Showing posts with label Palestina - Israel. Show all posts
Showing posts with label Palestina - Israel. Show all posts

Saturday, November 24, 2012

Setelah Iron Domenya Gagal, Israel Uji Coba Anti Rudal Generasi Baru "Stunner"

Iron Dome Gagal, Israel Uji Coba Stunner
Misile Iron Dome Israel mencoba menghadang roket-roket Hamas

BERITA TERKINI, GAZA -- Israel melakukan uji coba sistem perisai anti-rudal baru yang dikembangkan oleh perusahaan AS Raytheon setelah sistem rudal Iron Dome-nya gagal mencegat ratusan roket dan rudal yang ditembakkan dari Gaza.

Situs Mi'raj News Agency mengutip stasiun televisi berbahasa Inggris milik Iran, Press TV, memberitakan bahwa Israel telah beralih menjadi teknisi dari perusahaan Amerika untuk membantu mengembangkan perisai anti-rudal generasi berikutnya yang disebut Stunner.

Sementara surat kabar Boston Globe menyebut rudal penghadang (interceptor) baru dijadwalkan akan diuji tembak di Gurun Negev dalam beberapa hari mendatang.

Jika sistem tersebut terbukti layak, Tel Aviv akan menambah sistem tersebut untuk perisai anti-rudalnya. Sistem  perisai anti-rudal dan roket yang juga disebut dengan David Sling dirancang untuk melengkapi Iron Dome.

"Mereka bekerja keras untuk mendapatkan operasional David Sling. Harapannya, sistem ini akan dapat melumpuhkan berbagai target, " kata Theodore A. Postol yang merupakan profesor ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebijakan keamanan nasional di Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan mantan penasihat Angkatan Laut AS.

Dalam pernyataan pers, Raytheon menyatakan rudal penghadang baru tersebut dirancang untuk menghadang berbagai macam rudal balistik jarak pendek, roket kaliber besar dan rudal jelajah.

Sumber : Republika.online

Iran: Sikap Politik dan Dialog Tidak Akan Menyelesaikan Masalah Bangsa Palestina

Iran Bangga Bantu Perlawanan Palestina
Bendera Palestina berkibar

BERITA TERKINI, Ketua parlemen Iran dan Lebanon sepakat untuk melanjutkan dukungan kedua negara terhadap bangsa tertindas Palestina.

Ali Larijani, Ketua Mejelis Syura Islam, Iran setelah bertemu dengan sejawatnya dari Lebanon, Nabih Berri mengatakan, "Rakyat Lebanon lah yang membuka jalan perlawanan terhadap rezim penjajah Israel dengan kemenangannya dalam perang 33 hari tahun 2006."

Kemenangan Gaza, kata Larijani, menegaskan keharusan melanjutkan perlawanan dan jihad menghadapi Israel. Rakyat Gaza dengan kesabarannya menunjukkan bahwa satu-satunya cara meladeni rezim Israel adalah jihad dan perlawanan.

Ditambahkannya, sikap politik tidak akan menyelesaikan masalah bangsa Palestina, rakyat Palestina berharap negara-negara Islam memberikan bantuan riilnya.

Larijani menegaskan, "Iran bangga bisa membantu gerakan-gerakan perlawanan di kawasan, karena Iran menganggap mereka telah melawan naluri ekspansionis rezim Zionis."
Ketua Parlemen Lebanon mengatakan, "Iran berada di posisi adil terkait Palestina, juga selalu bersama Lebanon dan Palestina.''

Ia menambahkan, "Saya berharap kemenangan bangsa Palestina kali ini menjadi poin perubahan bagi dukungan negara-negara kawasan terhadap gerakan perlawanan. Pemerintah Iran dalam setiap kesempatan dan dimana saja selalu mendukung Lebanon. Karenanya saya pantas untuk berterimakasih atas dukungan tersebut." kata Berri.

Sumber : Republika.online

Friday, November 23, 2012

Hizbullah: Angkata Udara Israel Tak Mampu Lagi Memenangi Perang

Hizbullah: Israel tidak akan Pernah Menang!
Warga Palestina merayakan kemenangan atas Israel setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata di Gaza, Rabu (21/11) malam. (Reuters/Mohammed Salem)

BERITA TERKINI, Sekjen Hizbullah Lebanon Sayid Hasan Nasrullah mengatakan, perang Gaza membuktikan bahwa Angkatan Udara Israel tidak mampu lagi memenangi perang dan mereka meski memiliki peralatan militer, tidak akan mampu menang di medan perang mana pun.

