Showing posts with label Turki-Suriah. Show all posts
Showing posts with label Turki-Suriah. Show all posts

Wednesday, November 21, 2012

Turki Minta Minta Bantuan Rudal NATO Hadapi Suriah

Lawan Suriah, Turki Minta Rudal ke NATO
Dua anak kecil melambaikan bendera Turki dan Suriah dekat perbatasan dua negara

BERITA TERKINI, ANKARA  --  Turki telah meminta North Atlantic Treaty Organization (NATO) mengirimkan rudal patriot ke wilayahnya. Hal ini dilakukan negara tersebut guna mempertahankan diri terhadap setiap serangan Suriah.

"Seperti sebuah penyebaran yang akan meningkatkan kemampuan pertahanan udara guna melindungi penduduk dan wilayah Turki. Ini akan berkontribusi pada penurunan eskalasi krisis di sepanjang perbatasan tenggara NATO," kata Sekretaris Jenderal NATO, Anders Fogh Rasmussen, seperti dikutip dari Alarabiya, Kamis (22/11).

Sementara itu, konflik di Suriah terus berlanjut. Pesawat-pesawat tempur Suriah membom pinggiran kota Damaskus dan wilayah yang dikuasai pemberontak di utara negara tersebut pada Rabu (21/11). Aksi itu dilakukan pemerintah Suriah karena mengecam tindakan Uni Eropa yang mendukung koalisi oposisi yang baru dibentuk.

Suriah sendiri telah mengalami kerusuhan sejak Maret 2011 dan telah menewaskan hampir 40 ribu orang. Pemerintah Suriah berulang kali menuding kelompok oposisi dan pemberontak berada di balik kerusuhan tersebut.

Sementara itu, oposisi balas menuding pasukan keamanan-lah yang berada di balik aksi itu. Press TV melaporkan semenjak Pemerintah Suriah dipegang oleh rezim Bashar Al Asaad, hubungan Turki dan Suriah menjadi kurang harmonis. Bahkan, Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut Suriah sebagai 'negara teroris'.

Pemerintah Suriah balik menuduh Turki, bersama Arab Saudi dan Qatar, berada di balik semua itu. Al-Assad menuduh ketiga negara itu telah memasok logistik kepada pasukan oposisi Suriah.

Sumber : Republika.online

Sunday, November 18, 2012

Oposisi Suriah Rebut Bandara Dekat Perbatasan Suriah-Irak

Oposisi Suriah Rebut Bandara dari Militer Assad
Asap hitam membubung dari distrik Salah Eddin, Aleppo saat bentrok antara pemberontak dengan militer Suriah (Reuters/Goran Tomasevic)

BERITA TERKINI, BEIRUT -- Kelompok oposisi Suriah berhasil mengambil alih bandara di dekat perbatasan Suriah-Irak, Sabtu (17/11). Perebutan Bandara Hamdan yang biasa digunakan militer Suriah tersebut menyusul kekuatan oposisi di daerah perbatasan setelah berhasil merebut Kota Albu Kamal beberapa hari lalu.

Dengan keberhasilan oposisi tersebut, kawasan sepanjang perbatasan Suriah-Irak telah berada diluar kendali rezim Bashar Al-Assad. Dari video yang diunggah oposisi ke internet memperlihatkan pejuang oposisi melakukan patroli di pangkalan udara Hamdan di Provinsi Deir Al-Zor.

Mereka berjalan di sekitar pangkalan yang dikelilingi padang pasir penuh debu. Gumpalan asap pun mengepul dari beberapa bangunan beton. Para pejuang juga terlihat memeriksa beberapa tank yang ditinggalkan para militer Assad.
Seorang aktivis oposisi, Ziad Al-Amir mengatakan, pihaknya mampu merebut beberapa mortir, amunisi, dan kendaraan lapis baja dalam operasi perebutan bandara tersebut. Menurutnya, pasukan militer Bashar Al-Assad sempat membalas serangan dengan menjatuhkan bom di bandara dengan menggunakan jet tempur.

Sementara pihak pemerintah Suriah enggan berkomentar atas bandara tersebut. Selama perebutan bandara, dikabarkan 12 pejuang oposisi tewas dalam bentrokan sengit dan pengeboman militer. Al-Amir mengatakan, pertempuran berakhir setelah pemimpin militer Assad melarikan diri dengan tiga tank.

"Beberapa perwira tentara meninggalkan anggotanya di bandara. Mereka melarikan diri dengan tiga tank dan mencoba menyelamatkan diri, pertempuran menjadi sangat sengit di daerah tersebut," ujarnya.

Bandara Hamdan sebelumnya digunakan sebagai sarana pengiriman produk pertanian. Namun selama kerusuhan Suriah, bandara tersebut menjadi basis helikopter dan tank militer. Dari bandara tersebutlah, helikopter militer lepas landas dan menyerang daerah oposisi. Penguasaan bandara tersebut membuat militer kehilangan pangkalan udara mereka.
Kini, militer Assad hanya memiliki satu pangkalan udara yang menjadi bandara militer utama, yakni bandara di Kota Deir Al-Zor.

