Showing posts with label Lebanon. Show all posts
Showing posts with label Lebanon. Show all posts

Wednesday, November 21, 2012

Lebanon Tembakkan Dua Roket Mengarah ke Israel

Dua Roket Ditembakkan dari Lebanon ke Israel
roket

BERITA TERKINI, MARJAYOUN, LEBANON -- Dua roket ditembakkan dari Lebanon selatan ke arah perbatasan Israel pada Rabu (21/11) malam, kata seorang pejabat keamanan Lebanon kepada AFP.

"Dua roket ditembakkan, satu jatuh di lokasi yang jelas-jelas wilayah Lebanon, satu lagi mengarah ke Israel," kata pejabat yang tidak bersedia disebutkan namanya itu. Di Israel, seorang juru bicara militer mengatakan, "Tidak ada roket yang jatuh di wilayah Israel."

Pasukan Lebanon hari Senin menjinakkan dua roket di wilayah selatan yang kemudian disiapkan untuk diluncurkan ke Israel.

Israel terlibat dalam konflik sengit dengan Hizbullah Lebanon pada 2006 dan kedua negara itu secara resmi masih tetap dalam keadaan perang.

Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah hari Senin menjanjikan dukungan kelompok Syiah yang dipimpinnya itu bagi Hamas yang sedang menghadapi gempuran udara Israel.

Israel meluncurkan ofensif pada 14 November dengan pembunuhan seorang pemimpin militer Hamas. Sejak itu, saling serang antara kedua pihak menewaskan 148 orang Palestina dan lima warga Israel.

Perjanjian gencatan senjata Hamas-Israel dicapai Rabu, sehari setelah diplomasi bolak-balik yang dilakukan oleh Menteri Luar Negeri AS Hillary dan Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon -- yang tercoreng oleh kekerasan lintas batas yang semakin mematikan antara Israel dan para pejuang di Gaza.

Menteri Luar Negeri Mesir Mohammed Kamel Amr, yang berbicara pada jumpa pers bersama Hillary, mengatakan di Kairo, penghentian serangan Hamas-Israel mulai berlaku pada Rabu pukul 19.00 GMT (Kamis pukul 02.00 WIB).

Sumber : Republika.online

Wednesday, October 31, 2012

Keberhasilan Drone Hizbullah Surutkan Retorika Perang Israel

Drone Hizbullah Bungkam Retorika Perang Israel
Drone Hizbullah
 
BERITA TERKINI, TEHERAN - Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi mengatakan Angkatan Bersenjata Iran mampu membalas setiap ancaman musuh, khususnya ancaman dari rezim Zionis. Bahkan, lanjut dia, Iran akan melakukan respon yang mematikan dan membuat para musuh menyesali perbuatannya.

"Republik Islam Iran akan berdiri melawan semua ancaman dengan kekuatan penuh, dan akan merespon setiap ancaman yang membuat musuh menyesal," kata Vahidi menegaskan di Tehran, Selasa, (30/10), seperti dilaporkan Islam Times.

Selain itu, ia juga meremahkan retorika perang pejabat Zionis beberepa bulan ini terhadap Iran. "Saat ini, Rezim Zionis sudah menyaksikan kekuatan Republik Islam Iran diberbagai aspek, dan mereka menyadari hal itu, karena itu Zionis, tidak lagi melihat dirinya masih kuat dan mengambil tindakan konyol terhadap negara kita," tambahnya.

"Retorika perang yang mereka kobarkan selama ini, hanya untuk perang psikologis dan sebagai tekanan dan intimidasi terhadap negara-negara lain," kata Vahidi.

Ahmad Vahidi juga menjelaskan, setelah keberhasilan drone Hizbullah dalam operasinya menembus sistem pertahanan radar dan Iron Dome rezim Zionis kini sedikit lebih tahu diri dan menghentikan retorika gila perangnya.