Seperti dilansir kantor berita IRNA, Sayid Nasrullah dalam pidatonya pada malam kesembilan Muharam (Malam Tasua) di selatan Beirut, menyoroti pencapaian besar kemenangan Palestina di Gaza. "Kami mengucapkan selamat kepada pejuang dan seluruh rakyat Palestina di dalam dan luar negeri atas kemenangan agung ini," kata Sekjen Hizbullah mengawali pidatonya.

"Pada dasarnya, kita menghadapi babak baru dari terwujudnya berbagai kemenangan. Kami memohon rahmat dan pengampunan Allah SWT kepada para syuhada Gaza dan kami berharap warga Gaza dapat membangun kembali kerusakan-kerusakan akibat perang," tambahnya.

"Cukup bagi kita untuk melihat ekspresi wajah Benjamin Netanyahu, Ehud Barak dan Avigdor Lieberman, ‘Apakah di wajah mereka terlihat sebuah tanda minimal dari kemenangan? Sangat jelas apa yang sedang diberitakan oleh raut wajah mereka," jelas Sayid Nasrullah.

Berbicara tentang teror Ahmad al-Jaabari, komandan sayap militer Hamas, Sayid Nasrullah menandaskan, kelompok-kelompok pejuang di kawasan membuktikan bahwa mereka tidak lagi bergantung pada individu tertentu. "Israel telah memulai perang di Gaza, tapi para pejuang juga tidak tinggal diam dan mereka menggunakan seluruh kekuatannya untuk membalas serangan musuh," tambahnya.

Menurut Sayid Nasrullah, pencapaian penting kemenangan Gaza adalah bahwa para pejuang pun mampu mendikte syarat-syaratnya kepada musuh dan tidak tunduk pada ketentuan musuh. Ditambahkannya, capaian lain adalah musuh mulai mengetahui bahwa perang Gaza bukan lagi tamasya bagi Israel.

Sumber : Republika.online

Syaikh Shalah: Perang Terbaru, Awal dari Kehancuran Israel

Shalah: Israel di Ambang Kehancuran
Warga Palestina merayakan kemenangan atas Israel setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata di Gaza, Rabu (21/11) malam. (AP/Bernat Armangue)

BERITA TERKINI, ALQUDS -- Ketua gerakan Islam di wilayah jajahan 48, Syaikh Raed Shallah, mengatakan perang terbaru yang dilancarkan Zionis ke Jalur Gaza merupakan awal dari kehancuran Israel.

Dalam konferensi pernya pada Kamis (22/11) kemarin, Shalah mengatakan kesepakatan gencatan senjata yang telah ditanda-tangani itu secara terang menjelaskan tentang pembebasan blokade Gaza.
''Ini berarti keinginan Israel mengepung dan menyiksa Gaza ternyata hanyalah mimpi,'' katanya. ''Upaya Israel memblokade Gaza sudah kehilangan arah. Ini sebagai awal dari berdirinya negara Palestina.''

Shalah mengatakan Gaza sudah berubah menjadi tempat bertemu seluruh pemimpin resmi Arab ataupun Islam. Daftar orang yang akan mengunjungi Gaza sangat panjang.

''Gaza menjadi kekuatan besar baik dalam negeri maupun internasional bagi kehancuran Israel,'' tandasnya.

Sumber : Republika.online

New York Times: Roket Iran di Gaza Sedot Perhatian Dunia

Koran AS: Roket Iran Ubah Wajah Gaza
Roket Palestina menghantam sebuah rumah di Israel

BERITA TERKINI, Surat kabar AS, New York Times, menilai kemajuan Republik Islam Iran di sektor militer dan persenjataan telah mengubah konstelasi perang delapan hari di Jalur Gaza.

Fars News melaporkan, Koran New York Times dalam laporannya mengenai perang delapan hari Jalur Gaza menulis, "Roket-roket Iran di Jalur Gaza telah membuat pemerintah Tehran terkenal."

Koran ini dalam awal laporannya mengisyaratkan papan iklan yang terpampang di jalan tol Niyayish Tehran. "Tujuan dari papan iklan tersebut yang terpampang rudal dengan pesan "tujuan Tel Aviv" mengingatkan kemampuan rudal Iran kepada warga Tel Aviv," tulis New York Times.

Koran ini menambahkan, di saat rakyat Iran tidak begitu memperhatikan papan iklan tersebut, roket-roket buatan Tehran di Gaza menyedot banyak perhatian. "Agresi Israel ke Gaza dan balasan para pejuang Palestina dengan bantuan roket Iran yang untuk pertama kalinya kota-kota penting Israel menjadi sasaran Hamas telah mengubah kondisi yang ada menguntungkan Iran," tambah New York Times.

Di bagian lain laporannya koran ini menulis, "Di perang Gaza, roket buatan Iran Fajr-3 dan Fajr-5 telah memberi kemampuan Hamas dan Jihad Islam untuk menyerang jantung Israel. Hal ini telah memaksa warga Zionis berduyun-duyun menyembunyikan diri di bunker-bunker. Para pemimpin Palestina menilai teknologi persenjataan Iran lebih besar dari bantuan finansial dan politik."

