapa menteri lain mengadakan pertemuan.

Dalam pertemuan Perdana Menteri Israel meminta untuk mempersiapkan serangan pada fasilitas nuklir Iran. Netanyahu meminta mantan Ketua Angkatan Tahanan Pertahanan Israel, Gabi Ashkenazi untuk mengatur sistem P-plus, yang berarti operasi segera dilakukan.

"Namun akhirnya di saat terakhir, pada kenyataannya, kemampuan (militer) tidak mumpuni," kata Barak dalam teaser film dokumenter itu, dikutip dari Press TV, Selasa (6/11).

Melihat hal itu, Ashkenazi dan Meir Dagan (mantan kepala Mossad yang mundur) berpendapat bahwa Perdana Menteri tidak bisa memutuskan sepihak, dan berpendapat bahwa keputusan seperti itu harus memerlukan konfrimasi dari semua menteri Israel.

Seperti diketahui, Tel Aviv telah berulang kali mengancam Iran dengan serangan militer. Israel mengatakan Iran berusaha menghasilkan bom nuklir.

Berkali-kali juga hal itu dibantah keras oleh Iran.

Sumber : Republika.online

Iran-Suriah Bentuk Poros Utama Lawan Rezim Zionis Israel dan Sekutunya

Iran-Suriah, Poros Utama Lawan Israel
Iran dan suriah

BERITA TERKINI, TEHERAN - Anggota Parlemen Iran, Alaeddin Boroujerdi mengatakan hubungan bilateral antara Iran dan Suriah telah membentuk sebuah poros utama perlawanan terhadap Israel dan sekutunya.

"Selama beberapa tahun terakhir, hubungan Tehran-Damaskus telah berubah menjadi poros utama perlawanan terhadap rezim Zionis dan sekutunya. Poros ini cukup strategis dan efektif mendukung hak-hak kaum muslimin," kata Boroujerdi Senin (5/11), seperti diberitakan Kantor Berita Fars.

Anggota Parlemen yang mengepalai Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Majlis (Parlemen) Iran mengatakan hal tersebut dalam pertemuan dengan Duta Besar Suriah untuk Teheran, Hamed Hassan.

Boroujerdi menyatakan hubungan bilateral antara Iran dan Suriah semakin meluas di bidang ekonomi, politik dan kerjasama regional lainnya. Hal ini telah mempengaruhi perkembangan politik di kawasan Timur Tengah.
Anggota Parlemen Iran itu juga mengatakan Suriah dan Iran selalu mendukung satu sama lain dalam menghadapi kesulitan. Diharapkan, hubungan kedua negara akan lebih kuat di masa depan.

Mengacu pada krisis yang sedang berlangsung di Suriah, Boroujerdi menambahkan, "Kekuatan musuh berusaha mematahkan perlawanan nasional rakyat Suriah dan menghancurkan identitas nasional Suriah." Meski demikian, Anggota Parlemen Iran itu yakin kemenangan akhir akan diraih Suriah.

Sementara Dubes Suriah, Hamed Hassan mengatakan Suriah akan menghancurkan teroris dengan tekad yang sama ketika menghadapi rezim Zionis.

Sumber : Republika.online  

Iran: AS dan Israel Sokong Oposisi Bersenjata Suriah

Iran: AS dan Israel Dukung Kelompok Bersenjata Suriah
Tank Suriah

BERITA TERKINI, JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Arab dan Afrika, Hussein Amir Abdullahian, mengatakan peristiwa terkini di Suriah dapat disimpulkan sebagai intervensi asing, yang memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok bersenjata.

Dalam hal ini, Amerika Serikat dan Israel memberikan dorongan untuk melakukan pembantaian terhadap rakyat Suriah, dan penargetan pemerintah Suriah dalam upaya menghilangkan perlawanan.

Dalam satu pernyataan pada Senin, Abdullahian mengatakan bahwa Suriah membuat kemajuan dalam memerangi terorisme (sebutan pemerintah Suriah terhadap pemberontak bersenjata) dan mencegah intervensi asing serta mencapai reformasi politik.

