Showing posts with label Valentino Rossi. Show all posts
Showing posts with label Valentino Rossi. Show all posts

Friday, March 2, 2012

Hasil Tes Negatif, Rossi Khawatir


Getty Images/Mirco Lazzari


Sepang - Valentino Rossi menyebut hasil tes kedua MotoGP di Sirkuit Sepang sebagai sesuatu yang negatif. Meski jaraknya dengan Casey Stoner menipis, jagoan Ducati ini tetap khawatir.

Dengan motor Desmosedici GP12, Rossi bisa menjadi pebalap tercepat kelima dalam sesi tes perdana di Sepang. Dia pun cukup puas dengan hasil itu.

Tapi, dalam sesi tes kedua yang digelar tiga hari terakhir ini di tempat yang sama, peringkat Rossi melorot. Di hari penutup, Kamis (1/3/201), The Doctor cuma menempati posisi kesepuluh.

Memang, selisih waktu Rossi dengan Stoner yang jadi pebalap tercepat berkurang. Kalau di tes pertama Rossi masih tertinggal 1,22 detik, di tes kedua dia bisa memangkasnya menjadi 1,07 detik. Namun, hal itu tak mengurangi kekecewaan Rossi akibat penurunan peringkatnya.

"Ini cukup negatif," kata Rossi di Crash.

"Satu-satunya hal positif adalah jarak dengan posisi pertama yang lebih sedikit. Tapi, sayangnya posisi kami memburuk," ujarnya.

"Ada tepat di belakang pebalap-pebalap Honda dan Yamaha setelah tes pertama sungguh positif. Tapi, segala yang sudah kami coba di sini, khususnya untuk mengatasi masalah terbesar kami, tidak bekerja," terang Rossi.

"(Catatan waktu ) kami lebih dekat dengan pebalap tercepat. Tapi, sekarang di depan kami ada Monster Yamaha dan pebalap satelit Honda. Atas alasan ini, kami sangat khawatir," tutup pria asli Italia ini.

Sumber : detik.com

Tuesday, February 7, 2012

Operasi Pelepasan Pin dari Kaki Rossi Berjalan Sukses

 
 Valentino Rossi sukses jalani operasi dan butuh empat atau lima hari beristirahat/Getty Images
CATTOLICA – Pembalap Ducati Valentino Rossi sukses menjalani operasi pelepasan pin dari tulang kering di kaki kanannya di Rumah Sakit Cervesi di Cattolica dekat Rimini, Italia. Pin itu dipasang di kaki Rossi menyusul cedera pada sesi latihan bebas di GP Italia di Sirkuit Mugello pada 2010 silam.

Cedera di tulang kering Rossi kini telah benar-benar sembuh sehingga pin yang terpasang di kakinya pun tidak dibutuhkan lagi. Dokter yang mengoperasi Rossi mengatakan operasi pelepasan pin berjalan lancar.

Operasi yang berlangsung pada Senin (6/2/2012) kemarin ini hanya berlangsung empat hari setelah tes pramusim pertama di Sirkuit Sepang pada pekan lalu. Dalam tes selama tiga hari tersebut, catatan waktu terbaik Rossi bersama GP12 hanyalah di urutan kelima.

“Operasi berjalan baik. Dia juga baik-baik saja. Operasi dimulai pada pukul 10 pagi ini (Senin kemarin) dan selesai pukul 11,” kata Dokter Giannicola Lucidi seperti dikutip dari Ansa, Selasa (7/2/2012).

Pembalap berusia 33 tahun itu sudah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit dan diharuskan beristirahat selama empat atau lima hari. Juara MotoGP tujuh kali itu diperkirakan sudah bisa fit ketika tes pramusim kedua digelar di Sirkuit Sepang pada 28 Februari hingga 1 Maret mendatang.

Di hari yang sama, rekan setim Rossi di Ducati Nicky Hayden menjalani operasi bahu di California, Amerika Serikat. Hayden mengalami cedera bahu kiri dalam sesi latihan setelah Natal pada Desember 2011 silam.