Sumber : Republika.online

Friday, November 16, 2012

Tekan Bashar Al Assad, Prancis Berencana Persenjatai Oposisi Suriah

Prancis akan Persenjatai Oposisi Suriah
Sejumlah aktivis oposisi Suriah dalam persembunyian dengan amunisi laptop dan gadget untuk menyebar informasi ke penjuru dunia

BERITA TERKINI, PARIS  -  Prancis berencana mengirimkan bantuan senjata kepada oposisi Suriah untuk melawan rezim Bashar Al-Assad. Jika rencana tersebut dilakukan, maka Perancis terancam pelanggaran hukum internasional mengingat diterapkannya embargo senjata kepada Suriah.

Menteri Luar Negeri Prancis, Laurent Fabius mengatakan, pihaknya berencana mengirimkan bantuan senjata menyusul pengakuan Prancis atas koalisi oposisi Suriah.  Meskipun demikian, tak dirinci jumlah ataupun jenis senjata tersebut.

Menurut Fabius, Prancis pun tak dapat bertindak tanpa koordinasi dengan Eropa. "Saat ini ada embargo senjata sehingga tak ada senjata yang dikirim dari Eropa. Pertanyaannya pastilah meningkatkan senjata pertahanan diri, tapi hal ini tidak dapat dilakukan tanpa koordinasi antara negara Eropa," tuturnya.

Oleh karena itu, kata Fabius, Prancis akan meminta Uni Eropa untuk menghapuskan embargo senjata Suriah. Embargo yang melarang distribusi senjata baik keluar maupun masuk negara Suriah tersebut dinilai Perancis merugikan oposisi. Pasalnya, oposisi terus diserang militer Assad yang memiliki peralatan perang.

"Kami tidak boleh memiliterisasi konflik. Tetapi itu jelas tidak dapat diterima bahwa terdapat zona kebebasan dan mereka dibom rezim Presiden Bashar Al-Assad. Kami harus menemukan keseimbangan yang pas," tuturnya.

Pihak Uni Eropa menyatakan, sanksi embargo terhadap Suriah tersebut akan dibahas dalam pertemuan 19 November mendatang. Keputusan penghapusan embargo harus keluar dari suara bulat anggota. "Tak ada proposisi yang akan diperiksa. Kami masih dalam proses awal. Namun ada kesulitan parktik yang besar dalam pengangkatan embargo senjata," ujar seorang pejabat senior Uni Eropa.

Selain meminta kepada Uni Eropa, Perancis juga tengah mendiskusikan embargo senjata tersebut dengan pemerintah Rusia dan utusan PBB untuk Suriah Lakhdar Brahimi. Rusia yang merupakan sekutu Assad menentang keras upaya Perancis untuk membuka pasokan senjata bagi oposisi. 

Embargo senjata terhadap Suriah berakhir 1 Desember, namun Uni Eropa memperpanjang masa embargo dengan tambahan 12 bulan.

Sumber : Republika.online

Antisipasi Meluasnya Serangan Suriah, Turki Siagakan Peralatan Militer di Perbatasan

Antisipasi Serangan Suriah, Turki Siaga di Perbatasan
Pilot Jet Tempur Turki Sebelum Lepas Landas. Turki mengirimkan ratusan tank dan puluhan pesawat tempur ke perbatasan Suriah

BERITA TERKINI, CEYLANPINAR—Menanggapi serangan militer Suriah terhadap para pemberontak yang melebar hingga ke perbatasan Turki, pasukan Turki pun merapatkan barisan di perbatasan Suriah –Turki untuk berjaga-jaga.

Ceylanpinar sebagai kota perbatasan Turki dengan Suriah pada Rabu (14/11) kemarin sudah dipadati persenjataan berat. Jet-jetet tempur Turki juga bersiaga.

Langkah itu diambil demi  mengantisipasi meluasnya wilayah pertempuran Suriah dari Ras Al-Ain, yang tak jauh dari perbatasan dua negara.

Kota Ras Al-Ain yang sudah dikuasai pemberontak Suriah tersebut tengah digempur hebat oleh Militer Suriah melalui serangan udara. Sebagaimana dilaporkan Reuters, beberapa saksi mata menyaksikan pesawat tempur Militer Suriah masuk ke pemukiman Ceylanpinar Turki setelah membobardir kota Ras Al-Ain.

Jet tempur Turki tersebut berjaga-jaga hingga 900 km ke perbatasan Suriah. dan telah menanggapi dalam bentuk menyimpang mengupas Suriah, tapi tidak ada konfirmasi resmi langsung dari Ankara bahwa mereka bergegas merespons pesawat tempur kemarin.

Kota Ras Al-Ain sudah kosong dari penduduk. Warga mengungsi dengan memanjat dan melempar barang-barang mereka melalui pagar kawat yang membatasi Ras Al-Ain dan Ceylanpinar.

Sumber : Republika.online

Wednesday, November 14, 2012

Langgar Resolusi PBB 170, Jet Tempur Israel Kembali Tembus Wilayah Udara Lebanon

Lagi, Jet Tempur Israel Tembus Lebanon
Pesawat-pesawat Israel

BERITA TERKINI, BEIRUT  -  Pesawat militer Israel kembali menembus wilayah udara Lebanon pada Selasa (13/11) pagi waktu setempat.