Wakil menlu Iran itu memperingatkan konsekuensi bencana transfer krisis di Suriah ke negara-negara tetangga berkaitan dengan keamanan kawasan.

Abdullahian menggarisbawahi inisiatif Iran dan upaya Utusan PBB untuk Suriah, Lakhdar Brahimi, dan menambahkan bahwa Iran memiliki niat serius untuk bekerja meluncurkan dialog nasional antara wakil-wakil dari semua spektrum rakyat Suriah setelah menghentikan kekerasan sepenuhnya untuk membantu mencapai keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut.

Sumber : Republika.online

Netanyahu: Saya Tentu Siap Tekan Tombol Serang Iran Jika Perlu

Netanyahu: Israel Siap Serang Iran Bila Diperlukan
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, diperkirakan menang lagi dalam pemilu Israel yang dipercepat kali ini.

BERITA TERKINI, JERUSALEM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan ia siap memerintahkan serangan terhadap fasilitas-fasilitas nuklir Iran jika situasi tak terelakkan. "Saya tentu siap menekan tombol bagi serangan itu jika perlu," kata Netanyahu dalam satu wawancara yang disiarkan televisi Saluran Dua, Senin (5/11).

"Saya mengharapkan hal itu tidak akan terjadi. Dalam keputusan terakhir, tanggung jawab terletak pada perdana menteri dan selama saya menjadi perdana menteri, Iran tidak akan memiliki bom atom," katanya. "Jika tidak ada jalan lain Israel siap bertindak."

Pernyataan perdana menteri Israel itu diucapkan sehari menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat setelah berulang-ulang desakan yang tidak berhasil dari pemerintahannya terhadap pemerintah Presiden Barack Obama untuk menetapkan "garis merah" yang jelas bagi aksi militer terhadap Iran.

Pernyataan itu juga dibuat setelah televisi Saluran Dua Ahad mengatakan Netanyahu dan Menteri Pertahanan Ehud Barack memberikan perintah tahun 2010 kepada militer untuk mempersiapkan serangan terhadap fasilitas-fasilitas nuklir Iran.

Perintah-perintah itu kemudian dibatalkan karena ditentang kepala staf (waktu itu) Letjen Gabi Ashkenzi dan pemimpin Mossad (waktu itu) Meir Dagan, kata televisi tersebut.

Israel, seperti halnya AS sekutunya, tetap menolak mengesampingkan serangan militer untuk mencegah Iran memiliki kemampuan membuat senjata nuklir.

Iran membantah tuduhan itu dan menegaskan program nuklirnya hanya untuk meningkatkan daya listrik dan keperluan medis.

Netanyahu menegaskan Israel "tidak buru-buru melancarkan perang".
"Jika kita dapat menyelesaikan masalah ini dengan tekanan internasional, maka itu adalah lebih baik... Tetapi kita serius. Ini bukan satu unjuk kekuatan," kata perdana menteri itu.

Sumber : Republika.online

Capai Produksi Minyak Hingga 100 Miliar Ton, Iran Bangun Industri Petrokimia Raksasa

Iran Bangun Industri Petrokimia Raksasa
Kilang minyak Iran.

BERITA TERKINI, TEHERAN -- Iran membangun fasilitas Petrokimia untuk mencapai produksi minyak hingga 100 miliar ton.

Menteri Energi Iran, Rostam Ghasemi, menyatakan kepada Tehran Times, Selasa (6/11), pembangunan tersebut sudah direncanakan dalam masterplan pembangunan Iran 2010-2015.

Sumber gas Iran telah menjadikan industri petrokimia penting bagi negara. Industri tersebut harus dikelola sepenuhnya oleh negara.

Meskipun demikian, bukan berarti perkembangan industri di Iran mengharamkan pendatang dari negara lain. Pada pameran internasional di Iran, tidak kurang dari 70 perusahaan berbagai negara ikut berpartisipasi. Hal ini dinilainya menjadi bukti Iran menjadi sorotan dunia.