Koran AS ini mengisyaratan statemen para petinggi Iran dalam memberikan dukunan senjata kepada Palestina. "Petinggi Iran kini tanpa sembunyi-sembunyi menegaskan telah mengubah konstelasi perang kali ini," lapor New York Times.

Sumber : Republika.online

Iran: Kekalahan Israel Permalukan AS dan Uni Eropa

Iran: Kemenangan Palestina Permalukan AS dan Eropa
Warga Palestina merayakan kemenangan atas Israel setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata di Gaza, Rabu (21/11) malam. (AP/Bernat Armangue)

BERITA TERKINI, TEHERAN  --  Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi, mengatakan kemenangan Palestina atas Israel dalam pertempuran di Jalur Gaza telah mempermalukan Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

"Selain membuat frustasi berat para pemimpin rezim zionis (Israel), kemenangan rakyat Gaza ini turut mempermalukan para pemimpin AS dan Eropa," kata Vahidi seperti dikutip dari Press TV, Jumat (23/11).

Dia menambahkan pencapaian utama dari para pejuang Palestina adalah sistem rudal Iron Drome Israel runtuh dan mampu dihancurkan oleh roket Palestina yang efektif.  Vahidi juga mengapresiasi keberanian Gaza dan langkah ini telah memicu perpecahan antar para pejabat Israel terkait kelanjutan perang.

Sebelumnya, gencatan senjata antara Israel-Palestina akhirnya tercapai mulai pukul 21.00 waktu Kairo, atau Kamis dini hari pukul 02.00 WIB.  Gencatan senjata dicapai setelah delapan hari pertempuran antara Israel dan pejuang Hamas yang menguasai Jalur Gaza.

Pertempuran yang sudah dimulai sejak Rabu (14/11) lalu telah menewaskan lebih dari 160 warga Palestina, lima warga Israel, dan melukai sekitar 1.200 warga Palestina lainnya.

Sebelum gencatan senjata, pejuang Palestina terus-menerus menembakkan roket dan rudal balasan ke wilayah Palestina yang diduduki. Akibat serangan ini, sedikitnya lima warga Israel tewas termasuk satu polisi.

Sumber : Republika.online

Thursday, November 22, 2012

Soal Palestina, Iran Peringatkan Israel dan Amerika Serikat

Iran Peringatkan Israel dan Amerika Serikat
Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, Saeed Jalili

BERITA TERKINI, TEHERAN -- Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Saeed Jalili pada Kamis (22/) waktu setempat memperingatkan Israel dan Amerika Serikat jika menyerang lagi Palestina.

"Republik Islam Iran mengucapkan selamat kepada orang-orang yang tertindas di Palestina atas kemenangan terhadap rezim Zionis dalam perang delapan hari dan menyerukan kepada semua kelompok perlawanan agar terus semangat berjuang," kata Jalili dalam pernyataan.

Dia menambahkan kemenangan rakyat Gaza atas rezim Zionis menunjukkan bahwa perlawanan Palestina semakin tumbuh dan lebih kuat serta bahwa kekuatan rezim Israel makin berkurang.

"Republik Islam Iran akan terus mendukung perlawanan Palestina dengan kehormatan dan soliditas seperti yang terjadi di masa lalu, dan memperingatkan Amerika Serikat serta sekutu Barat lain rezim Zionis terhadap mendukung tindakan penjahat rezim pendudukan, kata Jalili.

Dia lebih jauh mendesak negara-negara Muslim untuk memainkan peran mereka membantu membebaskan Al Quds dengan mengambil langkah-langkah efektif. Perdana Menteri Hamas Ismail Haniyeh Kamis berterima kasih atas dukungan Iran kepada orang-orang Gaza.

Sumber : Republika.online

Iran Kirim Teknologi Misil dan Bantu Hamas Rakit Roket Fajr 3 dan 5

Foto : Misil Fajr-5 (weaselzippers)
Foto : Misil Fajr-5 (weaselzippers)
BERITA TERKINI, TEHERAN - Selama ini, Iran mengirimkan teknologi misilnya ke kelompok sayap militer Hamas di Jalur Gaza. Hal itulah yang membuat kelompok-kelompok bersenjata di Gaza sanggup merakit misil dengan cepat tanpa mengkhawatirkan pengiriman senjata.

"Gaza dikepung, dan kami tidak bisa membantunya. Misil Fajr-5 tidak dikirimkan oleh Iran ke Gaza. Namun teknologi misil itu sudah ditransfer dan mereka sanggup memproduksi misil serupa dengan cepat," ujar Pemimpin Pasukan Garda Revolusi Iran Jendral Mohammad Ali Jafari, seperti dikutip ISNA, Kamis (22/11/2012).

