Sunday, July 18, 2010

Revolusi Ancam AS


Sunday, 18 July 2010 09:57

Christopher Bollyn, wartawan dan pengamat asal AS menyatakan, ketidakpuasan warga atas perang di Irak dan Afghanistan menimbulkan korban besar serta dana tinggi, pemecatan Jend. Stanley McCrystal dan kebocoran pipa minyak di Teluk Meksiko. Bollyn menilai akumulasi ketidakpuasan ini mengindikasikan revolusi baru tengah terbentuk di Amerika Serikat (AS).

"Di AS, revolusi tengah terbentuk. Berbagai indikasi yang menunjukkan semakin dekatnya revolusi tersebut saat ini terlihat nyata di AS. Di antaranya adalah kasus kebocoran minyak dan perang yang menelan biaya miliaran dolar di Irak dan Afghanistan," demikian tulis Bollyn di situs Rebelnews.

Warga juga mengeluhkan program stimulus ekonomi yang dicanangkan pemerintah Barack Obama yang menghabiskan biaya miliran dolar dan tingginya pajak. Namun yang mendorong secara pasti timbulnya revolusi di AS menurut Bollyn adalah kebohongan Gedung Putih dan sikap petinggi AS yang menyembunyikan realita peristiwa 11 September 2001.

Bollyn menyakini bahwa perilisan dokumen dan bukti terkait penemuan elektroda yang cukup kuat di tanah bekas bangunan pusat perdagangan WTC bukanlah akhir dari peristiwa 11 September, namun penemuan itu merupakan babak baru bagi sekelompok orang yang berniat merampas AS.

"Militer AS berperang di Afghanistan karena peristiwa 11 September, namun kami memiliki bukti yang kuat bahwa menara kembar WTC hancur disebabkan elektroda kuat dengan menggunakan teknologi nano," tegas Presiden Barack Obama.

Di akhir tulisannya, Bollyn menyatakan, masalah utama bukan karena kubu Republik atau Demokrat. Namun masalah sebenarnya adalah sekelompok orang yang mengendalikan Obama seperti yang terjadi pada Bush, Dick Cheney dan McCain. Kelompok ini juga menguasai media dan kongres. (indonesian.irib.ir)

No comments:

Post a Comment