Ghasemi menyatakan produksi gas Iran akan mencapai angka 1,4 miliar kubik meter per hari pada Maret 2016 nanti. Saat ini sudah ada kilang gas di Wilayah Assaluyeh, Selatan Iran, sekitar Propinsi Bushehr, yang memproduksi 600 juta kubik meter gas per hari.

Tidak hanya gas, Iran juga mampu memproduksi 400 ribu barel kondensat per hari. Nantinya akan ditingkatkan lagi menjadi satu juta barel per hari pada tahun depan.

Sumber : Republika.online

Sunday, November 4, 2012

Pertama di Dunia, Iran Ciptakan Drone (VTOL) Berkemampuan Lepas Landas dan Landing Vertikal

Iran Ciptakan Drone (VTOL) Pertama di Dunia
Drone Iran

BERITA TERKINI, TEHERAN - Para ahli Iran telah berhasil memproduksi drone (VTOL) yang memiliki kemampuan lepas landas dan landing vertikal pertama di dunia, yang akan diresmikan dalam waktu dekat.
"Pesawat drone buatan Iran ini menggunakan teknologi ultra-canggih dan diproduksi untuk pertama kalinya di dunia", kata Abbas Jam, tim peneliti yang bertugas membangun drone (VTOL), kepada Kantor Berita Mehr, Sabtu (3/11).

Menurutnya, pesawat tak berawak tersebut akan diuji coba pada Sabtu mendatang, (10/11) dan akan dipamerkan pada 31 Januari tahun depan, yang menandai ulang tahun kemenangan Revolusi Islam ke-34. "Drone tersebut tidak memerlukan landasan pacu, dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal," tegasnya.

Sebelumnya, peneliti Iran sudah merancang sebuah pesawat drone anti radar, bernama Liko, dengan kapasitas mampu membawa beban 100 kg dan mampu menjelajah dengan jarak 100 kilometer. Liko juga mampu terbang non-stop selama tiga jam, dan dapat terbang pada ketinggian 16 ribu kaki.

Karrar, merupakan drone berbadan panjang pertama Iran yang diresmikan pada bulan Agustus 2010. Pesawat tak berawak ini mampu membawa roket untuk misi pemboman terhadap sasaran-sasaran darat, terbang jarak jauh dengan kecepatan tinggi, dan mampu mengumpulkan informasi secara detail.
Dalam beberapa tahun terakhir, Iran membuat prestasi besar di sektor pertahanan dan mencapai swasembada peralatan militer.

Sumber : Republika.online
Sumber : Republika.online

Iran : Militer Asing di Teluk Persia Sangat Lemah

Iran: Militer Asing di Teluk Persia Lemah, Bukan Ancaman
Teluk Persia

BERITA TERKINI, TEHERAN - Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayor Jenderal Mohammad Ali Jafari mengatakan keberadaan militer asing yang lemah di kawasan Teluk Persia tidak menimbulkan ancaman bagi Republik Islam Iran.

"Keberadaan militer asing yang lemah di Teluk Persia tidak akan menjadi ancaman bagi Iran, karena keberadaan mereka menunjukkan keputusasaannya," ujarnya di Teheran, Iran, Ahad (4/11), seperti dilaporkan Press TV.

IRGC dan Angkatan Darat Iran, lanjut dia, bertugas membangun keamanan di Teluk Persia. Mengenai sensitivitas dan pentingnya wilayah ini, Ali Jafari mengatakan, untuk menjaga keamanan di Selat Hormuz, AL Iran telah menyebarkan sebagian besar pasukannya di wilayah ini.

Menurutnya, angkatan bersenjata Iran, khususnya Angkatan Laut, memiliki kekuatan unik dan besar di kawasan Teluk Persia. "Karena itu musuh tidak berani mengancam Republik Islam Iran," katanya menegaskan.