Salah satu kelompok bersenjata di Gaza sempat mengklaim, mereka menggunakan misil Fajr-5 untuk menggempur targetnya di dekat Tel Aviv, Israel. Namun Iran selalu menepis laporan mengenai pengiriman misil Fajr-5 ke Jalur Gaza.

Selama krisis berlangsung, Negeri Yahudi juga selalu menyuarakan kecamannya terhadap Negeri Persia. Bahkan Israel menyebut Iran sebagai pihak penghasut kekerasan di Gaza.

Meski demikian, Ketua Parlemen Iran Ali Larijani mengatakan bahwa negaranya merasa sangat terhormat karena dapat membantu Palestina dalam bidang militer. Larijani turut mengkritisi negara-negara Arab lainnya yang sampai saat ini menunjukkan sikap diamnya terahadap konflik Israel dan Palestina.

"Warga Palestina tidak membutuhkan ocehan dan rapat. Negara Arab harus memberikan bantuan militer ke Palestina," tegas Larijani.

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei menegur sejumlah negara-negara Muslim lainnya yang tidak ikut mengecam serangan Israel. Menurut Khamenei, perkataan tidak akan cukup untuk menolong warga Palestina.(AUL)
Sumber : Okezone.com

PM Ismail Haniyeh: Iran Telah Buat Israel Berteriak Kesakitan

Foto : PM Hamas Ismail Haniyeh (Guardian)
Foto : PM Hamas Ismail Haniyeh (Guardian)
BERITA TERKINI, GAZA - Perdana Menteri Hamas Ismail Haniyeh mengucapkan terima kasih pada Iran yang sudah mendukung warga Gaza dalam pertempuran yang berlangsung selama delapan hari itu. Menurutnya, Iran sudah membuat Israel berteriak kesakitan.

"Perlawanan dan kekuatan warga Palestina berhasil menghentikan pengiriman pasukan Israel ke Gaza. Ide Israel untuk menyerang Gaza sudah hilang, dan bersama bantuan Allah, hal ini tidak akan terjadi lagi," ujar Haniyeh, seperti dikutip Channel 2, Jumat (23/11/2012).

"Kita tidak mengangkat bendera putih. Israel pun berteriak kesakitan karena perlawanan yang kita lakukan. Saya berterima kasih pada siapa saja yang menyediakan persenjataan dan uang untuk kami. Ucapan terima kasih khusus saya sampaikan pada Iran," tambahnya.

Selain berterima kasih pada Iran, kepala pemerintahan di Jalur Gaza itu juga mengucapkan terima kasihnya pada Mesir. Menurutnya, Mesir sudah membantu Palestina dan membuat Israel diam lewat gencatan senjata.

"Israel ingin menggelar operasi jalur darat untuk memulai pertempuran regional. Namun mereka tidak siap dan terkejut akan perlawanan dari Gaza," papar Haniyeh.

Haniyeh mengatakan pula, gerakan perlawanan di Gaza akan semakin kuat. Israel pun tidak akan sanggup memahami kekuatan para pejuang Hamas saat ini.

Dalam pidatonya yang ditujukan untuk menyambut gencatan senjata, Haniyeh turut menyinggung mendiang Ahmed al-Jaabari, komandan sayap militer Hamas yang tewas akibat bombardir Israel. Pembunuhan Jaabari mungkin menjadi kejutan khusus bagi Israel, namun Israel semakin terkejut ketika melihat perlawanan warga Gaza.

Kemarin, warga Gaza merayakan gencatan senjata di dengan meriah. Mereka saat ini mulai membersihkan reruntuhan-reruntuhan bangunan yang muncul akibat serangan Israel. Banyak warga Gaza yang menganggap gencatan senjata itu bak sebuah awal dari masa depan baru.(AUL)
 
Sumber : Okezone.com 

Brigade al-Quds Sampaikan Terima Kasih atas Dukungan Finansial dan Persenjataan Iran

Jihad Islam: Terima Kasih Iran
Bendera Iran/ilustrasi

BERITA TERKINI, Brigade al-Quds berterima kasih kepada Republik Islam Iran, karena negara ini tidak pernah menutup mata atas ketertindasan bangsa Palestina, dan karena Republik Islam gerakan perlawanan Islam Palestina mampu meluluhlantakkan jaringan komunikasi Tel Aviv.

Sayap militer Jihad Islam itu dalam konferensi persnya mengatakan, "Kemenangan yang diraih gerakan perlawanan Islam Palestina hari ini, pada kenyataannya adalah kemenangan para syuhada dan bangsa tegar berdiri mendukung gerakan perlawanan," demikian laporan Al-Alam.