Pemerintah Lebanon, gerakan perlawanan Hizbullah, dan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) telah berulang kali mengutuk aksi itu. Mereka menilai tindakan itu jelas-jelas melanggar Resolusi PBB 1701 dan kedaulatan negara.

Dua jet tempur Israel melintas ke wilayah udara Lebanon di perbatasan desa Kfar Kila selatan berada 96 kilometer (59 mil) sebelah selatan Beirut. Pesawat itu mulai menembus desa tersebut sekitar pukul 11.05 pagi waktu setempat.

Selanjutnya, pesawat tempur tersebut mulai meninggalkan wilayah udara Lebanon pada 1.10 waktu setempat. Pesawat tempur itu juga terbang di atas perbatasan kota Alma al-Shaab Selatan.

Aksi negara zionis tersebut memasuki wilayah negara Lebanon memang bukan kali pertama. Hampir setiap hari pesawat tempur negara zionis ini menembus wilayah udara Lebanon. Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 menyerukan Israel untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Libanon.

Pada 2009, Lebanon mengajukan keluhan ke PBB. Lebanon memberikan laporan berisi lebih dari tujuh ribu dokumen terkait pelanggaran Israel atas wilayah Lebanon.

Sumber : Republika.online

Sunday, November 11, 2012

Bom dari Suriah Meledak Dekat Pemukiman Yahudi, Israel balas Tembakan ke Suriah

Israel Lepaskan Tembakan ke Suriah
Tentara Israel bersiap di pagar perbatasan antara Israel dan Suriah ketika pengunjuk rasa mendekati desa Majdal Shams di Dataran Tinggi Golan

BERITA TERKINI, JERUSALEM - Pasukan Israel dilaporkan telah melepaskan tembakan peringatan ke Suriah pada Ahad (11/11) menyusul nyasarnya amunisi dari pertempuran antara prajurit militer Suriah dan gerilyawan ke Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Peristiwa tersebut, yang digambarkan Radio Israel sebagai keterlibatan pertama militer Suriah di Golan sejak perang negeri itu pada 1973, menyoroti kekhawatiran internasional bahwa perang saudara di Suriah dapat memicu konflik regional yang lebih luas.

Menurut satu sumber keamanan Israel, tembakan peringatan dilepaskan ke arah awak mortir militer Suriah yang telah melancarkan pemboman dan melewati pagar pemisah Golan pada Ahad. Bom tersebut meledak di dekat satu permukiman Yahudi tanpa merenggut korban.

Militer Israel pun membenarkan kalau tentaranya telah "melepaskan tembakan peringatan ke arah daerah Suriah".

"IDF (Pasukan Pertahanan Israel) telah mengajukan keluhan melalui pasukan PBB yang beroperasi di daerah tersebut, dan menyatakan tembakan yang berasal dari Suriah ke dalam wilayah Israel takkan ditolerir dan akan ditanggapi dengan keras," kata pihak militer Israel dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters, yang dipantau di Jakarta Ahad (11/11) malam.

Sejauh ini belum ada tanggapan dari Pasukan Pengamat Pemisah PBB, terkait penembakan itu.

Sumber : Republika.online

Pertemuan Rahasia Qatar dan Israel Rencanakan Pembunuhan Presiden Suriah

Qatar dan Israel Rencanakan Pembunuhan Assad
Bashar al Assad dan istrinya Asma Assad

BERITA TERKINI, Qatar dan Israel dilaporkan melakukan pertemuan rahasia, yang isinya untuk merencanakan pembunuhan terhadap Presiden Suriah Bashar Al Assad. Demikian dilaporkan Press TV menulik surat kabar Libanon, Ad Diyar, Sabtu (10/11).

Surat Kabar berbahasa Arab itu memberitakan pertemuan tersebut digelar di Israel yang melibatkan Perdana Menteri Sheikh Hamad Bin Jassim Bin Jaber Al-Thani, kepala intelijen Qatar Ahmed Nasser bin Jassim al-Thani dan kepala Mossad Tamir Pardo dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Laporan ini menambahkan kepala Mossad menawarkan beberapa proposal pembunuhan presiden Suriah. Perdana Menteri Qatar berjanji negaranya siap memasok Israel dengan gas alam bebas dan bensin dengan harga sangat murah selama dua tahun jika berhasil membunuh Assad.

Netanyahu yang hadir dalam pertemuan itu juga meminta pejabat Qatar dan negara-negara Persian Gulf Cooperation Council (PGCC) mengakui Israel setelah runtuhnya Bashar al-Assad.

Sumber : Republika.online

Saturday, November 3, 2012

Beredar Rekaman Video Oposisi Suriah lakukan 'Kejahatan Perang'

PBB: Oposisi Suriah terlibat 'Kejahatan Perang'
Kubu oposisi mengelilingi tentara pemerintah Suriah yang sudah tewas setelah penembakan. Rekaman video ini beredar di laman media sosial pada Kamis lalu (1/11).

BERITA TERKINI, GENEWA – Sebuah rekaman video memberi indikasi bahwa kubu anti pemerintah Suriah melakukan kejahatan perang. Pasalnya, video amatir itu menunjukkan mereka membunuh pata tentara pemerintah Suriah yang sudah menyerah.

“Kami akan memeriksanya dengan hati-hati,” kata juru bicara badan hak asasi manusia PBB, Rupert Colville, Jumat.