Sumber : Republika.online

Iran Resmikan Pangkalan Militer di Tiga Pulau Teluk Persia

Iran Bangun Pangkalan Militer di Pulau Sengketa
Militer Iran

BERITA TERKINI, TEHERAN -- Untuk memperkuat Militer Teheran, Iran meresmikan sebuah pangkalan militer angkatan laut di tiga pulau Teluk Persia, Ahad (4/11). Pulau tersebut adalah Pulau Abu Musa, Greater Tunb Lesser, hingga ke Selat Hormuz.

Seperti dimuat di stasiun TV pemerintah Iran, pulau tersebut masih menjadi sengketa dengan Uni Emirat Arab yang sempat mengkalim pulau tersebut masuk ke wilayah otoritasnya.
Pulau tersebut juga tidak jauh dari jalur cadangan minyak dunia yang dipercaya besarnya mencapai seperlima cadangan minyak dunia.

Pangkalan militer tersebut juga tak jauh dari pelabuhan selatan daratan Iran yaitu dari Bandar-e Lengeh sekitar 1.100 kilometer (700 mil) selatan Teheran.

Panglima angkatan laut Iran, Laksamana Jenderal Ali Fadavi mengatakan beberapa rudal dan peralatan perang angkatan laut telah ditempatkan di sana. Ia mengatakan hal tersebut untuk mematahkan patroli Angkatan Laut AS dan sebagai pembalasan sanksi-sanksi barat atas program nuklirnya.

Iran mengambil kendali dari pulau-pulau yang terletak di Teluk Persia di tahun 1971, setelah pasukan Inggris meninggalkan wilayah tersebut.
Setelah tahun 1992, Uni Emirat mulai mengklaim pulau-pulau di kawasan Teluk Persia di Majelis Umum PBB. Emirat juga mengklaim pendudukan Iran atas pulau-pulau tersebut sudah melanggar hukum internasional.

Sumber : Republika.online

Friday, November 2, 2012

Ribuan Demonstran Iran (1979) Teriakkan "Matilah Amerika, Matilah Amerika"


Iran: Matilah Amerika
Bendera Iran

BERITA TERKINI, TEHERAN - 'Matilah Amerika, Matilah Amerika..' teriak ribuan warga Iran sembari membakar bendera Amerika Serikat di Kantor Kedutaan AS di Teheran, Jumat (2/11).

Demonstrasi itu sebagai peringatan warga Iran menguasai Kantor Kedubes AS pada 4 November 1979 silam. Demonstrasi itu digelar beberapa hari sebelum Pilpres Presiden AS Digelar. Kantor itu disebut oara demonstran sebagai 'sarang mata-mata'.

Seperti dilaporkan AFP, selain mengecam AS, para pengunjuk rasa juga menerikkan anti-Inggris dan anti-Israel sembali membakar bendera Israel. Calon Presiden AS dari Partai Republik, Mitt Romney menjadikan program nuklir Iran yang kontroversial sebagai satu masalah kebijakan penting luar negeri.

"Ancaman paling besar yang dunia hadapi adalah Iran yang memiliki senjata nuklir," kata Romney dalam satu debat kampanye dengan Presiden Barack Obama dari Partai Demokrat.

Iran membantah tuduhan-tuduhan Barat jika program nuklirnya adalah satu kedok untuk memproduksi senjata nuklir. Teheran menegaskan program nuklirnya untuk meningkatkan tenaga listrik dan hanya tujuan medis.

Pada 1979, para mahasiswa menahan 52 diplomat AS selama 444 hari. Acara itu diperingati di Iran sesuai dengan kalender Persia dan tahun ini jatuh pada 2 November.

Penyanderaan itu dilakukan hanya beberapa bulan setelah Revolusi Islam menggulingkan pimpinan yang didukung AS. Penggunlingan itu dianggap sebagai satu faktor besar dalam kekalahan Presiden AS ketika itu, Jimmy Carter dalam Pilpres 1980. Kini bekas kedubes itu menjadi fasilitas pelatihan dan pendidikan yang dikuasai pasukan elit Iran Pengawal Revolusi.