Sumber : Republika.online

Monday, October 22, 2012

Demonstran : Pemerintah Lebanon 'Boneka' Rezim Suriah

Pemerintah Lebanon Dituding Jadi 'Boneka' Suriah
Najib Miqati, PM Lebanon

BERITA TERKINI, BEIRUT - Pasca-kematian pejabat tinggi keamanan Lebanon yang tewas akibat ledakan bom mobil Jumat lalu, Lebanon kacau balau. Para demonstran berusaha menyerbu istana negara karena menganggap pemerintah Lebanon menjadi boneka rezim Suriah yang kejam.

Pembunuhan pejabat tinggi keamanan Lebanon, Brigjend Wissam Al-Hassan dalam insiden bom mobil telah mengakibatkan kegoncangan pada keseimbangan politik Lebanon yang memang telah rapuh. Politik negara Timur Tengah tersebut seringkali mengalami gejolak yang sebagian besarnya terkait dominasi politik dan militer negara tetangganya, Suriah.

"Darah Sunni mendidih!" seru ratusan demonstran yang kemudian adu bentrok dengan pasukan keamanan. Lebih dari seratus pengunjuk rasa mampu menerobos penjagaan polisi melalui kawat berduri dan gerbang metal. Posisi mereka pun hanya 50 meter dari pintu masuk istana negara. Mengatasi para demonstran tersebut, petugas pun menyemrotkan gas air mata.

Beberapa petugas pun menembakkan senapan ke udara. Bahkan salah seorang penjaga menembakkan peluru dari pistolnya di atas kepala demonstran. Deru senapan pun meletus, para demonstran berhamburan mencari tempat berlindung. Tak jelas apakah peluru tersebut mengenai kerumunan pengunjuk rasa. Namun tak ada laporan pengunjuk rasa terluka akibat tembakan.

Mereka mengatakan tak akan pergi hingga Perdana Menteri Lebanon, Najib Mikati mengundurkan diri. Mereka menilai, pemerintah Mikati didominasi oleh Hizbullah dan sekutunya. "Rezim Suriah memulai perang melawan kami, dan kami akan melawan perang ini sampai akhir," ujar salah seorang demonstran, Anthony Labaki (24 tahun).

Pasca pemakaman Al-Hassan, ribuan orang pun berkabung dalam perkumpulan di Pusat Kota Beirut. Mereka kemudian terpicu kemarahannya setelah seorang ulama Sunni, Osama Rifai menyampaikan pidato berapi-api dan mengajak para pelayat menyerbu markas pemerintah.

Pembunuhan Al-Hassan telah memicu kembali masalah Lebanon di masa lalu. Negara dekat Laut Mediterania tersebut memiliki sejarah kelam perpecahan antarsekte agama. Hal tersebut terkait rezim Suriah dan peran Hizbullah yang mendominasi pemerintah Lebanon. Selama bertahun-tahun, Lebanon dirundung krisis yang menyebabkan kekerasan melanda negara tersebut.

Negara tersebut dilanda perang sipil pada tahun 1975-1990, kemudian perang sekte antara Sunni dan Syiah di tahun 2008. Sedangkan Al-Hassan menjadi pelindung Lebanon dari lawan kuat Suriah. Pria 47 tahun tersebut memimpin penyelidikan Mantan Menteri Lebanon, Michel Samaha yang diduga kuat sangat loyal terhadap Suriah. Selain itu, Al-Hassan juga memimpin penyidikan keterlibatan Suriah dan Hizbullah dalam pembunuhan Mantan Perdana Menteri Rafik Hariri di tahun 2005.

Sumber : Republika.online 

Saturday, October 20, 2012

PM Lebanon Najib Miqati Batal Mundur atas Permintaan Presiden

PM Lebanon Batal Mundur pasca Bom Beirut
Tentara dan petugas penyelamat Lebanon beserta warga berkumpul di dekat lokasi pengeboman yang menewaskan delapan orang yang satu diantaranya adalah Kepala Departemen Penerangan Pasukan Keamanan Dalam Negeri Lebanon, Wissam El Hassan, Jumat (19/10).