Namun, Colville mengakui bahwa akan sulit sekali untuk mengidentifikasi para pelaku serta mengetahui lokasi rekaman video tersebut. “Namun dugaan kuat kami adalah bahwa para tentara (pemerintah) ini bukan lagi pihak yang berperang. Karena itu, pada saat ini kelihatannya aksi mereka (oposisi -Red) kembali melakukan aksi kejahatan perang,” lanjut Colville.

Rekaman video yang kontroversial itu telah ditayangkan secara luas ke seluruh dunia. Tak pelak, rekaman ini menjadi tamparan tersendiri terhadap citra pihak oposisi dan menjadi hal memalukan di hadapan para pendukung mereka di luar negeri.

Kubu oposisi yang anti Preside Bashar al Assad dilaporkan membunuh 28 tentara pemerintah pada Kamis lalu lewat serangan di sekitar Saraqeb. Menurut video tersebut, beberapa tentara pemerintah itu ditembak hanya sesaat setelah mereka menyerah.

Namun, para pelaku memaki dan menyebut mereka “Anjingnya Assad”. Akhirnya mereka memberondongkan senapan kepada tubuh para tentara yang saat itu terbaring di tanah.
“Sangat disayangkan bahwa rekaman ini bisa jadi rententan dari eksekusi lainnya yang terdokumentasi dan dilakukan kubu oposisi seperti halnya yang dilakukan pasukan pemerintah serta pendukungnya seperti shabbiha (milisi pro pemerintah),” kata Colville.

“Setahun yang lalu, laporan mengenai kekerasan dan tindakan berlebihan oleh pasukan oposisi hanya beberapa kejadian saja dan jarang. Namun, menjelang akhir 2011 dan tahun ini semakin meningkat, banyak kejadian seperti ini,” lanjut dia.

Saat ini diperkirakan lebih dari 32 ribu orang tewas sejak protes anti Assad merebak pertama kalinya 19 bulan silam. Protes itu kemudian beralih menjadi perang saudara habis-habisan, seiring dikerahkannya artileri dan serangan udara oleh kubu Assad.

Sumber : Republika.online

Pengungsi Suriah di Lebanon Mencapai 106.000 orang

PBB: Pengungsi Suriah di Lebanon Capai 106.000
Pengungsi Suriah -- Pengungsi Suriah membawa barang-barang mereka saat menyeberang ke Libanon di perbatasan Masnaa, Libanon Timur, sekitar 40 kilometer (25 mil) dari Damaskus, Suriah, Jumat 20 Juli 2012. Mobil pribadi serta taksi dan bus membawa ribuan ora

BERITA TERKINI, BEIRUT- Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) menyatakan dalam laporan terakhirnya pada Sabtu (3/11) jumlah pengungsi Suriah di Lebanon telah mencapai 106.280 orang.

"Hampir 77.000 pengungsi Suriah saat ini terdaftar di UNHCR, selain 30.000 pengungsi yang sedang menunggu didaftar," kata laporan itu sebagaimana dikutip Xinhua.

Sebanyak 41.648 pengungsi Suriah terdaftar di Lebanon utara, 32.217 di Bekaa dan 3.149 di Beirut, katanya.

Sebelumnya dilaporkan lebih dari 100.000 warga Suriah telah meninggalkan negara mereka selama Agustus, kata badan pengungsi PBB (UNHCR). Angka itu merupakan yang tertinggi sejak konflik terjadi pada Maret 2011.

Jumlah pengungsi yang meningkat tersebut beredar bersamaan dengan pembicaraan Direktur Palang Merah Internasional Peter Maurer mengenai krisis aliran bantuan dengan Presiden Bashar Assad.

Dalam satu pekan bulan Agustus, UNHCR memperkirakan 30.000 pengungsi menyelamatkan diri ke Turki, Irak, Lebanon, dan Yordania.

Juru Bicara UNHCR Melissa Fleming mengatakan jumlah pengungsi, baik yang sudah tercatat ataupun yang masih menunggu didaftar, adalah 235.300, dan 103.416 di antara mereka hanya pada bulan Agustus saja.

Namun jumlah pengungsi yang ada diperkirakan lebih banyak dari catatan resmi karena banyak pengungsi tak tercatat.
Turki mengatakan negara tersebut telah menerima 80.000 pengungsi sementara 8.000 orang lagi menunggu di perbatasan.

Sementara itu pemerintah Yordania mengaku telah menampung 183.000 orang dengan jumlah rata-rata 1.000 orang memasuki perbatasannya setiap hari.

PBB mengatakan situasinya saat tersebut sangat sulit dan berbagai lembaga bantuan pun kesulitan dalam menyediakan tenda bagi pengungsi yang mengalir dengan sangat cepat.

Sumber : Republika.online

Suriah Kirim Tank Ke Dataran Tinggi Golan, Israel Layangkan Surat Protes ke PBB

Tank Suriah Masuki Dataran Tinggi Golan, Israel Protes
Tank militer/ilustrasi

BERITA TERKINI, TEL AVIV - Sejumlah tank Angkatan Darat Suriah memasuki kawasan netral di Dataran Tinggi Golan yang berbatasan dengan Israel pada Sabtu (3/11).