Keduanya diyakini sudah bisa pulih ketika balapan pertama digelar di Doha pada MotoGP Qatar pada 8 April mendatang.

 Sumber : okezone.com/Sport

Friday, February 3, 2012

Rossi Bahagia meski Posisi Melorot


Pebalap Ducati, Valentino Rossi, saat latihan resmi 
pra-musim MotoGP 2012 di Sepang, Malaysia, Rabu (1/2/12). 

SEPANG, - Pebalap Ducati, Valentino Rossi, belum mampu memberikan perlawanan yang gigih untuk bersaing dengan para pebalap Honda dan Yamaha, pada hari kedua latihan resmi MotoGP 2012 di Sepang, Malaysia, Rabu (1/2/12). Meskipun demikian, "The Doctor" tetap optimistis dengan potensi Ducati Desmosedici GP12.

Memang, dibandingkan dengan hari pertama kemarin, posisi Rossi melorot. Jika pada Selasa (31/1/12) dia berada di posisi kelima dan terpaut 0,74 detik dari pebalap terdepan, maka hari ini Rossi terpuruk ke urutan ketujuh dan tertinggal 0,99 detik dari pebalap Repsol Honda, Casey Stoner, yang menjadi tercepat.
Saya cukup bahagia karena kami telah membuat langkah maju dibandingkan kemarin, dan hari ini saya bisa mencapai target waktu 2 menit 01 detik. Saya melakukan tiga atau empat lap dalam waktu 2 menit 01 detik
-- Valentino Rossi
Meskipun demikian, mantan pebalap Honda dan Yamaha ini tetap memiliki kesan positif dengan Ducati baru tersebut. Pasalnya, mereka telah mencapai target waktu yang diinginkan.

"Saya cukup bahagia karena kami telah membuat sebuah langkah maju dibandingkan dengan kemarin, dan hari ini saya bisa mencapai target waktu, yaitu 2 menit 01 detik. Saya melakukan tiga atau empat lap dalam waktu 2 menit 01 detik," ujar juara dunia tujuh kali MotoGP ini.

"Posisinya lebih buruk dari kemarin, dan juga jaraknya dua atau tiga per sepeluh detik, tetapi itu sudah sedikit sesuai harapan. Kami tahu, Honda dan Yamaha sangat cepat. Mereka sudah mengembangkan motornya (1.000 cc) hampir satu tahun. Motor kami baru. Empat pebalap pabrik dari tim-tim lain juga sangat tangguh.

"Besok akan menjadi hari yang sangat penting, di mana saya bisa mencoba lebih mendorong lagi, membuat waktu terbaik, dan memahami perbedaan dengan pebalap lain. Saya berharap bisa memperbaiki catatan waktu dan jika bisa bertahan kurang dari satu detik dari pebalap terdepan, maka saya senang."

Dalam uji coba selama 44 lap, Rossi melakukan eksperimen dengan distribusi berat. Akan tetapi, dia masih mengalami kesulitan ketika keluar dari tikungan, meskipun masih ada hal positif dalam hal pengereman.

"Masih ada masalah untuk kendalikan setang dan terutama kesulitan dalam akselerasi. Tetapi kami sangat senang karena sekarang saya mengerem dan masuk tikungan dengan perasaan yang enak. Dibandingkan dengan tahun lalu, kami sudah membuat langkah yang besar. Itu adalah masalah terburuk. Tetapi terlalu dini untuk bertahan, jika kami bisa mencapai puncak dan kapan."

Menurut pebalap berusia 34 tahun tersebut, sejauh ini Ducati sudah bisa memecahkan sekitar 50 persen persoalan teknis, yang dihadapi selama musim 2011, yang membuatnya mengakhiri musim tersebut di posisi ketujuh dengan hanya satu kali naik podium - merupakan musim terburuk sepanjang kariernya di grand prix karena sepanjang satu musim tidak pernah meraih kemenangan.

 Sumber : Kompas.com