Sumber : Republika.online

Thursday, November 1, 2012

Gempuran Rudal Iran Bakal Hancurkan Iron Dome Israel

'Rudal Iran Mampu Hancurkan Iron Dome Israel'
Rudal Iran

BERITA TERKINI, TEHERAN -- Deputi Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran untuk Urusan Budaya dan Pertahanan, Brigadir Jenderal Massoud Jazayeri meremehkan sistem pertahanan rudal Iron Dome milik rezim Zionis. Ia mengatakan tidak ada perisai rudal di dunia yang dapat menahan gempuran rudal Iran.

"Tidak ada Iron Dome yang tidak bisa kita hancurkan. Apa yang dikatakan tentang Iron Dome (sistem pertahanan rudal untuk ancaman roket jarak pendek) adalah sekedar perang psikologis dan propaganda," ujar Jazayeri, Kamis di Teheran, (1/11) seperti dikutip Kantor Berita Fars.

Deputi Kepala Staf itu juga meremehkan retorika ancaman Israel untuk melancarkan serangan terhadap Iran, yang menurutnya hanya bentuk perang psikologis. "Rezim Tel Aviv tidak mempunyai kemampuan militer untuk menyerang Republik Islam," katanya menegaskan.

"Militer rezim Israel sangat rentan, sedikit saja Tel Aviv salah perhitungan, --dalam kasus serangan terhadap Iran-- dapat membuat rezim itu hancur," tegasnya.

Sebelumnya, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan, operasi pesawat tak berawak milik Hizbullah ke wilayah pendudukan dan mampu melewati sistem radar canggih Israel, membuktikan Iron Dome Israel dan perisai rudalnya bisa dihancurkan.

"Jika insiden itu bukan bagian dari perang psikologis, maka hal itu menunjukkan Iron Dome dan perisai rudal pertahanan Israel sangat tidak efisien" kata Koordinator Deputi IRGC, Brigadir Jenderal Jamaleddin Aberoumand dalam sebuah konferensi pers di Tehran akhir Oktober lalu.

"Zionis sendiri mengklaim bahwa operasi penyusupan pesawat tak berawak ke dalam wilayah-wilayah pendudukan menunjukkan sistem pertahanan rezim Zionis sangat lemah," tambahnya.

Sumber : Republika.online

Wednesday, October 31, 2012

Galang Dukungan Negara-negara Arab, Netanyahu tegaskan bahwa Serangan ke Iran akan untungkan Negara Arab

Netanyahu: Menyerang Iran Untungkan Negara Arab
PM Israel Netanyahu memperingatkan dunia tentang ancaman senjata nuklir Iran

BERITA TERKINI, PARIS - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan jika Israel menyerang Iran, hal tersebut justru akan menguntungkan negara-negara Arab. Netanyahu mengungkapkan dengan hancurnya kekuatan Iran, maka ketegangan di Timur Tengah akan reda.

Netanyahu selalu membuat retorika untuk menyerang negeri para mullah tersebut dikarenakan program nuklir yang dicurigai dibuat senjata. Israel juga mengajukan banding kepada PBB dan sekutunya AS untuk segera mungkin membatasi gerak Teheran.

"Lima menit setelah serangan, saya yakin justru perasaan lega akan menyebar ke seluruh wilayah dan menghilangkap sikap skeptis terhadap rencana ini," ungkap Netanyahu dalam wawancaranya dengan majalah Prancis Paris Match.

Netanyahu sangat yakin tindakan menyerang Teheran akan bisa diterima semua kalangan. Hanya kritikus yang selama ini berkoar-koar tentang dampak serangan tersebut.

"Iran tidak populer di dunia Arab, pemerintah di wilayah tersebut tidak akur dengan mereka dan senjata nuklir Iran berbahaya bagi mereka bukan hanya Israel," imbuh Netanyahu seperti dilansir reuters.

Israel terus mendesak agar dilakukan serangan kepada Teheran karena menuding negara itu memiliki senjata nuklir. Namun Israel justru adalah di kawasan Timur Tengah yang diyakini  memiliki senjata tersebut.

Sumber : Republika.online