Kejadian tersebut merupakan yang pertama kalinya sejak 40 tahun dan memicu Israel mengirimkan surat protes kepada pengamat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Pada Sabtu sebanyak tiga tank memasuki kawasan gencatan bersenjata antara Israel dengan Suriah. Kemudian pasukan Pertahanan Israel telah memperingatkan pengamat PBB," demikian juru bicara Angkatan Bersenjata Israel kepada RIA Novosti.
Kawasan netral yang terdapat pengamat PBB tersebut dibentuk guna memisahkan pasukan Suriah dan Israel setelah perang Arab - Israel pada 1973.

Kendati secara "de jure" wilayah masuk ke negara Suriah, namun wilayah tersebut telah dirampas dan diduduki oleh Israel seusai perang.

Kepemilikan wilayah Dataran Tinggi Golan yang penting karena dinilai strategis, masih menjadi pertikaian kedua negara dan tidak ada kaitannya invasi ke Israel.

Namun Suriah mengklaim pergerakan tank ke wilayah tersebut demi membatasi ruang gerak pemberontak Suriah

Sementara itu Israel belum melayangkan protes kepada PBB mengenai beberapa kejadian salah tembak peluru yang datang dari Suriah selama terjadinya perang sipil di negara itu.

Sumber : Republika.online

Friday, November 2, 2012

Rusia : Presiden Suriah Jamin Kekokohan Negara

Menhan Rusia: Presiden Bashar Penjamin Kekokohan Negara
Helikopter Suriah. Ilustrasi.

BERITA TERKINI, MOSKOW - Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Serdyukov menegaskan bahwa Tentara Suriah yang melawan kelompok bersenjata masih mempertahankan efisiensi tempur.

Menteri pertahanan menegaskan bahwa Presiden Bashar al-Assad adalah penjamin bagi kekokohan negara dan militer tentara Arab Suriah.

Serdyukov mengatakan kepada wartawan setelah pertemuan Dewan Kerja Sama Masalah-masalah Keamanan Prancis-Rusia di Paris bahwa "Presiden Bashar al-Assad tidak akan meninggalkan kantor karena mengundurkan diri berarti bunuh diri, sebab tidak akan menghasilkan apa-apa," katanya.

Dia menegaskan bahwa negara Suriah akan bisa hancur jika dia mengundurkan diri.
Di sisi lain, Serdyukov menganggap pertemuan dengan pihak Prancis sebagai banyak menghasilkan, membahas banyak isu termasuk situasi di Suriah.

Dia menunjukkan bahwa Prancis setuju bahwa pertempuran di Suriah tidak akan memecahkan krisis. Dia menjelaskan bahwa sikap Prancis sangat sependapat dengan Rusia, sehingga musyawarah berlangsung sangat ramah.

Sumber : Republika.online

Thursday, November 1, 2012

Pemerintah Suriah Gagalkan Upaya Pengeboman

Upaya Pengeboman di Suriah Digagalkan
Warga berkerumun di depan bangunan yang hancur diserang bom di kawasan Jaramana, Damaskus, Suriah, Senin (29/10).

BERITA TERKINI, DAMASKUS -- Pemerintah Suriah, Kamis (1/11), menggagalkan satu upaya pengeboman mobil di Ibu Kota negeri itu, Damaskus. Sementara, menurut laporan media lokal yang dilansir Xinhua, Jumat (2/11), satu bom menewaskan satu orang di provinsi utara.

Satu bom mobil, yang berisi 80 kilogram peledak, dilucuti di pinggiran Damaskus, Somarieh, kata kantor berita resmi Suriah, SANA. Ditambahkannya, mobil tersebut diparkir di dekat perhentian utama bus di daerah itu.

Sementara itu, radio pro-pemerintah Sham FM, menyatakan satu bom meledak di Provinsi Ar-Raqqa, Suriah utara, menewaskan satu orang dan melukai banyak orang lagi.

Stasiun TV resmi melaporkan ledakan pada satu pipa saluran minyak di Provinsi Deir Az-Zour di bagian timur negeri tersebut, tapi tak memberi perincian lebih lanjut.

Beberapa ledakan, terutama di Damaskus, telah makin sering terjadi belakangan ini. Pemerintah Suriah menuduh petempur yang memiliki hubungan dengan Al Qaidah menggunakan taktik pemboman dalam perang mereka melawan pemerintah. Pada Selasa (30/10), lima ledakan mengguncang beberapa kabupaten di Damaskus, sehingga menewaskan sedikitnya 12 orang.

Sumber : Republika.online

Friday, October 26, 2012

Serangan Bom Mobil, Pemberontak Suriah langgar Kesepakatan Gencatan Senjata

Gencatan Senjata Suriah Ternodai Serangan Bom Mobil
Asap pekat membubung di sejumlah apartemen yang terkena serangan bom di kawasan Distrik Saif Ad-Daulah di Aleppo, Suriah.

BERITA TERKINI, DAMASKUS - Sebuah ''bom mobil teroris'' meledak di dekat taman bermain anak-anak, Selatan Daerah Daf Shawk, Selatan Damaskus, Suriah pada Jumat (26/10). Bom itu terjadi saat perayaan hari pertama Idul Adha.