BERITA TERKINI, BEIRUT - Perdana Menteri Lebanon, Najib Miqati, Sabtu (20/10) lalu mengajukan pengunduran diri setelah pemboman mobil maut di Beirut. Tapi, dia belakangan membatalkan keputusannya atas permintaan Presiden Michel Suleiman. Demikian laporan National News Agency (NNA).
Miqati, Sabtu pagi, mengatakan ia telah mengambil keputusan untuk tidak lagi menjadi perdana menteri. Dia mendesak pembentukan pemerintah persatuan nasional.

Namun belakangan, Perdana Menteri itu mengatakan,"Saya membatalkan keputusan saya untuk mengundurkan diri atas permintaah Presiden Michel Suleiman."

Pengunduran Miqati dilakukan setelah satu sidang luar biasa Kabinet yang diadakan di Istana Baabda. Ini setelah tewasnya Kepala Cabang Penerangan Pasukan Keamanan Dalam Negeri Lebanon, Wissam El Hassan, dalam pemboman mobil di Beirut, Jumat.

Ia menjelaskan Suleiman meminta kerangka waktu bagi dia untuk berkonsultasi dengan anggota meja dialog nasional mengenai keputusannya untuk mundur.

"Ini adalah masalah nasional dan kami sangat ingin memelihara negeri ini. Kami tak ingin meninggalkan Lebanon dalam kevakuman," kata Miqati menambahkan sebagaimana dikutip Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi.

Sumber : Republika.online

Sunday, October 14, 2012

Drone Hizbullah Tembus Wilayah Udara Israel Sadap Rahasia Militer

Drone Hizbullah Sadap Rahasia Militer Israel
Drone Hizbullah

BERITA TERKINI, Pesawat tanpa awak (drone) milik Hizbullah dikabarkan telah merekam gambar-gambar penting terkait informasi militer Israel. Demikian dilaporkan surat kabar Inggris, Sunday Times.
"Drone, yang mengudara selama tiga jam sebelum ditembak oleh jet empur F-16 Israel diyakini telah mengirim gambar-gambar persiapan latihan militer terbesar Israel bersama tentara AS. selain itu juga mengirim serta situs rudal balistik, lapangan terbang utama dan, mungkin juga, reaktor nuklir Israel di Dimona," tulis Sunday Times, seperti dikutip Press TV, Ahad (14/10).

Jika laporan surat kabar Inggris itu benar, maka drone Hizbullah itu berhasil mengirimkan data-data intelijen penting terkait celah dan keamanan Israel-AS yang memang rapuh. Laporan tersebut juga menyatakan intersepsi pesawat tak berawak itu 'gagal' terjawab, ketika rudal pertama ditembakkan oleh pesawat perang Israel.

Pada 12 Oktober, televisi Al Manar Libanon menyiarkan rekaman simulasi bagaimana gerakan perlawanan mengirim pesawat tak berawak jauh menembus wilayah udara Israel dan menghindari sistem radar canggih mereka.

Sekretaris Jenderal (sekjen) Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah menegaskan penerbangan itu sengaja dilakukan oleh gerakannya.

Operasi, yang bernama Hussein Ayub (mantan komandan angkatan udara Hizbullah yang menjadi martir pada 1996), berhasil menembus ratusan kilometer wilayah udara Israel dan beroperasi bebas dekat dengan situs nuklir Israel di Dimona tanpa terdeteksi radar canggih Israel dan AS. "Ini hanya sebagian dari kemampuan kami," katanya.

Ia juga menambahkan Israel sendiri telah mengakui kegagalan keamanan mereka meskipun mereka dipasok teknologi terbaru oleh kekuatan-kekuatan Barat. Sekjen Hizbullah juga menyatakan bahwa pesawat itu dibuat oleh Iran, tapi dirakit oleh gerakan perlawanan.

Sumber : Republika.online