"Tel Aviv hari ini sudah bukan benteng perkasa lagi bagi warga Zionis, akan tetapi sudah seperti mainan anak-anak di tangan gerakan perlawanan. Brigade Quds melesakkan 620 rudal dan roket ke distrik-distrik Israel dan mampu menghancurkan jaringan komunikasi kota itu."

Mereka mengaku berterima kasih kepada Republik Islam Iran karena dukungan finansial dan persenjataannya untuk gerakan perlawanan di Gaza. ''Iran tidak pernah menutup mata atas ketertindasan bangsa Palestina dalam membela tanah airnya," tegas al-Quds.

Kemenangan ini tercapai karena persatuan seluruh elemen perlawanan Palestina dalam menghadapi musuh. Sekitar 10 pejuang terbaik Brigade AL-Quds gugur syahid.

Sumber : Republika.online

Ahmadinejad: Perang Gaza dirancang untuk Selamatkan Sekelompok Zionis

Ahmadinejad: Serang Gaza, Israel Cuma Ingin Selamatkan Diri
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad

BERITA TERKINI, TEHERAN -- Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad berpendapat serangan Israel ke Gaza baru-baru ini bukan dipicu karena motif ekspansi. Dia berpendapat serangan tersebut merupakan upaya penyelamatan diri dari rezim Tel Aviv.

"Perang ini khusus dirancang untuk menyelamatkan sekelompok zionis," kata Ahmadinejad kepada Geo TV Pakistan dan dikutip Press TV, Kamis (22/11).

Dia menggambarkan Zionisme sebagai akar penyebab penjarahan negara, pelaku di balik kegiatan teroris dan bisnis narkoba di dunia. Ahmadinejad juga menyebut zionis hanya mengejar kebijakan gila perang.

"Para pemimpin utama di AS serta zionis di seluruh Amerika telah sampai pada kesimpulan Israel tidak akan mampu untuk terus pada kondisi saat ini. Jadi mereka berusaha mengubah situasi melalui perang pengorbanan," lanjutnya.

Seperti diketahui sebelumnya, gelombang baru agresi Israel di Jalur Gaza yang dimulai sejak (14/11) lalu, dan menewaskan lebih dari 160 warga Palestina, lima warga Israel serta sekitar 1.200 warga Palestina lainnya terluka.

Namun, akhirnya kesepakatan gencatan senjata antara Israel-Palestina tercapai mulai pukul 21.00 waktu Kairo, atau Kamis dini hari pukul 02.00 WIB.

Berdasarkan kesepakatan itu, Palestina dan Israel sepakat untuk mengakhiri semua permusuhan terhadap satu sama lain. Tapi rezim Israel tidak setuju untuk mencabut blokade atas Jalur Gaza.

Sumber : Republika.online

Soal Roket Fajr 5 Guncang Tel Aviv, Prancis Salahkan Iran

Komentar Menlu Prancis Bikin Iran Marah
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast

BERITA TERKINI, DUBAI -- Iran bereaksi marah terhadap pernyataan Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius dan menuduhnya tidak memahami realitas di kawasan tersebut setelah diplomat itu menuduh Teheran bertanggung jawab atas konflik Gaza.

Pada Rabu Fabius menuduh Iran berniat negatif di Lebanon, Suriah, Irak dan Gaza dan bahwa hal itu melahirkan "tanggung jawab berat" untuk berjuang guna menyediakan senjata jangka panjang.
Iran membantah tuduhan telah memasok Hamas dengan roket Fajr-5, yang kelompok gerilyawan menguasai Gaza itu katakan telah tembakkan ke Tel Aviv, namun Iran telah memperjelas bahwa pihaknya memberikan bantuan militer.

"Komentar-komentar yang dibuat tuan Fabius adalah karena kurangnya perhatian pada realitas yang berlaku di Timur Tengah," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast, menurut kantor berita negara Rabu malam.

"Pejabat Prancis ini harus ingat di benaknya bahwa komentar-komentar seperti itu tidak mengangkat tanggung jawab rezim Zionis dan pendukungnya tentang kejahatan perang yang mereka lakukan terhadap bangsa Palestina yang tertindas."

Pada Rabu, komandan Garda Revolusi Mohammad Ali Jafari membantah Iran telah memberikan Hamas roket Fajr 5 dan hanya memberikan bantuan teknologi. Ketua Parlemen Ali Larijani mendesak negara-negara Arab pada Rabu untuk mengikuti teladan Iran memberikan bantuan militer kepada Palestina.

Gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada Rabu malam, menghentikan konflik yang disambut baik setelah delapan hari pertikaian saat kekhawatiran berkembang berkaitan serangan darat Israel ke wilayah Gaza.

