Monday, June 7, 2010

Mengintip Bagaimana Kepribadian Si Dia Melalui Urutan Lahir, Yuk ?!

Selama ini kepribadian seseorang sering dilihat dari waktu lahirnya atau pun melalui horoskop. Selain itu, Anda juga bisa mengetahui dan bahkan mencari jodoh yang pas, bukan hanya berdasarkan horoskop tetapi juga urutan lahirnya dalam keluarga. Berikut beberapa petunjuk kepribadian dari William Cane, penulis buku "The Birth Order Book of Love: How the Personality Predictor Can Help You Find The One".

- Anak tertua : Berjiwa pemimpin, warga negara yang baik, bertanggung jawab, responsif terhadap harapan orang tua, pandai mengatur, dan cenderung perfeksionis.

- Anak bungsu : Supel, ramah, manja, cenderung minta diperhatikan, cerewet, menarik dan manipulatif.

- Anak tengah : Kurang memiliki peran dalam keluarga, karena sering menjauh dari keluarga. Mempunyai banyak teman dekat, suka bertualang dan memiliki intelektualitas tinggi.

- Anak semata wayang : Egois, cenderung perfeksionis, bisa diandalkan dan senang menjadi pusat perhatian.

Menurut William Cane jika Anda anak tertua sebaiknya mencari pasangan anak termuda. Ia menekankan bahwa dua orang dari kepribadian yang berbeda bisa menjadi pasangan yang kompatibel.

"Urutan kelahiran dapat memberitahu kepribadian seseorang akan seperti apa. Sehingga Anda tahu apa bagaimana bentuk kepribadiannya sebelum memulai hubungan masuk. Urutan lahir memang bukan prediksi kepribadian yang sempurna tetapi paling baik dibandingkan diantara gender, ras, dan latar belakang sosial ekonomi," kata Cane seperti dikutip dari Glamour Magazine.

Cane juga membuat paduan untuk wanita mencari pasangan berdasarkan urutan lahir, yaitu :

- Anak tertua : Anak sulung biasanya memiliki jiwa kepemimpinan. Ia akan merasa lebih bahagia jika memiliki pasangan yang merupakan anak bungsu.

- Anak tengah : Wanita yang merupakan anak tengah sangat mudah beradaptasi. Ia cocok dengan siapa pun baik anak tertua maupun anak bungsu.

- Anak termuda : Anak bungsu, akan lebih bahagia jika berpasangan dengan anak pertama. Hal itu karena kepribadiannya bisa saling mengimbangi meskipun bertolak belakang.

- Anak semata wayang : Jika berpacaran dengan anak sulung, maka si semata wayang akan menjadi tokoh otoritas. Tetapi, rasa egois bisa ditekan karena sikap kepimpinan yang tinggi dari si sulung.


No comments:

Post a Comment