Massa menilai pilbup Mojokerto sarat dengan rekayasa. Saat aksi berlangsung di gedung dewan, massa mendesak masuk ke dalam gedung dewan untuk mengikuti acara penyampaian visi dan misi cabup-cawabup. Tapi, keinginan mereka tak kesampaian. Kabarnya, hanya ada 11 massa Arkam yang berhasil masuk gedung dewan dengan menerobos barikade petugas Kepolisian.
Saat bersamaan, massa yang tak berhasil masuk gedung dewan langsung marah. Tak disangka petugas Kepolisian, ternyata massa yang marah itu melakukan aksi destruktif dengan melempari gedung dewan dengan bom Molotov. Aksi destruktif itu di gedung dewan itu dihalau petugas kendati sejumlah bom molotov telah dilemparkan.
Massa yang diangkut menggunakan 4 unit truk tersebut mengamuk dan melempari halaman dan gedung dewan dengan bom Molotov. Kerusuhan menjalar ke kantor Pemkab Mojokerto yang lokasinya berdampingan dengan gedung DPRD yang sama-sama berada di Jalan A Yani. Dan di sini massa membakar mobil-mobil yang sedang di parkir pegawai yang sedang bekerja. Warga dan pegawai pemkab yang mengetahui kejadian itu, langsung berusaha memadamkan api dengan menyiramkan air dari kamar mandi atau kran air di kantor mereka. Pegawai dan warga gotong royong memadamkan api.
Hingga saat ini Polisi sudah mengamankan pihaknya saat ini sudah menahan sebanyak 103 pengunjuk rasa dengan rincian 79 orang ditahan di kantor Kepolisian Resor Kota (Polresta) dan 24 orang ditahan di Polres Mojokerto. Sedangkan jumlah korban dalam peristiwa ini mencapai sembilan orang dengan luka-luka akibat serpihan bom molotov. Rata-rata para korban terluka akibat pukulan kayu dan serpihan bom molotov.
Untuk mengantisipasi demo susulan, sejumlah petugas kepolisian terus bersiaga di depan kantor Pemerintah Kabupaten Mojokerto yang berhimpitan dengan Kantor DPRD Mojokerto. Selain itu, dua unit kendaraan "water canon" dan juga kawat berduri dipersiapkan guna mengantisipasi kemungkinan demo susulan.
Saat ini, kendaraan yang terkena lemparan bom molotov masih dibiarkan di halaman kantor dewan Mojokerto. Petugas tidak memindahkan kendaraan tersebut, hanya saja kendaraan itu diberi garis polisi ("police line") untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
[Sumber: Berbagai Sumber/Foto: surabaya.detik.com]
No comments:
Post a Comment