Sumber : Republika.online

Wednesday, November 21, 2012

Politikus: Israel Gagal Capai Tujuannya Untuk Kalahkan Hamas serta Kuasai Gaza

Politikus: Israel Gagal Kalahkan Hamas
Relawan di Gaza merayakan gencatan senjata Hamas-Israel sejak rabu (21/11) malam

BERITA TERKINI, TEL AVIV -- Pemimpin Partai Yesh Atid, Yair Lapid mengatakan Israel telah gagal mengalahkan gerakan pejuang Hamas Palestina dalam mencapai tujuannya selama serangan delapan hari di Jalur Gaza.

Situs Israel Ynetnews melaporkan, Yair Lapid menilai gencatan senjata Israel dengan Hamas terlambat dan tanpa memenuhi tujuan ditetapkannya operasi Israel.

''Israel bernegosiasi dengan kelompok Hamas dan gagal untuk mengalahkannya. Meskipun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berjanji akan melakukan sebaliknya,'' kata Lapid Rabu (21/11) malam waktu setempat, seperti dikutip dari Press TV, Kamis (22/11).

Seperti diketahui sebelumnya, gencatan senjata akhirnya tercapai di Jalur Gaza mulai pukul 21.00 waktu Kairo, atau Kamis dini hari pukul 02.00 WIB.

Gencatan senjata dicapai setelah delapan hari pertempuran antara Israel dan pejuang Hamas yang menguasai Jalur Gaza.
Pertempuran yang sudah dimulai sejak Rabu (14/11) lalu telah menewaskan sedikitnya 162 warga Palestina, lima warga Israel serta sekitar 1.200 warga Palestina lainnya terluka.

Sumber : Republika.online

Ketakutan, Pasukan Israel Kumpulkan Tanda Tangan Tolak Serangan Darat ke Gaza

Tolak Perang, Inilah Aksi Tentara Israel
Tentara Israel siaga di perbatasan selatan Jalur Gaza

BERITA TERKINI, Pasukan Israel dalam beberapa hari terakhir sangat ketakutan untuk melakukan serangan darat ke Gaza. Hal ini terlihat dari gerak gerik mereka.

Kantor berita rezim Israel, Walla sebagaimana dikutip Mehr News melaporkan, "Pasukan Israel terlihat sangat ketakutan jika sampai ditugaskan untuk melakukan serangan darat ke Jalur Gaza."

Pasukan Israel mengumpulkan tanda tangan menuntut pejabat Tel Aviv untuk memikirkan kembali rencana serangan darat ke Gaza, karena mereka takut menjadi korban.

Dalam wawancaranya dengan koran al-Sharq al-Awsat sumber militer Israel mengatakan, "Kesepakatan Israel dengan Jalur Gaza tidak tertulis, akan tetapi itu merupakan sekumpulan kesepakatan lisan yang ditandatangani Mesir dan kedua belah pihak yang berperang."

Tahap awal gencatan senjata yang berlaku 24 jam itu, serangan rudal Hamas dan serangan udara militer Israel harus dihentikan. Tahap berikutnya meliputi dicabutnya blokade Gaza dan upaya menjaga stabilitas demi berlanjutnya gencatan senjata.

Seiring dengan pro-kontra soal diberlakukannya gencatan senjata antara Hamas dan Israel, sampai kemarin malam Selasa (20/11) tidak tercapai kesepakatan terkait hal ini. Pada saat yang sama, gerakan perlawanan Islam Palestina menjawab serangan brutal militer Israel dengan rudal-rudalnya.

Sumber : Republika.online

Pagi ini Tel Aviv kembali di Kejutkan Ledakan Sangat Kuat dan Luar Biasa

Ledakan Tel Aviv Luar Biasa
Ledakan bom yang mengguncang Tel Aviv

BERITA TERKINI, Menteri Keamanan Dalam Negeri Zionis Israel mengatakan bahwa ledakan hari ini di Tel Aviv sangat kuat dan luar biasa. Sudah lama sekali kota ini tidak pernah menyaksikan peristiwa seperti ini.

Menurut laporan Mehr News mengutip televisi al-Manar, Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel, Avi Dichter mengatakan, "Ledakan hari ini di janjung Tel Aviv sangat kuat dan cukup lama ibukota Zionis Israel tidak menyaksikan peristiwa semacam  ini."

Avi Dichter mengingatkan bahwa beberapa waktu lalu terjadi ledakan di sebuah bus yang menggetarkan ibukota Zionis Israel. Menyusul ledakan itu, kabinet Israel berencana melakukan sidang darurat untuk membahas masalah ini.