 Ledakan bom ini telah menodai kesepakatan gencatan senjata antara Pemerintah Suriah dan kaum oposisi.  Seperti dikutip dari Alarabiya Sabtu (27/10), aktivis oposisi melaporkan sedikitnya 94 orang tewas akibat ledakan tersebut.  Insiden itu juga menyebabkan beberapa bangunan rusak.

 Sementara, televisi pemerintah mencatat jumlah korban tewas sebanyak lima orang dan 32 orang lainnya terluka. ''Kesepakatan gencatan senjata memang menemui kegagalan di beberapa daerah di Suriah. Namun, untuk jumlah korban tewas ini terbilang lebih sedikit dibandingkan hari-hari biasanya, '' kata Direktur Observatorium Rami Abdul Rahman kepada AFP seperti dikutip dari Al-arabiya.

 Dia menambahkan pertempuran terjadi di beberapa daerah seperti Damaskus, Aleppo, kota Homs dan di dekat pangkalan militer Deif Wadi. Tentara Suriah mengomentari terkait serangan itu.

Tentara mengatakan akan menghentikan operasi militer dari Jumat pagi sampai hari Senin. Namun, jika "kelompok teroris bersenjata" melakukan serangan maka pihaknya juga akan bereaksi.

Padahal sebelumnya, kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata selama empat hari. Kesepakatan itu dilakukan demi menghormati perayaan hari raya Idul Adha. Konflik Suriah sudah terjadi sejak lama dan telah dimulai pada Maret 2011 lalu. Menurut laporan aktivis kemanusiaan, hingga kini jumlah korban tewas mencapai lebih dari 35 ribu orang.

 Sumber : Republika.online

Rusia: Amerika Serikat Pasok Senjata Ke Pemberontak Suriah

Rusia: AS Kirim Senjata untuk Pemberontak Suriah
Tentara Pembebasan Suriah (FSA) berpose di atas tank yang berhasil mereka rebut dari militer Suriah di sebuah desa di Provinsi Idlib, Suriah.

BERITA TERKINI, MOSCOW -- Rusia mengatakan Amerika Serikat (AS) membantu dan mengoordinasikan pengiriman senjata untuk pemberontak Suriah.

"Washington mengetahui pengiriman senjata untuk kelompok bersenjata ilegal di Suriah. Dilihat dari pernyataan para pejabat AS di media, AS telah mengoordinasikan dan membantu pengiriman logistik itu," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan, Kamis (25/10), seperti dikutip Press TV.

Pada Rabu (24/10), komandan militer Rusia mengatakan kelompok bersenjata Suriah memperoleh senjata buatan AS, termasuk rudal anti-pesawat Stinger.

Jenderal Nikolai Makarov mengatakan tidak jelas siapa yang telah menerima senjata tersebut. "Kami mendapat informasi bahwa pemberontak  Suriah memiliki rudal yang ditembakkan dari atas bahu, termasuk rudal Stingers buatan Amerika Serikat," ungkapnya.
"Kita harus tetap mencari tahu apa lagi yang telah dikirim untuk para pemberontak Suriah," kata Jenderal Makarov.

Pejabat senior militer Rusia itu menambahkan kemungkinan pengiriman senjata dan bahan logistik lainnya untuk para pemberontak Suriah dari luar negeri lewat berbagai sarana transportasi.

Penyiar NBC News AS melaporkan pada Juli lalu pemberontak Suriah memperoleh dua lusin sistem pertahanan udara portabel (dikenal sebagai MANPADS) yang dikirim lewat Turki. "Tapi Amerika mengklaim mereka belum mengirim apapun pada pemberontak," kata Jenderal Makarov.
"Kami memiliki informasi terpercaya bahwa pemberontak Suriah memiliki MANPADS buatan luar negeri, termasuk buatan Amerika," katanya lagi.

Suriah telah mengalami kerusuhan sejak Maret 2011. Damaskus dalang kerusuhan adalah kelompok teroris bersenjata sedangkan oposisi Surah menuduh pasukan keamanan lah yang melakukan pembunuhan.
Pemerintah Suriah mengatakan bahwa kekacauan itu diatur oleh pihak asing karena menurut beberapa laporan, mayoritas anggota teroris bersenjata itu adalah warga negara asing.

Sumber : Republika.online

Tuesday, October 23, 2012

Bashar Al Assad : Saya akan Tetap Berkuasa Selama Rakyat Masih Menginginkan

'Assad akan Berkuasa, Selama Rakyat Suriah Menginginkan'
Bashar al Assad dan istrinya Asma Assad

BERITA TERKINI, Presiden Suriah Bashar al-Assad bertekad untuk tetap berkuasa selama rakyat Suriah mengharapkannya. "Bashar al-Assad menganggap dukungan rakyat adalah sebagai kriteria untuk tetap atau tidak memegang kekuasaan," kata Ammar al-Assad, yang juga anggota parlemen Suriah, seperti diberitakan Kantor Berita Fars, Selasa (23/10).

"Jika dia melihat bahwa rakyat Suriah ingin dia (untuk tetap berkuasa) secara alami, maka ia akan merespon permintaan masyarakat sewajarnya," kata Kepala Engineers Syndicate di Latakia itu.
"Itu adalah saat rakyat melihat Assad sebagai katup pengaman bagi negara dan rakyat Suriah," katanya lagi.
Dalam keputusan terbaru untuk memperkuat persatuan di Suriah, televisi nasional Suriah melaporkan, Presiden Assad akan memberikan amnesti umum kepada pelaku kejahatan.