Sumber : Republika.online

Hamas-Israel Sepakat Gencatan Senjata, Israel Buka Lalu Lintas Perbatasan Gaza

Akhirnya Hamas-Israel Sepakat Gencatan Senjata
Relawan di Gaza merayakan gencatan senjata Hamas-Israel sejak rabu (21/11) malam

BERITA TERKINI, KAIRO -- Gencatan senjata antara Hamas dan Israel untuk mengakhiri pertikaian di Gaza akhirnya terwujud Rabu (21/11) malam waktu setempat.

Kesepakatan ini mengakhiri hampir delapan hari Israel mulai melancarkan serangan dari udara maupun kapal perang ke daerah yang diblokade sejak 2007 tersebut

Beberapa warga Palestina menyambut hasil tersebut dengan turun ke Jalan dan merayakan dengan kembang api dan tembakan senjata ke udara.

"Allahu akbar..Rakyat Gaza kalian menang..kalian menang," pekik Masjid-masjid seantero Gaza seperti dinukil reuters. "Kalian telah mengalahkan arogansi zionis."

Gencatan senjata ini diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Mesir Mohamed Kamel Amr yang telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton dengan Presiden Mesir Mohamed Mursi sebagai mediator.

Aljazirah melaporkan setelah diberlakukannya gencatan senjata, Israel harus menghentikan semua agresi terhadap Gaza dari darat, laut dan udara.

Termasuk membuka lalu lintas perbatasan secara bebas untuk memberikan keleluasaan keluar masuknya bantuan dan warga.

Sumber : Republika.online

Bom Guncang Bus di Tel Aviv, 10 Warga Cedera

Bom Hancurkan Bus di Tel Aviv, 10 Warga Cedera
Bom (ilustrasi)

BERITA TERKINI, TEL AVIV---Satu ledakan bom menghantam satu bus di tengah kota Tel Aviv, Israel Rabu mencederai setidaknya 10 orang dalam apa yang dikatakan para pejabat satu serangan teroris.
Ledakan itu menggetarkan jendela-jendela bus itu, yang sedang bergerak di satu jalan yang membentang di sepanjang markas besar pertahanan Israel.

Dinas layanan ambulan Israel mengatakan tiga dari mereka yang cedera berada dalam kondisi parah.
"Satu bom meledak di satu bus di tengah Tel Aviv. Ini adalah satu serangan teroris. Sebagian besar dari mereka yang cedera hanya luka ringan," kata Ofir Gendelman, juru bicara Perdana Menter Benjamin Netanyahu.

Dalam satu pesan di Twitter, ia mengatakan polisi sedang menyisir lokasi ledakan itu untuk mencari orang yang menempatkan bom, agaknya mengonfirmasikan laporan-laporan itu adalah serangan bunuh diri.
Media Israel memberitakan itu bukan satu serangan bunuh diri. Media Israel juga mengatakan seorang pria telah ditahan.

Ledakan bom itu terjadi pada hari kedelapan serangan Israel terhadap Jalur Gaza yang dikuasai Hamas dan mengancam mempersulit usaha-usaha pimpinan Mesir untuk menjamin tercapainya perjanjian gencatan senjata.

Suara tembakan terdengar di Gaza City ketika stasiun-stasiun radio lokal melaporkan berita mengenai ledakan di Tel Aviv itu. Juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri memuji serangan bom itu, tetapi tidak mengaku bertanggung jawab.

Hamas seang dengan serangan di Tel Aviv itu dan menganggapnya sebagai satu tanggapan yang lazim terhadap pembunuhan Israel di Gaza," katanya kepada Reuters.

"Faksi-faksi Palestina akan melakukan segala cara untuk melindungi warga sipil Paletina karena tidak ada usaha internasional untuk menghentikan agresi Israel," kata Abu Zuhri.

Ibu kota bisnis Israel itu terakhir dihantam satu ledakan bom yang serius April 2006, ketika seorang pembom bunuh diri Palestina membunuh 11 orang di satu tempat dekat terminal bus kota itu.

Sumber : Republika.online

Gilad Sharon: Israel Harus Bikin Gaza seperti Hiroshima

Sharon: Bikin Gaza seperti Hiroshima
Warga Palestina meninggalkan rumah mereka yang hancur diserang Israel, di dekat lapangan Kota Gaza, Senin (19/11).

BERITA TERKINI, TEL AVIV -- Putra dari mantan Perdana Menteri Israel, Ariel Sharon, mengatakan Tel Aviv harus meratakan Gaza sama seperti aksi Amerika Serikat memusnahkan kota Hiroshima, Jepang, pada tahun 1945.

Dalam sebuah artikel di surat kabar Jerusalem Post pada Selasa (20/11), Gilad Sharon mengatakan bahwa militer Zionis harus memusnahkan atau kembali menduduki Jalur Gaza yang terkepung.