Namun, amnesti itu tidak berlaku untuk para penjahat yang masih menjalankan kejahatannya, melainkan hanya kepada mereka yang telah menyerahkan diri kepada pemerintah dan akan diampuni.

Sumber : Republika.online

Bashar Al-Assad Akan Keluarkan Amnesti, Kecuali bagi Teroris


Presiden Suriah Siap Keluarkan Amnesti, Asalkan...
Gerilyawan anggota Tentara Pembebasan Suriah melontarkan kecaman menentang Presiden Suriah, Bashar Al Assad, di Azzaz, Aleppo, Suriah.

BERITA TERKINI, DAMASKUS - Presiden Suriah, Bashar al-Assad, mengumumkan satu amnesti bagi semua kejahatan yang dilakukan di Suriah. Menurut pemberitaan televisi pemerintah yang dilansir AFP, Selasa (23/10), Assad siap mengeluarkan amnesti, "Kecuali bagi kejahatan-kejahatan teroris."

Bashar dan jajarannya memerangi upaya pergerakan Oposisi Suriah selama 19 bulan hingga sekarang ini. Upaya pemberontakan oposisi itu disebutnya sebagai kegiatan para teroris oleh Assad.

Assad menegaskan, pemberian amnesti diberikan pada pelaku tindak kejahatan yang terjadi sebelum 23 Oktober. Namun, amnesti itu tidak berlaku bagi kejahatan yang disebutkannya sebagai tindakan teroris (perlawanan Oposisi Suriah).

Menurut laporan tersebut, keputusan itu hanya berlaku untuk para penjahat yang menyerah kepada pihak berwenang bukan mereka yang melarikan diri. Tidak segera jelas apakah amnesti itu termasuk mereka yang ditahan di penjara.

Sumber : Republika.online

Oposisi Suriah Terancam gagal

Gencatan Senjata Suriah-Oposisi Terancam gagal
Tentara Pembebasan Suriah (FSA) berpose di atas tank yang berhasil mereka rebut dari militer Suriah di sebuah desa di Provinsi Idlib, Suriah.

BERITA TERKINI, NEW YORK -- Pihak oposisi Suriah mengaku pesimistis dengan genjatan senjata yang diusulkan oleh Utusan PBB untuk Suriah, Lakhdaar Brahimi. Kepala dewan militer oposisi di Provinsi Homs, Kolonel Qassem Saadeddine, mengatakan upaya genjatan senjata tak jelas penerapan dan pengawasannya.

"Genjatan senjata ini hanyalah gagasan media siapa yang akan menerapkannya dan siapa yang akan mengawasi? Kami masih melakukan apa yang menjadi keputusan PBB. Tapi genjatan ini, apa mekanisme untuk menerapkannya?" ujar Saadeddine, awal pekan ini, yang juga mantan perwira tentara Suriah tersebut.

Saadeddine menuturkan, pihak oposisi menaati genjatan senjata yang diusung Koffi Annan, utusan PBB untuk Suriah sebelum digantikan oleh Brahimi. Tapi justru pihak Assad melanggarnya dengan melakukan serangan. Namun, menurut pihak Assad, genjatan tersebut dilanggar oleh pihak oposisi.

Seorang komandan oposisi di Damaskus yang enggan disebut namanya, menyatakan tak akan melakukan genjatan senjata. Pasalnya, genjatan senjata selama tiga hari tak akan berdampak pada krisis Suriah. "Genjatan senjata tidak akan terjadi. Kami tidak akan menerimanya dan ini bukanlah kepentingan kami," ujarnya.

Wakil Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Ben Hilli, mengatakan baik pihak oposisi maupun Assad tak nampak mendukung upaya genjatan senjata. Meski demikian, pihaknya berharap keduanya dapat menaati genjatan senjata dan memulai penyelesaian dengan perundingan.

"Tidak ada tanda-tanda keinginan nyata untuk melakukan genjatan senjata ini. Kami berharap situasi dapat berubah. Pemerintah dan oposisi dapat memberikan respon meski sedikit, untuk memulai negosiasi," ujarnya.

Sebelumnya Brahimi mengatakan, upaya genjatan senjata diharapkan mampu mengembangkan kondisi politik yang tengah membara. Selain itu, upaya tersebut juga menjadi kebutuhan mendesak untuk menghentikan pertumpahan darah di Suriah. "Genjatan senjata akan membantu menciptakan kondisi yang memungkinkan proses politik untuk dikembangkan," Kata Brahimi.

Konflik Suriah telah menewaskan sedikitnya 30 ribu orang sejak Maret 2011. Diawali demonstrasi menuntut Presiden Bashar Al-Assad untuk turun dari jabatan. Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mencatat, lebih dari 200 orang, termasuk 60 tentara tewas pada pertempuran Ahad lalu.

Pemerintah Suriah : Kunjungan Lakhdar Brahimi Sukses

Suriah: Kunjungan Brahmi Berhasil
Menlu Suriah Faisal Megdad

BERITA TERKINI, JAKARTA-Pemerintah Suriah pada Selasa menggambarkan kunjungan utusan perdamaian internasional Lakhdar Brahimi ke negaranya yang dilanda perang sebagai "berhasil" dan mengatakan pihaknya berharap resolusi secepatnya bagi konflik Suriah.