"Seharusnya tidak ada listrik di Gaza, tidak ada bahan bakar atau kendaraan yang bergerak di jalan-jalan. Kemudian mereka benar-benar akan meminta gencatan senjata," tulis Sharon.

"Kita perlu untuk meratakan seluruh daerah di Gaza. Ratakan semua Gaza. AS tidak berhenti dengan membom Hiroshima sehingga mereka melanjutkan dengan memukul Nagasaki," tambahnya.

Sharon kemudian meminta Tel Aviv untuk meningkatkan taktik agresif terhadap warga Palestina di wilayah pesisir. "Jika tidak demikian, tidak akan ada kemenangan yang pasti dan kita kehabisan waktu."

Sumber : Republika.online

Turki Sebut Israel Teroris, Amerika Serikat Marah

AS Kritik Kecaman Turki ke Israel
Bendera Turki dan Israel.

BERITA TERKINI, WASHINGTON -- Pemerintah AS, Selasa (20/11) mengritik kecaman Turki mengenai agresi udara Israel baru-baru ini ke Jalur Gaza dengan menyebutnya terlalu 'keras' dan tidak membantu.

"Saya cuma mau mengatakan sebagian retorika keras yang berasal dari Turki kami anggap tak membantu sama sekali," kata wanita Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland dalam satu taklimat rutin.

"Tentu saja, kami tak sependapat dengan sebagian pernyataan yang sangat sulit ini yang telah berasal dari sana, dan telah menyampaikan pandangan itu kepada pemerintah Turki," kata Nuland kepada wartawan.
Pernyataan Nuland dikeluarkan setelah Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa (21/11) pagi, menyebut serangan udara Israel terhadap Jalur Gaza sebagai terorisme dan upaya pembersihan etnik.

Pemerintah Israel telah mengatakan operasi militer mereka adalah "bela diri" sebagai reaksi atas serangan roket yang diluncurkan dari Jalur Gaza ke dalam wilayah Israel.

Selama taklimat tersebut, Nuland tak bersedia memberi perincian mengenai komunikasi antara Departemen Luar Negeri AS dan pemerintah Turki mengenai masalah itu, demikian dilansir Xinhua.

Dalam upaya menemukan cara meredakan kerusuhan di Jalur Gaza, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton sekarang berada di Timur Tengah untuk mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin wilayah tersebut.

Satu sumber Palestina dan media Israel menyatakan gencatan senjata antara Israel dan kelompok pejuang Palestina di Jalur Gaza "mungkin berlaku pada Selasa malam".

Sejauh ini, hampir satu pekan agresi militer Israel ke Jalur Gaza dilaporkan telah menewaskan lebih dari 130 orang, termasuk banyak warga sipil.

Sumber : Republika.online

Stok Roket Iron Dome Menipis, Israel Mulai Kewalahan

Israel Mulai Kehabisan Roket Iron Dome
Misile Iron Dome Israel mencoba menghadang roket-roket Hamas

BERITA TERKINI, TEL AVIV -- Pabrik roket-roket penghadang pada sistem anti-udara Iron Dome (Kubah Baja) di Israel mengaku cadangan roket untuk sistem tersebut menipis dengan cepat. 

Qodsna, Rabu (21/11), mengutip Reuters melaporkan bahwa pabrik tersebut menyatakan proses produksi roket Iron Dome terus beroperasi selama 24 jam. Meskipun demikian, mereka kewalahan memenuhi permintaan dari militer Israel yang sangat banyak dan mendesak. 

Meski seluruh sektor di pabrik itu telah dioperasikan secara maksimal, namun tingkat produksinya tetap tidak dapat memenuhi banyaknya permintaan dari militer Israel. Oleh karena itu, para pengelola pabrik berusaha menyiasatinya dengan membangun pabrik dadakan.

Perusahaan Rafael yang memproduksi roket Iron Dome itu hanya mampu memproduksi 12 roket dengan kondisi pabriknya beroperasi secara maksimal. Sementara, militer Israel terpaksa menembakkan dua roketnya dari peluncur Iron Dome hanya untuk menjatuhkan satu roket Grad muqawama.

Selain Rafael, sekarang perusahaan Alta juga membantu memproduksi roket-roket untuk Iron Dome. Reuters menyebutkan militer Zionis sebelum memulai agresinya ke Jalur Gaza telah menimbun roket-roket tersebut. Akan tetapi menyusul kekeliruan peritungan mereka terkait kemampuan roket Hamas, timbunan roket itu tidak mencukupi.

Hingga kini, Israel telah menembakkan 360 dari sistem pertahanan Iron Dome dan. Untuk setiap roketnya, Tel Aviv harus membayar 30 sampai 50 ribu USD.

Sumber : Republika.online