Kunjungan lima hari Brahimi yang dimulai Jumat gagal membawa kesepakatan untuk menerapkan gencatan senjata sementara yang utusan harapkan akan berlaku selama liburan empat hari Idul Adha mulai Jumat.

Tetapi wakil menteri luar negeri Faisal Muqdad menjelaskan kepada wartawan di satu hotel di Damaskus bahwa pihak berwenang Suriah "masih optimis." "Kunjungan ini adalah sukses dan (Suriah) berkerjasama dengan Brahimi tanpa batas," kata Muqdad.

Ketika ditanya apakah Damaskus telah mencapai kesepakatan dengan Brahimi, dia menjawab bahwa "kita harus mencapainya secepatnya."

Kedua pihak telah "berusaha untuk mencapai ketenangan, keamanan dan stabilitas di Suriah, kawasan dan dunia. Inilah sebabnya mengapa Brahimi bekerja sama dengan pihak-pihak bersangkutan untuk menghentikan kekerasan dan terorisme," katanya.

Brahimi telah meninggalkan Suriah Selasa sore, bahkan pada saat kekerasan berkecamuk di Damaskus dan kota utara Aleppo, meredupkan lebih lanjut harapan gencatan senjata yang berlaku selama Idul Adha.

Sumber : Republika.online

Monday, October 22, 2012

Pemberontak Suriah dapat Gaji yang didanai Pihak Asing

Pemberontak Suriah Digaji Dana Asing
Tentara Pembebasan Suriah (FSA) berpose di atas tank yang berhasil mereka rebut dari militer Suriah di sebuah desa di Provinsi Idlib, Suriah.

BERITA TERKINI, ALEPPO -- Setelah berbulan-bulan berperang tanpa dibayar, pemberontak Suriah di Aleppo menerima gaji pertamanya. Mereka dibayar dengan uang yang sebagian berasal dari negara asing.
"Dewan Tentara Revolusioner menyalurkan gaji bulanan untuk pejuang. Itu terutama mereka yang berada di garis depan," kata Kolonel Abdul Salam Humaidi, seorang perwira Suriah pembelot, kepada AFP.
Pemberontak membubuhkan sidik jari dengan tinta di samping nama mereka untuk menunjukkan mereka sudah dibayar.

Saat mereka berkumpul, tembakan senapan terdengar dari tempat lain di kota tua itu. Aleppo menjadi medan laga pasukan Presiden Bashar Assad dengan pemberontak yang ingin menggulingkan pemerintah Bashar.

Semua petempur sekarang dibayar 150 dolar Amerika Serikat sebulan. Tapi, besarannya bisa berubah pada masa depan. ''Gaji berbeda bagi mereka yang sudah menikah dan mereka yang berada di garis depan,'' kata Humaidi.

Humaidi membelot dari tentara Suriah setelah 30 tahun bertugas. Dia beralasan pemerintah Bashar Assad korup dan sektarian. Ia kini pejabat keuangan untuk pemberontak Dewan Tentara Revolusioner.
Ia menolak mengatakan asal uang gaji tersebut. Tapi, komandan pemberontak di Aleppo kepada AFP menyatakan uang gajian mereka berasal dari bantuan asing dan pendukung lain.

Sumber : Republika.online

Thursday, October 18, 2012

Kofi Annan : Iran Siap Lepas Assad bila Suriah Menggelar Pemilu

Kofi Annan: Iran Siap Lepas Assad
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad bertemu Utusan PBB untuk Suriah Kofi Annan

BERITA TERKINI, WASHINGTON - Iran akhirnya mau sedikit berkompromi terhadap situasi di Suriah. Mantan Sekjen PBB, Kofi Annan, seperti dilaporkan AFP, menyatakan pada Kamis (18/10) bahwa Iran telah mengatakan kepadanya akan menerima kejatuhan sekutu Suriahnya, Bashar Al Assad bila negara yang tengah bercabik konflik itu menggelar pemilu.

Annan, yang bertugas sebagai utusan khusus Liga Arab dan PBB khusus masalah Suriah hingga Agustus lalu, memperbarui seruan untuk solusi damai terhadap krisis yang melanda Suriah. Ia juga mengingatkan senjata-senjata dari luar negeri yang digunakan untuk mendukung kedua belah pihak--militer Suriah dan pemberontak--hanya akan memperparah konflik yang telah menewaskan lebih dari 34 ribu jiwa.

Berbicara di Washington, Annan mengatakan ia merasakan dukungan terhadap pemecahan demokratis di Suriah ketika berkunjung ke Teheran pada Juli lalu. Saat itu, ucapnya, ia bertemu langsung dengan pejabat Iran, termasuk Presiden Mahmoud Ahmadinejad.

"Mereka semua menyampaikan pesan yang saya ketika saya mendesak mereka, bahwa 'Kami menerima kemungkinan Assad harus pergi, namun rakyat Suriahlah yang menentukan lewat pemilu, meski pemilu itu nantinya diorganisir oleh PBB," ujar Annan.

Sumber : Republika.online